• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Retorika Membebaskan Palestina, Keputusan Mengikat di Board of Peace Trump

Ali Syarief by Ali Syarief
February 19, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Retorika Membebaskan Palestina, Keputusan Mengikat di Board of Peace Trump
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam logika penyaringan kekuasaan politik global, keterlibatan Indonesia dalam proyek Board of Peace di Palestina—yang berakar langsung pada inisiatif politik Donald Trump—bukanlah sekadar peristiwa teknis diplomasi. Ia adalah penanda posisi: di mana Indonesia berdiri, dan lebih jauh lagi, siapa yang sedang membentuk arah kebijakan luar negerinya.

Board of Peace bukan proyek netral. Ia lahir dari paradigma Trumpisme yang melihat konflik bukan sebagai persoalan penjajahan dan ketidakadilan struktural, melainkan sebagai masalah manajemen, stabilitas, dan investasi. Karena itu, setiap negara yang ikut terlibat sejatinya sedang masuk ke dalam ayakan kekuasaan global—disaring, diuji, dan diposisikan.

1. Penyaringan Menguji Konsistensi, Bukan Retorika

Selama puluhan tahun, Indonesia membangun identitas moral sebagai pembela Palestina, pendukung kemerdekaan, dan suara Global South. Namun dalam proses penyaringan kekuasaan global, identitas tidak diuji lewat pidato, melainkan melalui keputusan konkret.

Board of Peace—yang sejak awal menempatkan Palestina sebagai objek ekonomi dan stabilitas, bukan sebagai subjek politik yang dijajah—adalah instrumen penyaringan itu sendiri. Negara-negara yang terlibat sedang diuji secara telanjang:

  • Apakah ia bertindak sebagai aktor berdaulat dengan prinsip?

  • Ataukah hanya menjadi pelengkap legitimasi moral bagi agenda kekuatan besar?

Jika Indonesia ikut serta tanpa kemampuan mengubah kerangka dasar Board of Peace, maka keterlibatan itu bukanlah bentuk bantuan bagi Palestina, melainkan upaya menghaluskan wajah dominasi dengan narasi kemanusiaan.

2. Dari Aktor Moral ke Subkontraktor Politik

Dalam dunia yang sedang disaring, kekuasaan bekerja melalui hierarki peran yang jelas:

  • Perancang aturan

  • Pelaksana teknis

  • Pemberi legitimasi moral

  • Objek kebijakan

Risiko terbesar bagi Indonesia dalam Board of Peace adalah turunnya posisi—dari aktor moral independen menjadi subkontraktor politik, yang mengisi ruang legitimasi agar proyek tampak inklusif dan dapat diterima oleh opini global.

Ini bukan persoalan simbolik. Dalam sejarah geopolitik, banyak negara kehilangan wibawa bukan karena kalah perang, melainkan karena salah memilih peran di meja kekuasaan.

3. Trumpisme dan Perdamaian sebagai Transaksi: Ayakan yang Brutal

Trumpisme adalah bentuk paling telanjang dari politik transaksional:

  • Nilai diganti transaksi

  • Solidaritas diganti kepentingan

  • Perdamaian direduksi menjadi portofolio investasi

Board of Peace bekerja dengan logika ini. Ia tidak bertanya tentang hak kembali, kedaulatan, atau penjajahan, melainkan tentang kelayakan proyek, stabilitas kawasan, dan keuntungan jangka panjang.

Ketika Indonesia masuk ke dalam orbit ini, persoalannya bukan lagi niat baik, tetapi posisi tawar. Apakah Indonesia memiliki kapasitas untuk:

  • Menolak aspek yang mengingkari hak politik Palestina?

  • Atau justru menerima kerangka yang sejak awal sudah dikunci oleh kekuatan besar?

Jika tidak ada ruang koreksi substantif, maka Indonesia tidak berada di pihak yang menyaring, melainkan di pihak yang sedang disaring.

4. Palestina sebagai Cermin Etika, Bukan Sekadar Isu

Palestina bukan sekadar konflik luar negeri bagi Indonesia. Ia adalah cermin etika politik, cermin konstitusi, dan cermin sejarah nasional. Dalam penyaringan kekuasaan global, sikap terhadap Palestina menunjukkan:

  • Apakah sebuah negara masih memegang prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan?

  • Ataukah prinsip itu dapat ditukar demi akses, stabilitas, dan pengakuan diplomatik?

Ketika Indonesia—yang konstitusinya secara tegas menolak penjajahan—ikut dalam Board of Peace yang mengaburkan kolonialisme menjadi soal ekonomi, maka yang terancam bukan hanya posisi Palestina, tetapi koherensi moral Indonesia sendiri.

5. Risiko Terbesar: Kehilangan Suara, Bukan Sekadar Reputasi

Dalam dunia yang garis kekuasaannya makin tegas, negara yang ambigu tidak dianggap moderat. Ia dianggap tidak relevan. Penyaringan global jarang menghukum dengan sanksi langsung; ia menghukum dengan cara yang lebih sunyi: pengabaian.

Indonesia mungkin tetap diundang ke forum internasional, tetap disebut dalam komunike, tetapi tidak lagi menentukan arah. Hadir, namun tidak didengar. Inilah nasib banyak negara yang gagal membaca arah penyaringan kekuasaan global.

Penutup: Indonesia Sedang Ditimbang, Bukan Diminta Bantuan

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace di Palestina bukan soal “apakah kita peduli”, melainkan apakah kita sedang lolos dari penyaringan atau justru tergelincir di dalamnya.

Dunia sedang memilih: siapa yang memiliki pendirian, dan siapa yang hanya memiliki posisi.

Dan dalam permainan kekuasaan global yang sedang disaring, netralitas moral yang bisa dinegosiasikan adalah bentuk kekalahan paling halus—dan paling berbahaya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Puasa di Negara-Negara Minoritas Muslim: Antara Kesunyian, Toleransi, dan Keteguhan Iman

Next Post

Ketika Tafsir Subjektif Menyisakan Residu Ketauhidan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Ketika Tafsir Subjektif Menyisakan Residu Ketauhidan

Ketika Tafsir Subjektif Menyisakan Residu Ketauhidan

Kebakaran di Masjid Istiqlal, Api Berasal dari Ruang Server saat Tarawih Perdana Ramadan

Kebakaran di Masjid Istiqlal, Api Berasal dari Ruang Server saat Tarawih Perdana Ramadan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist