Oleh : Dr. Susilawati Saras. SE., MM., MA, M.han – Intelektual Bela Negara
Pidato kebudayaan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Ke – 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara Merajut Persatuan dalam rangka 78 tahun Indonesia merdeka di Taman Ismail Marzuki, Kamis lalu tanggal 24 Agustus 2023 merupakan ajang membudayakan nilai-nilai kehidupan berbangsa bernegara yang diakhiri dengan menampilkan karya lukisan terbaik anak bangsa yang juga diikuti oleh Bapak SBY sebagai pelukis pemula yang diprakarsai oleh Jogja Disability Arts dan Yayasan Urun Daya Kota.
Pesan penuh hikmat yang dipetik bahwa kehidupan masyarakat Indonesia kental dengan mitos-mitos yang berkembang sehingga berdampak pada kurangnya upaya atau tindakan untuk memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan secara mandiri karena sangat tergantung oleh hal-hal yang tidak benar dan nyata.
Apakah karakter tersebut muncul dan terbentuk dari negara beriklim tropis sehingga terlena dan malas untuk melakukan sesuatu yang memiliki nilai lebih pada diri. Berbeda dengan masyarakat di negara empat musim yang membutuhkan effort besar dalam menghadapi dan menyikapi setiap pergantian musim agar kesehatan dan keselamatan hidup mereka terjamin aman otomatis membentuk karakter kuat secara bersama dan terus bergerak untuk menyiapkan kondisi terbaik.
Sejatinya bangsa Indonesia yang berada di negara tropis justru lebih mampu berkreasi lebih optimal karena kondisi alamnya sangat mendukung untuk beraktivitas apapun baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan sepanjang waktu.
Selama 30 tahun berkarir di TNI, 15 tahun di politik pemerintahan dan sekarang mulai memasuki dunia seni dan budaya, SBY mengajak seluruh anak bangsa untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik dengan menggeser nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru karena adanya perbedaan konteks, ruang, waktu dan keadaan. Terjadi perubahan way of life, cara berpikir, sistem sosial dan budaya dampak globalisasi menjadikan kita semua sebagai masyarakat dunia.
Mitos yang lahir di era orde baru tentang pembangunan, jika ingin sejahtera bangun ekonomi lupakan demokrasi, karena jika keduanya dijalankan akan kacau. Juga mengenai keamanan nasional untuk melupakan kebebasan jika ingin aman.
Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara yang juga sebagai pemimpin pada forum-forum Asean, pada tahun 2008 berhasil masuk sebagai negara G-20 (20 ekonomi terbesar di dunia) maka telah terpatahkan mitos-mitos yang membelenggu.
Ekonomi dapat tumbuh dan demokrasi stabil, kebebasan terjamin dan keamanan nasional tetap terjaga bahkan di era pemerintahan SBY ekonomi dapat tumbuh baik sebesar 6% dan demokrasi juga berjalan baik.
Menuju satu abad kemerdekaan Indonesia di tahun 2045 dengan langkah yang benar, jalan yang tepat, pemimpin dan rakyat yang cerdas, do something untuk kebaikan kita semua maka Indonesia akan menjadi negara kuat (SBY).
























