• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

RI Raja Beras ASEAN, Juara 4 Dunia: Tapi Beranikah Setop Impor Selamanya?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 25, 2025
in Economy, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Tak terbantahkan lagi, negeri ini sungguh layak dijuluki “gudang beras dunia”. Produksinya melimpah, produktivitasnya pun meningkat secara konsisten. Di kawasan ASEAN, Indonesia tak hanya unggul—tapi berdiri sebagai “raja beras” dengan capaian tertinggi dibanding negara tetangga.

Bahkan dalam skala global, posisi Indonesia tak bisa diremehkan. Berdasarkan Food Outlook Biannual Report on Global Food Markets dari FAO per Juni 2025, Indonesia menduduki peringkat keempat produsen beras terbesar di dunia. Produksi beras periode 2025–2026 diperkirakan mencapai 35,6 juta ton, dengan cadangan beras pemerintah tembus 4 juta ton. Ini bukan prestasi biasa—ini modal besar menuju kemandirian pangan sejati.

Untuk perbandingan, India menempati posisi puncak dengan 146,6 juta ton, disusul China (143 juta ton), dan Bangladesh (40,7 juta ton). Posisi keempat yang kita tempati bukan hasil kebetulan, tapi cermin dari kerja keras para petani, dan—harusnya—juga buah dari arah kebijakan yang berpihak.

Lebih jauh, laporan USDA Rice Outlook April 2025 juga memvalidasi capaian ini: Indonesia jadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara, unggul dari Vietnam (26,5 juta ton), Thailand (20,1 juta ton), dan Filipina (12 juta ton).

Namun, capaian ini bukanlah akhir. Ini baru awal dari peluang besar yang—jika dikelola serius—bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan beras dunia. Tapi syaratnya jelas: komitmen politik dan konsistensi kebijakan.

Strategi Mempertahankan dan Melampaui

Agar tak hanya bertahan, tapi melompat lebih tinggi, setidaknya tujuh strategi kunci harus dijalankan:

  1. Genjot produktivitas pertanian, lewat pupuk subsidi yang adil, perbaikan irigasi, dan teknologi modern.

  2. Maksimalkan serapan beras oleh Bulog, agar petani tak rugi saat panen raya.

  3. Tetapkan harga gabah yang menguntungkan, agar petani punya insentif kuat meningkatkan produksi.

  4. Perkuat infrastruktur pertanian, dari gudang, akses jalan, hingga pasca-panen.

  5. Tingkatkan kualitas beras, dengan varietas unggul dan standar pengolahan yang mumpuni.

  6. Dorong ekspor beras, sebagai langkah konkret meningkatkan devisa dan posisi tawar Indonesia.

  7. Hadapi tantangan perubahan iklim, dengan sistem pertanian adaptif dan tangguh.

Semua langkah ini bukan mustahil, karena kita sudah buktikan bahwa produksi nasional bisa melonjak, sebagaimana panen awal 2025 yang diprediksi Departemen Pertanian AS akan menyentuh 34,6 juta ton.

Hentikan Impor Beras, Jangan Setengah Hati!

Lebih dari itu, penghentian impor beras sejak 2025 semestinya bukan hanya langkah sementara. Jangan sampai sejarah berulang: setelah bangga dengan swasembada, diam-diam pintu impor kembali dibuka. Itu bukan strategi, tapi pengkhianatan terhadap kerja keras petani sendiri.

Kini saatnya menjadikan kemandirian pangan sebagai kebijakan permanen, bukan tren musiman. Pemerintah harus menunjukkan cinta sejati pada sektor pertanian, bukan hanya dalam pidato, tapi dalam anggaran, regulasi, dan perlindungan nyata.

Capaian peringkat keempat dunia ini harus jadi batu pijakan, bukan sekadar simbol. Sebab kalau tak hati-hati, semua kejayaan bisa menguap seperti embun pagi. Petani tak butuh tepuk tangan, mereka butuh keberpihakan.

Semoga tulisan ini menjadi bahan perenungan kolektif, agar Indonesia bukan hanya besar di angka, tapi juga kokoh dalam ketahanan pangan dan keadilan bagi para peladangnya.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Warga Teheran Tumpah ke Jalan Rayakan Keberhasilan Pertahanan dari Agresi Israel

Next Post

DPR RI Belum Agendakan Surat Pemakzulan Gibran di Paripurna

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Puan: Ridwan Kamil dan AHY Tak Mungkin Berpasangan Dengan Ganjar

DPR RI Belum Agendakan Surat Pemakzulan Gibran di Paripurna

Tidak Ada Makan Siang yang Gratis, Pak Presiden

Tidak Ada Makan Siang yang Gratis, Pak Presiden

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...