• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

RUDAL IRAN DI PANGKALAN AS, TRUMP AJAK DAMAI, MELEDAK DI KOMPOR RAKYAT INDONESIA

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 24, 2025
in Feature, Perang
0
RUDAL IRAN DI PANGKALAN AS, TRUMP AJAK DAMAI, MELEDAK DI KOMPOR RAKYAT INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh: Muhammad Yamin Nasution, S.H. – Pemerhati Hukum

Analisa Geo Politik, Hukum & Ekonomi

Langit Qatar mendadak bergemuruh. Pada 23 Juni 2025 dini hari, rudal-rudal Iran melesat menuju pangkalan militer Amerika Serikat di Al Udeid, Doha. Serangan itu bukan isapan jempol. Iran mengklaimnya sebagai pembalasan atas gempuran AS dua hari sebelumnya ke tiga fasilitas strategis militer di Teheran.

Walau tak menimbulkan korban jiwa dan sebagian besar rudal berhasil dicegat, serangan itu meninggalkan pesan politik yang keras. Iran tidak akan diam, bahkan jika lawannya adalah Amerika. Tapi pesan itu juga memantul jauh : harga LPG di Indonesia naik, kompor rakyat kembali terbakar.

Pangkalan Al Udeid bukan sekadar markas. Ia adalah pusat komando militer AS untuk Timur Tengah dan Asia Tengah, rumah bagi lebih dari 10.000 personel militer dan salah satu simpul logistik global terpenting bagi Washington. Menyerang pangkalan ini berarti menyentuh jantung strategi global Amerika Serikat.

Masalahnya, pangkalan itu berada di wilayah Qatar, negara ketiga yang tidak terlibat langsung dalam konflik. Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB secara tegas melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah negara lain. Iran bisa berdalih bahwa ia hanya menggunakan hak bela diri (Pasal 51 Piagam PBB), namun ketika rudal mendarat di wilayah negara netral, tanpa izin, tanpa otorisasi Dewan Keamanan, tindakan itu jelas melanggar prinsip kedaulatan.

 “Iran proves it’s not dead yet, but the response was surprisingly restrained,” tulis The Daily Beast dalam laporannya. Sumber:

The Daily Beast, 23 Juni 2025

Baca : https://www.thedailybeast.com/iran-retaliates-with-missile-launch-at-us-military-bases-in-qatar/

Tak heran jika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain langsung mengutuk tindakan Iran. Mereka menuduh Teheran membawa ketegangan baru ke kawasan Teluk. Pemerintah Qatar menutup sementara ruang udara, dan Bandara Internasional Hamad mengalami gangguan. Ratusan penerbangan dialihkan. Qatar Airways dan maskapai Teluk lainnya kehilangan jutaan dolar hanya dalam satu hari.

Namun di tengah bara konflik, suara damai justru datang dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump, dalam pernyataan persnya, menyebut serangan Iran “lemah” dan tidak cukup untuk dibalas. “It’s time for peace,” katanya, menahan diri dari respons militer besar-besaran. Dunia untuk sesaat menghela napas, tapi pasar tetap sesak oleh kecemasan.

Sumber: New York Post, 23 Juni 2025

Baca:https://apnews.com/article/trump-iran-oil-strait-hormuz-regime-change-35eb69d501e5e4fa00463009d539996e

Baca:https://nypost.com/2025/06/23/world-news/trump-confirms-early-notice-of-very-weak-response-by-iran-on-us-base-in-qatar/

Di pasar energi global, harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 6%. Ketegangan di kawasan Teluk mengancam jalur pasokan strategis: Selat Hormuz, yang dilalui 30% ekspor minyak dunia. Bahkan pasokan LNG dari Qatar pun terganggu, dan itu berdampak langsung ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga gas dunia langsung terasa di dapur kita. Harga LPG internasional jenis CP Aramco naik hampir USD 50 per metrik ton. Indonesia yang mengimpor sebagian besar LPG-nya, dan mensubsidi tabung 3 kg untuk jutaan rumah tangga, langsung terdampak. PT Pertamina mulai engevaluasi kebijakan harga. Pemerintah bersiap melakukan intervensi, tapi tekanan fiskal semakin berat.

Di banyak wilayah, harga eceran LPG naik diam-diam. Kelangkaan mulai muncul di daerah-daerah pinggiran. Bagi keluarga miskin, kompor bukan lagi tempat memasak, tapi sumber kecemasan bulanan.

Yang lebih membingungkan: kenapa rudal Iran yang menyerang pangkalan AS di Qatar bisa menyebabkan LPG meledak di rumah rakyat Indonesia? Jawabannya ada di rantai energi global, dan juga pada rapuhnya kedaulatan energi kita. Indonesia belum mandiri dalam penyediaan gas rumah tangga, apalagi minyak mentah. Ketika konflik Timur Tengah mengguncang harga pasar dunia, dampaknya langsung menusuk perut rakyat.

Nasib WNI

Tapi ini bukan hanya tentang kompor. Di Qatar dan negara-negara Teluk lainnya, ada lebih dari 300.000 WNI yang bekerja sebagai TKI, termasuk di sektor migas, konstruksi, dan jasa. Konflik bersenjata akan langsung mengancam keselamatan mereka. Sementara di dalam negeri, harga energi akan mengerek inflasi, memperlemah daya beli, dan membebani APBN. Jika harga LPG dan BBM terus naik, pemerintah harus memilih: stabilitas fiskal, atau kestabilan sosial.

Secara diplomatik, Indonesia dihadapkan pada pilihan sulit. Netralitas mungkin tidak cukup. Sebagai negara besar dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia akan diuji oleh tuntutan moral, solidaritas kawasan, dan realitas politik global. Apakah kita hanya akan diam melihat pelanggaran hukum internasional oleh Iran? Atau apakah kita berani menyuarakan perdamaian sambil menagih tanggung jawab global atas ekonomi rakyat yang ikut terbakar?

Konflik kali ini bukan konflik biasa. Bukan hanya karena pelakunya Iran dan Amerika, tapi karena eskalasi ini menyinggung dua poros besar dunia: Barat dan Timur, Sunni dan Syiah, minyak dan kekuasaan. Perang bisa menjalar. Dan perang dunia tidak selalu dimulai dari bom besar, kadang hanya dari satu rudal yang melesat ke arah pangkalan asing di tanah netral.

Rudal Iran memang diarahkan ke pangkalan militer AS di Qatar. Tapi letupan terbesarnya justru terasa di kompor rakyat Indonesia. Dan seperti biasa, yang membayar harganya adalah mereka yang tak pernah ikut menembakkan satu pun peluru.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SUHENDI, LANSIA DI TAMBANG PIDANA?

Next Post

Pangan Tak Cukup Hanya Ada: Saatnya Bicara Serius Soal Akses!

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Pangan Tak Cukup Hanya Ada: Saatnya Bicara Serius Soal Akses!

Pangan Tak Cukup Hanya Ada: Saatnya Bicara Serius Soal Akses!

Raja Saudi, Mengapa Kami Marah?

Raja Saudi, Mengapa Kami Marah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...