• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

QUO VADIS DIVERSIFIKASI PANGAN?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 27, 2026
in Economy, Feature
0
Ketahanan Pangan Jawa Barat: Istimewa atau Sekadar Slogan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sasyraatmadja

Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menjelaskan bahwa diversifikasi pangan adalah upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, serta meningkatkan produksi dan penyediaan pangan yang bervariasi dan bernilai gizi.

Di Indonesia, diversifikasi pangan bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan. Pertama, demi peningkatan kualitas gizi. Pola konsumsi yang beragam memungkinkan tubuh memperoleh protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral secara seimbang. Kedua, untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Ketika pasokan satu bahan pangan terganggu, masyarakat tetap memiliki alternatif. Ketiga, demi kesehatan publik. Pola makan yang variatif terbukti menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan kanker. Keempat, mendorong kreativitas kuliner serta memperkaya budaya pangan. Dan yang tak kalah penting, diversifikasi pangan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan pada impor.

Namun realitas menunjukkan tantangan besar masih menghadang. Isu utama diversifikasi pangan di Indonesia adalah perubahan pola konsumsi. Masyarakat masih menempatkan beras sebagai satu-satunya makanan pokok. Konsumsi pangan alternatif seperti jagung, ubi, singkong, sagu, sayuran, buah, maupun protein hewani masih relatif rendah.

Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain:
(1) kebiasaan makan yang telah mengakar;
(2) ketersediaan pangan alternatif yang belum merata;
(3) harga pangan non-beras yang sering kali lebih mahal;
(4) rendahnya literasi dan pendidikan gizi masyarakat.

Lebih jauh, tantangan diversifikasi pangan juga mencakup keterbatasan infrastruktur distribusi, minimnya dukungan pasar, lemahnya teknologi pengolahan pangan lokal, kurangnya akses permodalan petani, hingga terbatasnya riset dan pengembangan komoditas alternatif. Faktor kultural yang menempatkan nasi sebagai simbol “makan sesungguhnya” turut memperkuat resistensi sosial terhadap perubahan pola konsumsi.

Pemerintah sejatinya telah mengambil berbagai langkah strategis. Pengembangan pangan lokal seperti singkong, ubi jalar, jagung, dan sagu terus didorong. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan untuk memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat sejak usia dini. Kampanye diversifikasi pangan dilakukan secara nasional. Infrastruktur pertanian diperkuat melalui pembangunan irigasi, jalan tani, serta fasilitas pascapanen. Kolaborasi dengan sektor swasta diperluas. Upaya pengurangan food loss and waste juga mulai digalakkan.

Tujuan seluruh kebijakan ini jelas: memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi impor, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta kualitas hidup masyarakat.

Sejumlah capaian patut diapresiasi. Produksi padi, jagung, dan kedelai meningkat berkat penggunaan benih unggul dan teknologi pertanian modern. Ketergantungan impor pangan, khususnya beras, mulai berkurang. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang juga perlahan tumbuh.

Namun pekerjaan rumah masih besar. Pola konsumsi masyarakat yang berorientasi nasi belum banyak berubah. Pasokan pangan alternatif belum stabil. Harga produk lokal non-beras masih kurang kompetitif. Infrastruktur pasar dan distribusi belum sepenuhnya mendukung.

Ke depan, prospek diversifikasi pangan Indonesia sejatinya sangat menjanjikan. Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa—umbi-umbian, serealia lokal, sagu, hingga aneka kacang-kacangan—yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan. Jika dikelola serius, diversifikasi pangan tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkaya identitas kuliner bangsa.

Kuncinya terletak pada konsistensi kebijakan. Edukasi publik harus diperluas. Infrastruktur pasar pangan lokal harus diperkuat. Insentif bagi petani dan pelaku industri pangan alternatif perlu ditingkatkan. Riset dan inovasi teknologi pengolahan pangan lokal mesti mendapat prioritas. Dan yang terpenting, negara harus hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai penggerak perubahan.

Pada akhirnya, pertanyaan Quo Vadis Diversifikasi Pangan? adalah pertanyaan tentang arah masa depan kedaulatan pangan Indonesia. Apakah kita akan terus bertumpu pada satu komoditas, atau berani melangkah menuju kemandirian pangan yang beragam, sehat, dan berkelanjutan?

Jawabannya bergantung pada keberanian kita hari ini.


(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Agama :Perbedaan Harus Dirayakan – Bukan Memelihara Pertikaian

Next Post

Ketika Longsor Bicara, DPD RI Seharusnya Menjawab

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
DPD, Lembaga Negara yang Nyaris Tak Berguna

Ketika Longsor Bicara, DPD RI Seharusnya Menjawab

Bos Maktour Diperiksa KPK: Pembagian Kuota Haji Jadi Urusan Kemenag

Bos Maktour Diperiksa KPK: Pembagian Kuota Haji Jadi Urusan Kemenag

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...