• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Seekor Lebah dan Keabadian yang Gagal: Sebuah Catatan tentang Kematian dan Kita yang Masih Bernapas

fusilat by fusilat
June 25, 2025
in Feature, Spiritual
0
Seekor Lebah dan Keabadian yang Gagal: Sebuah Catatan tentang Kematian dan Kita yang Masih Bernapas
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mira Santi

Di sebuah lapangan hijau di Windsor, seorang pria terjatuh. Ia bukan siapa-siapa bagi kebanyakan orang, tetapi bagi dunia—ia adalah segalanya: kaya, terkenal, berdarah biru kapital. Sunjay Kapoor, miliarder dari India, ahli waris kerajaan bisnis otomotif, seorang yang—dalam istilah lama yang banal—telah memiliki segala-galanya: uang, kekuasaan, cinta yang cantik.

Dan lalu: seekor lebah.

Bukan granat, bukan sabotase, bukan konspirasi bisnis. Seekor lebah. Makhluk kecil bersayap bening yang pada suatu siang musim panas menyelinap masuk ke mulut seseorang yang sedang bermain polo, dan dunia seorang pria yang pernah mencium bintang Bollywood itu lenyap seketika. Ia tidak mati di atas ranjang rumah sakit termewah. Tidak mati dalam pelukan istri, atau dikelilingi keluarga. Ia mati, begitu saja. Di lapangan. Di antara para penonton elit dan semilir angin Inggris.

Tapi kisah ini bukan tentang Sunjay Kapoor. Seperti sajak-sajak terbaik Chairil Anwar, ia hanya perantara. Ia adalah wajah dari kita semua. Atau lebih tepatnya: bayangan tentang apa yang akan terjadi pada kita semua.

Sebab pada akhirnya, kematian tak mengenal privilege. Ia tidak mengenakan jas formal ketika datang. Ia tak pernah membuat janji. Ia bisa menyamar sebagai lebah, atau dingin sebagai angka statistik. Ia datang tanpa peringatan. Atau justru terlalu banyak mengirim sinyal yang kita abaikan. Ia tidak peduli siapa yang kita peluk, apa yang kita tonton, seberapa sering kita muncul di berita utama.

Apakah hidup kita benar-benar milik kita, jika kita tak tahu kapan ia akan diambil?

Para filsuf Yunani—yang menua tanpa asuransi—sering berkata: manusia adalah satu-satunya makhluk yang tahu bahwa ia akan mati, tetapi satu-satunya pula yang hidup seakan ia akan abadi. Kita menabung, membuat rencana pensiun, membeli rumah, memilih asuransi jiwa, dan memasang pagar tinggi. Tapi kita tak pernah benar-benar siap untuk pertanyaan mendasar: kalau hari ini adalah hari terakhir, apa yang tersisa dari kita selain nama dan tagihan listrik?

Seekor lebah mengingatkan kita pada satu hal yang terlupa dalam segala gegap gempita pembangunan, pencapaian, dan kursi jabatan: bahwa hidup tidak linear. Ia bukan tangga, melainkan titik-titik. Sebagian bercahaya, sebagian beku, sebagian lainnya hancur sebelum sempat kita beri makna.

Lebah itu mungkin tidak tahu siapa yang ia bunuh. Tapi barangkali, justru karena itulah ia memberi kita pelajaran yang tak bisa dibeli bahkan oleh jet pribadi.

Sebab hidup, pada akhirnya, bukan tentang berapa panjang ia berlangsung. Tapi tentang berapa dalam ia dijalani.

Dan jika esok adalah giliran kita—siapa tahu—apa yang ingin kita wariskan? Bisnis? Foto keluarga di Instagram? Atau satu kata yang membuat seseorang tak jadi menyerah?

Tak ada jawaban yang pasti. Hanya pengingat sunyi: bahwa kita semua sedang dalam antrean.

Dan seekor lebah, mungkin sudah mengepakkan sayapnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

APA BISA GIBRAN MEMIKUL BEBAN SEJARAH?

Next Post

NU: Nunut Urip? Habis Tambang Terbitlah MBG!

fusilat

fusilat

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
“Pertambangan Batu Bara, Umpan yang Lezat bagi Ormas Kakap Nunut Umara”

NU: Nunut Urip? Habis Tambang Terbitlah MBG!

Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist