• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Revitalisasi Gapoktan: Ujian Serius Negara Membela Petani

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 1, 2026
in Feature, Komunitas
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Revitalisasi pada hakikatnya adalah proses, cara, atau upaya untuk menghidupkan kembali sesuatu yang sebelumnya kurang berdaya. Dari pengertian ini, revitalisasi dapat dipahami sebagai ikhtiar sadar untuk menggiatkan kembali program, lembaga, atau sistem yang selama ini berjalan tidak optimal.

Revitalisasi juga dapat dimaknai sebagai upaya menjadikan sesuatu kembali penting dan relevan. Ia identik dengan giving a new life—memberi darah baru agar sebuah sistem kembali bernyawa. Dengan revitalisasi, diharapkan terjadi perubahan yang terukur dan signifikan, terutama yang bermuara pada terciptanya nilai tambah ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Dalam praktiknya, revitalisasi mencakup berbagai aspek. Pertama, aspek fisik, seperti pembangunan atau penataan kembali fasilitas publik dan sarana pendukung. Kedua, aspek ekonomi, yakni penguatan nilai ekonomi, baik pada aset maupun kelembagaan usaha. Ketiga, aspek sosial, berupa peningkatan dinamika dan kualitas kehidupan sosial masyarakat, termasuk kelompok tani sebagai aktor utama sektor pertanian.

Revitalisasi dapat diterapkan pada bangunan, kawasan, program, kegiatan, maupun kelembagaan. Dalam bahasa sederhana, revitalisasi adalah upaya memvitalkan kembali apa yang sejatinya sudah ada, namun melemah karena kelalaian, salah urus, atau ketidaktepatan kebijakan.

Dalam konteks pertanian, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan salah satu pilar kelembagaan penting. Gapoktan adalah wadah berhimpunnya beberapa kelompok tani dengan tujuan meningkatkan skala ekonomi, efisiensi usaha, serta memperkuat posisi tawar petani. Melalui Gapoktan, pembinaan dan intervensi pemerintah diharapkan dapat berlangsung lebih terfokus dan efektif.

Secara ideal, Gapoktan menjalankan berbagai fungsi strategis. Di antaranya menyediakan sarana produksi pertanian seperti pupuk, benih, pestisida, dan alat mesin pertanian; menyediakan permodalan usaha melalui skema kredit atau swadaya; mengelola hasil produksi melalui penggilingan, grading, dan pengepakan; serta memasarkan hasil pertanian anggota, baik secara langsung maupun melalui kemitraan usaha.

Dalam kerangka itulah, kebijakan politik pemerintah untuk memangkas rantai distribusi pupuk bersubsidi patut diapresiasi. Saluran distribusi yang semula panjang, berlapis, dan menjelimet kini disederhanakan. Selama ini, panjangnya alur distribusi menjadi salah satu penyebab utama sulitnya petani memperoleh pupuk bersubsidi, terutama saat musim tanam.

Dengan melibatkan hanya tiga lembaga—Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan Gapoktan—diharapkan berbagai kekisruhan dalam program pupuk bersubsidi dapat diakhiri. Rantai yang lebih pendek bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memudahkan pengawasan dan memperjelas tanggung jawab.

Yang menarik untuk dicermati, penyederhanaan ini sekaligus membuka peluang untuk menutup ruang gerak mafia pupuk. Praktik kongkalikong antaroknum yang selama ini menari di atas penderitaan petani diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Namun, catatan kritisnya jelas: apakah ketiga lembaga tersebut benar-benar siap menjalankan peran strategisnya secara profesional dan berintegritas?

Pertama, kesiapan Kementerian Pertanian dalam hal data. Hingga kini, kualitas dan akurasi data petani penerima subsidi masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa data yang valid, kebijakan sebaik apa pun berpotensi salah sasaran dan melahirkan ketidakadilan baru.

Kedua, kesiapan PT Pupuk Indonesia. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang dimiliki cukup mumpuni untuk menyalurkan pupuk bersubsidi secara efektif dan efisien hingga ke Gapoktan. Tak kalah penting, strategi pengawasan apa yang akan ditempuh agar distribusi benar-benar berjalan sesuai tujuan?

Ketiga—dan ini yang paling krusial—adalah kondisi Gapoktan itu sendiri. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak Gapoktan terjangkit apa yang bisa disebut sebagai “Sindrom Bantuan”. Mereka aktif bergerak hanya ketika ada bantuan pemerintah. Di luar itu, tak sedikit Gapoktan yang mengalami mati suri.

Masalah lainnya terletak pada tata kelola. Kepengurusan Gapoktan sering kali dibangun di atas relasi kekerabatan, bukan profesionalisme. Akibatnya, sulit menemukan pengelola Gapoktan yang benar-benar memahami manajemen organisasi, administrasi usaha, serta strategi pengembangan kelembagaan yang berkelanjutan.

Karena itu, revitalisasi Gapoktan menjadi agenda yang mendesak dan tak bisa ditunda. Pemangkasan saluran distribusi pupuk bersubsidi hanya akan berhasil bila Gapoktan tampil sebagai lembaga yang profesional, berdaya, dan bermartabat. Kita membutuhkan semangat baru dari pengelola Gapoktan—semangat untuk tumbuh mandiri, bukan bergantung.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Gapoktan yang kuat dan mandiri setidaknya ditandai oleh beberapa indikator berikut:

  1. Adanya pertemuan rutin antara pengurus dan anggota

  2. Memiliki rencana kerja yang jelas serta mekanisme evaluasi

  3. Memiliki peraturan internal yang ditaati pengurus dan anggota

  4. Menjalankan administrasi organisasi secara rapi dan transparan

  5. Memberikan fasilitas dan layanan nyata bagi kelompok tani dalam menjalankan usaha taninya

Kini, semua kembali pada komitmen bersama. Apakah revitalisasi kelembagaan petani benar-benar dijalankan sebagai agenda serius, atau sekadar jargon kebijakan? Waktu yang akan menjawab.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKT)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa ke Iran?

Next Post

Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Teheran Bantah Keras

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Israel Serang Iran, Fasilitas Nuklir dan Pejabat Militer Tewas

Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Teheran Bantah Keras

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Akibat Penutupan Wilayah Udara Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Akibat Penutupan Wilayah Udara Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...