• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Raja Saudi, Mengapa Kami Marah?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 24, 2025
in Feature, Perang
0
Raja Saudi, Mengapa Kami Marah?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Team Fusilatnews

Arab Saudi akhirnya bersuara. Tapi alih-alih mengecam kejahatan perang Israel atau membela Palestina, Kerajaan malah mengutuk Iran—yang baru saja menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Sikap ini kontan memicu gelombang kemarahan, termasuk dari rakyat Indonesia, negeri dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang selama ini menaruh hormat pada dua tanah suci: Mekkah dan Madinah.

Namun kali ini, rasa hormat itu seperti runtuh. Rakyat tidak hanya kecewa—mereka murka. Bagi mereka, pernyataan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman itu adalah bentuk nyata dari ketundukan pada kekuasaan global yang selama ini menyakiti umat Islam. “Boneka Amerika,” tulis seorang warganet. “Banci penakut,” seru yang lain. Di berbagai linimasa media sosial, kemarahan ini menyeruak tanpa sensor dan tanpa jeda.

Apa yang membuat mereka begitu marah?

Bukan Sekadar Diplomasi, Ini Soal Keberpihakan

Dalam kacamata masyarakat biasa, apa yang terjadi bukan lagi urusan geopolitik rumit yang hanya bisa dibaca diplomat. Ini tentang siapa yang berani berdiri di pihak yang dizalimi. Dan ketika Iran—meski selama ini dicurigai karena mazhabnya—meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS, banyak umat Muslim justru melihatnya sebagai bentuk keberanian yang langka.

Sebaliknya, Arab Saudi tampil seperti negara penakut. Bahkan lebih buruk lagi: negara yang membela penindas. Di tengah suara-suara internasional yang makin kencang mengkritik pembantaian di Gaza, Saudi justru memilih mengecam Iran—bukan Amerika, bukan Israel.

Kemarahan rakyat Indonesia bukan datang dari ruang kosong. Sudah lama Saudi dicurigai terlalu dekat dengan Washington. Normalisasi hubungan dengan Israel, investasi dengan keluarga Kushner, dan pembangunan kota futuristik Neom yang penuh kontroversi membuat kesan itu semakin tebal. Ketika Palestina dibombardir, Saudi hanya mengeluarkan pernyataan normatif. Tapi begitu pangkalan AS diserang, suara mereka lantang dan penuh emosi.

Simbolisme yang Terkhianati

Bagi umat Islam Indonesia, Saudi adalah simbol. Ka’bah di sana. Masjid Nabawi ada di sana. Tetapi simbol keislaman itu kehilangan makna ketika negara pelindungnya justru terkesan lebih mementingkan aliansi strategis dengan Zionis dan Amerika ketimbang nasib sesama Muslim.

Inilah yang membuat rakyat kecil merasa dikhianati. Mereka yang tiap Jumat mendoakan Palestina. Yang menyisihkan uang warung untuk Gaza. Yang menahan marah saat melihat gambar anak-anak mati tertimbun reruntuhan di Rafah. Mereka bertanya: “Di mana suara Raja Salman?”

Mereka juga menagih konsistensi. Mengapa Saudi bisa cepat mengecam Iran, tapi tidak pernah punya keberanian menyebut nama Israel sebagai penjajah? Bukankah yang menyerang warga sipil adalah Tel Aviv, bukan Teheran?

Umat yang Kini Bersikap

Indonesia adalah negeri yang religius sekaligus sensitif terhadap keadilan. Dalam sejarah panjangnya, dari Boedi Oetomo hingga Reformasi, rakyat negeri ini selalu bangkit jika nurani mereka dilukai. Dan kali ini, luka itu datang dari tempat yang tak pernah mereka duga: Saudi Arabia.

Citra “pelayan dua tanah suci” kini retak. Rakyat bertanya: apakah itu hanya julukan seremonial, atau masih ada ruh Islam di balik gelar mulia itu?

Pernyataan Saudi terhadap Iran bukan hanya salah alamat, tapi salah tafsir terhadap perasaan umat. Mereka mengira rakyat Muslim akan diam dan manut seperti dulu. Padahal zaman telah berubah. Umat kini membaca sendiri, menyaksikan langsung, dan bersuara tanpa perantara.

Dalam sorotan rakyat, Raja Salman dan Muhammad bin Salman tidak sekadar memilih diam atas kejahatan Israel. Mereka memilih berdiri bersama kekuatan yang menindas. Dan untuk umat Islam Indonesia yang memegang teguh nilai keadilan, itu adalah bentuk pengkhianatan.

Kami Tidak Butuh Simpati yang Netral

Ketika seorang raja memilih netral dalam konflik antara penjajah dan yang dijajah, maka netralitas itu adalah keberpihakan. Dan rakyat Indonesia sudah cukup kenyang dengan sikap semu macam itu.

Kami tidak butuh simpati netral. Kami butuh suara tegas dari pemimpin dunia Islam—bukan suara yang sekadar menjaga hubungan dagang dan stabilitas investasi.

Karena dalam perang antara keadilan dan kekuasaan, diam berarti memihak. Dan kami tidak akan lupa siapa yang memilih berdiri di sisi yang salah dari sejarah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pangan Tak Cukup Hanya Ada: Saatnya Bicara Serius Soal Akses!

Next Post

Klarifikasi Jokowi; “Apa itu Alergi Biasa?”

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Klarifikasi Jokowi; “Apa itu Alergi Biasa?”

Klarifikasi Jokowi; "Apa itu Alergi Biasa?"

Qatar Tegaskan Hak untuk Merespons Serangan Iran

Qatar Tegaskan Hak untuk Merespons Serangan Iran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist