• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Seandainya Dunia Tanpa Bajingan Netanyahu dan Trump

Ali Syarief by Ali Syarief
June 24, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Seandainya Dunia Tanpa Bajingan Netanyahu dan Trump
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dunia hari ini ibarat panggung wayang yang kehilangan lakon bijaknya. Pertunjukan berlangsung, lakon berganti, tapi sabetan tetap kasar, menakutkan, dan kadang membosankan. Dalam deretan tokoh yang membikin gaduh jagat politik internasional, dua nama tampil mencolok bagai barisan depan dalam pementasan teater dunia: Benjamin Netanyahu dan Donald Trump.

Apa jadinya jika keduanya tak pernah ada di muka bumi ini?

Tentu kita tidak sedang berkhayal ala anak-anak sekolah dasar yang muak pada guru killer, lalu berharap gurunya tiba-tiba pindah tugas. Tidak. Kita mencoba menyusun kembali peta sejarah dengan satu asumsi kecil: bagaimana jika dua gumpalan besar egoisme politik itu tak pernah lahir atau eksis dalam panggung dunia?


Netanyahu bukan sekadar pemimpin Israel. Ia adalah simbol dari kekuasaan yang dibalut paranoia sejarah. Di tangannya, tanah Palestina menjadi panggung uji coba senjata dan politik pengusiran yang diselimuti retorika keamanan nasional. Dengan mulut manis dan tangan besi, ia membungkus agresi dengan bahasa pertahanan.

Bayangkan jika tokoh semacam itu tak pernah muncul. Mungkin, tak akan ada perang berkepanjangan di Gaza. Mungkin, rakyat Palestina bisa menghirup udara merdeka tanpa perlu menengok langit yang saban saat mengancam menurunkan bom. Mungkin pula, generasi muda Yahudi dan Arab bisa duduk berdialog, bukannya saling membenturkan kepala dengan batu dan peluru.

Tapi dunia bukan hanya milik Netanyahu. Ia hanya satu simpul dari kekuasaan yang terlalu lama nyaman hidup dalam ketakutan yang dipelihara. Karena itu, hilangnya Netanyahu belum tentu menjamin datangnya Isa Al-Masih atau Al-Mahdi. Dunia tetap dunia.


Begitu pula Donald Trump. Ia bukan sekadar Presiden Amerika Serikat. Ia adalah manifestasi dari amarah kelas menengah kulit putih yang takut kehilangan privilese. Ia tampil dengan rambut pirang, mulut penuh janji, dan gaya bicara yang menyentuh sisi terburuk manusia: rasisme, egoisme, dan ketakutan terhadap yang lain.

Seandainya ia tak pernah ada, dunia mungkin tak harus menyaksikan penarikan AS dari Kesepakatan Paris. Iran mungkin masih duduk di meja diplomasi. Gedung Capitol tidak akan menjadi tontonan murahan penuh kekacauan. Dan demokrasi Amerika tak akan seperti rumah tua yang keropos dimakan rayap populisme.

Trump memperlihatkan pada dunia bahwa kebodohan bisa terpilih, asal dikemas dengan kepercayaan diri dan dukungan modal. Ia membuktikan bahwa fakta bisa dikalahkan oleh tweet, dan bahwa kebenaran bisa ditekuk dengan teriakan.


Tapi mari kita jujur. Dunia tanpa Netanyahu dan Trump belum tentu menjadi surga. Mungkin kita akan punya versi lain dari mereka—dengan gaya yang lebih halus, senyum yang lebih hangat, tapi ambisi yang sama bengisnya. Dunia tidak menciptakan Trump dan Netanyahu dari ruang hampa. Mereka adalah hasil dari sistem, dari ketakutan kolektif, dari kebencian yang dibudidayakan dengan penuh gairah.

Mereka adalah gejala. Dan seperti semua gejala, ia akan terus datang kembali jika penyakit utamanya tak diobati.


Jadi, andaikan keduanya lenyap dari panggung dunia, barangkali dunia akan bernafas sedikit lebih lega. Tapi jangan cepat-cepat berharap fajar menyingsing. Karena matahari hanya terbit bagi mereka yang bangun lebih dulu, menanam benih, dan menyiraminya dengan kesadaran.

Dan hari ini, kesadaran adalah barang yang langka di pasar peradaban.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran vs Israel: Momentum Kebangkitan Islam dan Seruan Tegas Habib Rizieq Shihab untuk Umat Dunia

Next Post

Arab Saudi Kecam Serangan Iran terhadap Pangkalan Militer AS di Qatar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Arab Saudi Kecam Serangan Iran terhadap Pangkalan Militer AS di Qatar

Arab Saudi Kecam Serangan Iran terhadap Pangkalan Militer AS di Qatar

SUHENDI, LANSIA DI TAMBANG PIDANA?

SUHENDI, LANSIA DI TAMBANG PIDANA?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist