Oleh Ananda Teresia dan Stefanno Sulaiman
JAKARTA, 20 Oktober (Reuters) – Prabowo Subianto pada hari Minggu resmi menjadi presiden Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dengan janji untuk memerangi isu-isu internal seperti korupsi dan mendorong kemandirian nasional. Prabowo, yang berusia 73 tahun, mengalami transformasi luar biasa dari mantan komandan militer yang menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak terbukti, hingga kini memimpin negara berpenduduk 280 juta jiwa.
Mengenakan peci hitam, setelan navy, serta sarung tenun berwarna merah marun dan emas, Prabowo dilantik menjadi presiden ke-8 Indonesia pada Minggu pagi dalam upacara yang berlangsung di gedung parlemen Indonesia. Dalam pidato yang berapi-api, Prabowo berjanji akan menjadi presiden untuk semua rakyat Indonesia dan mengajak bangsa ini untuk bersama-sama menghadapi berbagai masalah.
“Kita harus selalu sadar bahwa negara yang merdeka adalah negara yang rakyatnya bebas,” kata Prabowo, sesekali menaikkan suaranya. “Mereka harus bebas dari ketakutan, kemiskinan, kelaparan, kebodohan, penindasan, penderitaan,” ujarnya.
Dalam pidato yang berlangsung sekitar satu jam, Prabowo menargetkan kemandirian pangan dalam lima tahun ke depan serta berjanji untuk mencapai kemandirian energi. Ia juga berkomitmen memberantas korupsi dan menegaskan bahwa demokrasi yang ia inginkan harus “santun”.
“Perbedaan pendapat harus terjadi tanpa permusuhan… berjuang tanpa kebencian,” katanya.
Prabowo memenangkan pemilihan presiden pada 14 Februari dengan hampir 60% suara dan telah menghabiskan sembilan bulan terakhir membangun koalisi parlemen yang kuat. Ia ditemani oleh wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka, 37, putra sulung Presiden Joko Widodo yang akan segera lengser.
Menyapa Pendukung
Setelah pidato pelantikannya, Prabowo mengenakan topi baseball dan melambaikan tangan dari sunroof mobilnya saat menuju istana presiden, melewati ribuan pendukung yang mengibarkan bendera di jalan-jalan Jakarta dalam suasana yang meriah.
Di luar istana, karangan bunga ucapan selamat untuk Prabowo dan Gibran menghiasi jalan, sementara beberapa lainnya mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas pengabdiannya selama satu dekade. Pendukung Jokowi juga hadir dalam perayaan ini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang akan segera lengser.
Anneta Yuniar, seorang warga yang antusias melambaikan tangan ke arah iring-iringan Jokowi, mengaku akan merindukan Jokowi namun percaya bahwa Prabowo adalah pemimpin yang kuat. “Prabowo akan melanjutkan pembangunan yang telah dimulai Jokowi. Ada kesinambungan. Itu yang saya harapkan,” katanya.
Jokowi meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia, memimpin selama masa pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pembangunan infrastruktur besar-besaran. Namun, kritik menyebut pemerintahannya juga ditandai dengan kebangkitan politik patronase dan dinasti, serta memperingatkan tentang menurunnya integritas di lembaga peradilan dan institusi negara lainnya.
Kepolisian dan militer Indonesia telah menyiapkan pengamanan ketat, dengan menurunkan setidaknya 100.000 personel di seluruh kota, termasuk penembak jitu dan unit anti-huru hara.
Prabowo diperkirakan akan bertemu dengan sejumlah pejabat asing, termasuk beberapa kepala negara, di istana presiden pada Minggu sore, menurut Hasan Nasbi, kepala organisasi komunikasi presiden. Tiongkok mengirim Wakil Presiden Han Zheng ke pelantikan, sementara delegasi dari Amerika Serikat dipimpin oleh Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung kebijakan luar negeri, menyatakan bahwa Indonesia tetap non-blok di panggung internasional, tetapi ia menyatakan dukungan untuk rakyat Palestina dan menyebut Jakarta siap mengirim lebih banyak bantuan ke Gaza.
Selama kampanyenya, Prabowo memposisikan diri sebagai kandidat keberlanjutan bagi pemilih dan investor. Namun, tuduhan masa lalu terhadap Prabowo yang terlibat dalam penculikan aktivis mahasiswa dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua dan Timor Timur masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan advokat demokrasi. Prabowo selalu membantah tuduhan tersebut, yang mengakibatkan pemecatannya dari militer pada 1998, tahun ketika Indonesia keluar dari kekuasaan otoriter Presiden Suharto.
Sumber: Reuters


























