• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Rakyat Jelata: Suara yang Terlupakan di Tanah Merdeka

by
April 6, 2025
in Economy, Feature
0
Rakyat Jelata: Suara yang Terlupakan di Tanah Merdeka
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja-Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Rakyat jelata adalah istilah yang merujuk pada orang kebanyakan—warga biasa yang tidak termasuk dalam golongan bangsawan atau kelompok elite. Dalam terminologi bahasa Inggris, mereka dikenal sebagai commoners, yakni individu yang tidak dilahirkan dalam kedudukan sosial yang tinggi.

Dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di negeri ini, rakyat jelata kerap diidentikkan dengan kelompok yang hidup dalam keterbatasan. Mereka berjuang sekadar untuk menyambung hidup hari demi hari. Tak sedikit yang menyebut mereka sebagai anak bangsa yang menjadi korban dari kebijakan yang tak berpihak.

Figur rakyat jelata—yang sering kali luput dari perhatian kekuasaan—sebenarnya tersebar luas di seluruh penjuru negeri. Di pelosok desa, kita mengenal petani gurem dan buruh tani. Di pesisir, hadir para nelayan tradisional dan nelayan buruh. Di perkebunan dan hutan, mereka hadir sebagai buruh yang mengandalkan otot dan keringat demi sesuap nasi.

Mereka hidup di antara kita. Dalam keheningan, mereka merenung: mengapa setelah 79 tahun merdeka, kehidupan mereka nyaris tak berubah? Mengapa kemiskinan tetap menjadi sahabat akrab mereka? Apakah kemerdekaan hanya milik segelintir orang?

Sebagai warga negara, mereka pun punya hak untuk hidup sejahtera. Maka wajar bila rakyat jelata menuntut pemerintah agar menjalankan kewajibannya mewujudkan kesejahteraan seperti yang dijanjikan dalam cita-cita kemerdekaan.

Di sisi lain, kita perlu bertanya: bagaimana rakyat jelata memandang geliat pembangunan hari ini? Apakah pembangunan yang marak digelar telah memberi ruang bahagia di hati mereka? Bagi rakyat jelata, kemegahan infrastruktur dan proyek-proyek raksasa tak berarti apa-apa jika perut mereka tetap lapar dan hidup mereka tetap nelangsa.

Mereka tidak akan mengagumi para taipan atau “9 Naga” yang meraup kekayaan melalui jalan culas. Sebaliknya, mereka justru lebih menghormati tukang parkir yang jujur dan ikhlas mengais rezeki dari jalan halal. Karena bagi mereka, kehormatan tak diukur dari jumlah kekayaan, melainkan dari kejujuran dan ketulusan hidup.

Pembelaan negara terhadap rakyat jelata seharusnya bukan sekadar wacana manis yang dikumandangkan di atas podium. Ia harus hadir nyata—berwujud kebijakan yang menolong dan memihak. Program seperti bantuan langsung beras tentu mereka sambut dengan syukur. Namun, yang lebih penting adalah kebijakan struktural yang menjadikan rakyat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek penderita.

Rakyat jelata juga mendambakan kesungguhan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Tapi lebih dari sekadar produksi melimpah, mereka ingin melihat petani yang sejahtera, bukan justru terpinggirkan oleh industrialisasi pangan yang dikuasai korporasi besar.

Selama ini, mereka belum layak disebut sebagai “penikmat pembangunan.” Justru lebih tepat bila mereka disebut “korban pembangunan”—tersingkir dari kampung halaman demi proyek kawasan elite atau kawasan industri yang tak memberi ruang bagi hidup mereka.

Rakyat jelata adalah potret sebagian warga negara yang kurang beruntung dalam panggung besar pembangunan. Mereka hanya jadi penonton dari megahnya proyek-proyek negara, sementara konglomerat hidup dalam kelimpahan. Bagi rakyat jelata, kemewahan adalah barang asing. Mereka belum tentu pernah mencicipi indahnya pantai Pataya di Thailand atau naik ke puncak Menara Eiffel di Paris. Paling jauh, mereka hanya bisa berjalan-jalan di pematang sawah.

Kini saatnya kita merenung lebih dalam: mengapa pembangunan yang kita rancang sejak awal kemerdekaan justru melahirkan ketimpangan yang begitu lebar? Mengapa hanya segelintir yang menikmati buahnya, sementara mayoritas rakyat masih berkubang dalam kemiskinan?

Pembangunan, sebagai wujud dari idealisme kemerdekaan, semestinya membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia—bukan hanya untuk mereka yang duduk di lingkaran kekuasaan dan kapital.

Suara rakyat jelata patut kita dengar dan resapi. Mereka pun berhak atas kehidupan yang layak, sejahtera, dan bermartabat—di atas tanah yang katanya telah merdeka ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Antara Ilusi Keajaiban dan Realitas Gagal: Fenomena Yusuf Mansur

Next Post

Ekspor di Ujung Tanduk Kehancuran, Untung Ada Gibran

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Gibran Merapat ke Golkar?

Ekspor di Ujung Tanduk Kehancuran, Untung Ada Gibran

KTT ASEAN 43, Momentum Promosikan IKN Sebagai Pusat Ekonomi Hijau

ASEAN Akan Gelar Pertemuan Menteri Ekonomi Bahas Tarif Impor Trump, Negara-Negara Anggota Siap Ambil Sikap Bersama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...