Fusilatnews – Seorang pejabat senior Rusia memperingatkan bahwa lebih banyak pasokan persenjataan AS ke Ukraina, hanya akan menambah bahan bakar ke api yang berpuncak pada lebih banyak serangan balasan oleh pasukan Rusia.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang juga mantan presiden negara itu, mengatakan kepada wartawan Nadana Fridrikhson dalam wawancara tertulis yang diterbitkan pada hari Sabtu ( 5/2 ) bahwa jika Ukraina menerima senjata baru, semua wilayah yang tersisa di bawah kekuasaannya juga akan terbakar.
“Lebih banyak bantuan ke Ukraina berarti lebih banyak pembalasan,” tegasnya.
Fridrikhson bertanya kepada Medvedev apakah penggunaan senjata jarak jauh dapat memaksa Rusia untuk bernegosiasi dengan Kiev.
Medvedev menegaskan bahwa penggunaan senjata jarak jauh oleh Ukraina dan sekutunya tidak akan memaksa Rusia untuk mengadakan negosiasi.
“Hasilnya justru sebaliknya,” jawab Medvedev.
Medvedev menegaskan bahwa Rusia siap menggunakan segala jenis senjata sesuai dengan dokumen doktrinalnya.
Pentagon mengatakan pada hari Jumat bahwa roket baru yang akan menggandakan jangkauan serangan Ukraina termasuk dalam paket bantuan militer AS senilai $2,175 miliar.
Kembali pada bulan Oktober, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan memasok rudal jarak jauh adalah salah satu “garis merah” Moskow dan Rusia akan membalas langkah tersebut dengan langkah-langkah khusus terhadap pemasok.
AS dan sekutunya tidak secara langsung mengambil bagian dalam permusuhan, tetapi terus mengirimkan senjata dan amunisi ke Kiev senilai lebih dari $32 miliar, sejak Rusia meluncurkan ‘operasi militer khusus’ hampir setahun yang lalu.
Rusia berkali-kali menegaskan bahwa membanjiri Ukraina dengan lebih banyak senjata dan amunisi hanya akan memperpanjang perang dan menambah penderitaan rakyat Ukraina.
Sumber : Presstv
























