• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Republik Mafia: Tambang, CPO, Judi Online, dan Haji dalam Cengkraman Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
August 19, 2025
in Bencana, Feature, Tokoh/Figur
0
Republik Mafia: Tambang, CPO, Judi Online, dan Haji dalam Cengkraman Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di era kepemimpinan Jokowi, istilah mafia bukan lagi sekadar jargon populis yang dilempar untuk memancing amarah publik. Ia menjelma menjadi realitas pahit yang menyelimuti sektor-sektor strategis negara, dari tambang, minyak sawit, judi online, hingga haji. Ironisnya, para menteri yang seharusnya menjadi garda depan dalam menjaga kepentingan rakyat justru sering disebut-sebut sebagai wajah dari “republik mafia” ini.

Bahlil Lahadalia dan Mafia Tambang
Pemberian konsesi tambang kepada ormas keagamaan oleh Presiden Jokowi, dengan Bahlil sebagai eksekutor, menjadi simbol keterlibatan kekuasaan dalam praktik rente. Izin tambang yang semestinya melalui proses transparan justru dibagi-bagikan dalam kerangka politik balas budi. Publik pun mencurigai bahwa “tambang” bukan lagi soal kekayaan alam bangsa, melainkan komoditas politik yang dijadikan bancakan.

Airlangga Hartarto dan Mafia CPO
Kala minyak goreng langka dan harga melonjak, publik tersentak oleh kenyataan bahwa mafia CPO memainkan peran besar dalam permainan pasokan. Sebagai Menko Perekonomian, Airlangga tak bisa lepas dari sorotan. Bagaimana mungkin Indonesia, raksasa sawit dunia, justru membuat rakyatnya antre minyak goreng? Pertanyaan ini hanya punya satu jawaban: negara tunduk pada kepentingan mafia.

Budi Arie Setiadi dan Mafia Judi Online
Judi online adalah kanker sosial. Namun di bawah komando Budi Arie di Kemenkominfo, pemberantasan lebih sering terdengar sebagai klaim ketimbang kenyataan. Situs-situs ditutup, tapi muncul kembali dalam hitungan jam. Publik pun menduga ada lingkaran gelap yang melindungi bandar besar. Tak heran jika tudingan “mafia judol” melekat pada figur Budi Arie, karena negara terlihat lemah—atau pura-pura lemah—di hadapan bisnis haram bernilai triliunan rupiah.

Yaqut Cholil Qoumas dan Mafia Haji
Setiap musim haji, persoalan biaya, kuota, hingga pelayanan selalu jadi cerita lama yang berulang. Di balik itu, publik menilai ada tangan-tangan mafia yang bermain di jalur paling sakral: ibadah. Yaqut, sebagai Menteri Agama, sering disebut sebagai pintu masuk kritik ini. Biaya haji yang naik tak sepadan dengan pelayanan, sementara jamaah harus menunggu puluhan tahun untuk berangkat. Agama dijadikan ladang rente, dan negara menutup mata.


Mafia sebagai Cermin Oligarki
Dari empat wajah ini, terlihat satu benang merah: kekuasaan dan kapitalisme politik membangun lingkaran setan. Mafia tak berdiri sendiri, ia lahir dari simbiosis antara pejabat, pengusaha, dan elit politik. Rakyat hanya jadi korban: membayar lebih mahal, menanggung risiko sosial, dan kehilangan haknya atas sumber daya serta pelayanan publik.

Istilah “mafia” yang dulu digunakan untuk menyebut kejahatan terorganisir kini tepat dipakai untuk menggambarkan negara yang dikuasai oligarki. Ketika menteri berubah jadi simbol mafia, maka sebenarnya kita tidak sedang berhadapan dengan pejabat publik, melainkan broker kekuasaan.


Penutup
Republik ini tak kekurangan aturan, tapi kekurangan keberanian untuk memutus mata rantai mafia. Jokowi boleh saja membanggakan infrastruktur dan IKN, tetapi rakyat justru melihat bahwa yang tumbuh subur di era ini adalah “mafia berseragam pejabat.” Dan selama rakyat hanya dipaksa menerima, republik ini tak lebih dari panggung besar bagi para mafia berkuasa.


Perbandingan Historis “Republik Mafia”

Era Soeharto (Orde Baru)
Soeharto terkenal dengan istilah KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Mafia di masa ini bekerja dalam bayang-bayang kekuasaan lewat cukong dan kroni Cendana. Mafia kayu, mafia migas, hingga mafia perbankan hidup subur. Bedanya, mereka jarang disebut terang-terangan karena rezim sangat represif terhadap kritik. Mafia ada, tapi dibungkus rapi dalam politik stabilitas.

Era SBY
Di masa SBY, mafia masih hidup, tetapi lebih sering terbongkar lewat KPK. Mafia pajak (Gayus Tambunan), mafia hukum (kasus jaksa Urip), hingga mafia impor sapi sempat mencuat. Namun, posisi SBY masih berusaha menjaga citra sebagai presiden “bersih”, sehingga mafia lebih sering dianggap ulah oknum, bukan bagian dari sistem kekuasaan.

Era Jokowi
Nah, di era Jokowi, yang berbeda adalah normalisasi mafia. Bukan lagi sekadar “oknum” atau “kroni,” melainkan pejabat tinggi negara sendiri yang dicap publik sebagai representasi mafia. Bahlil = mafia tambang, Airlangga = mafia CPO, Budi Arie = mafia judi online, Yaqut = mafia haji. Istilah mafia kini bukan tuduhan liar, tapi persepsi publik yang melekat.

Jika di era Soeharto mafia bekerja di balik layar, di era Jokowi mafia seakan punya panggung. Bukan lagi “dilindungi kekuasaan,” tapi justru menyatu dengan kekuasaan.


Jadi, perbandingan ini bisa jadi pukulan kritik yang lebih dalam:
👉 Di Orde Baru, mafia itu sembunyi-sembunyi.
👉 Di era SBY, mafia masih dianggap oknum.
👉 Di era Jokowi, mafia justru tampil di kabinet, dengan wajah pejabat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selalu Slogan NKRI Harga Mati, Yaqut Terseret Kasus Kuota Haji

Next Post

Hot News: Media Cetak Diyakini Masih Bisa Eksis!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Hot News: Media Cetak Diyakini Masih Bisa Eksis!

Hot News: Media Cetak Diyakini Masih Bisa Eksis!

Jokowi, Abu Lahab Abad 21

Jokowi, Abu Lahab Abad 21

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist