• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan

fusilat by fusilat
December 27, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Ketika banjir bandang dan longsor dahsyat melanda Sumatera—menewaskan lebih dari 1.100 jiwa, ratusan hilang, dan ratusan ribu keluarga kehilangan rumah serta mata pencaharian—para elit oligarki justru sibuk menghitung lonjakan kekayaan mereka. Forbes baru saja merilis daftar 50 orang terkaya Indonesia, dengan kekayaan kolektif mencapai rekor US$306 miliar, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Prajogo Pangestu memuncaki daftar dengan US$39,8 miliar, diikuti Low Tuck Kwong di posisi lebih rendah namun tetap dengan puluhan miliar dolar dari sektor energi dan tambang. Sementara rakyat berduka, mereka meraup untung dari ekspansi bisnis ekstraktif yang sama-sama menjadi akar dan biang kerok bencana.

Keserakahan yang tak terbatas ini seperti digambarkan Kahlil Gibran dalam puisinya tentang “Pemakan Bumi”:

Dalam pengembaraan aku pernah melihat sebuah pulau yang dihuni oleh seorang manusia seperti monster berkaki besi, yang makan bumi dan minum lautan tak putus-putusnya.
Lama sekali aku memandanginya. Kemudian aku mendekatinya dan berkata,
“Tidak pernahkah engkau merasa cukup, apakah laparmu tidak pernah terpuaskan dan hausmu tidak pernah terpadamkan?”
Ia menjawab,
“Ya, aku telah terpuaskan. Aku juga letih makan dan minum, tapi aku takut bila esok tak ada lagi bumi yang dapat kumakan dan lautan yang dapat kuminum.”

Sebenarnya, manusia itu normalnya hanya butuh makan 2.000-2.500 kalori sehari, air bersih, dan interaksi sederhana untuk bahagia. Tapi bagi oligarki, itu tak pernah cukup. Abraham Maslow menyebut manusia sebagai “perpetually wanting animal”—hewan yang selalu menginginkan lebih. Begitu kebutuhan dasar terpenuhi, muncul nafsu baru. Gambaran Erich Fromm lebih sarkastis lagi: “Greed is a bottomless pit”—keserakahan adalah lubang tanpa dasar yang melelahkan diri sendiri tanpa pernah memberi kepuasan sejati. Kasihan, bukan? Mereka sudah punya yacht, jet pribadi, dan rumah, mobil mewah lebih dari satu bahkan se-dealer di garasi rumah mewah mereka, ples ani-ani modelan artis tobrut yang membelalakkan mata, tapi tetap gelisah jika rekeningnya “hanya” bernilai triliunan.

Banjir Sumatera 2025 bukan sekadar bencana alam, melainkan akibat langsung deforestasi brutal di pegunungan Bukit Barisan. Data dari berbagai lembaga seperti WALHI dan Global Forest Watch menunjukkan hilangnya jutaan hektare hutan akibat izin HPH, tambang, dan perkebunan. Elit menguasai puluhan juta hektare tanah, sementara petani kecil hanya bertahan dengan lahan minim. Proyek Strategis Nasional (PSN) warisan era sebelumnya terus berlanjut, menggusur rakyat, menggusur habitat endemik satwa langka, demi keuntungan segelintir konglomerat. Mega-korupsi di BUMN seperti Pertamina dan PT Timah merugikan negara hingga ratusan triliun—cukup untuk beli jet baru, pulau, bahkan harga diri prejengan pejabat, sementara rakyat kehilangan segalanya. Greenpeace juga mendesak penghentian deforestasi di Papua untuk proyek etanol, di mana hutan seluas Bali terancam lenyap demi “energi hijau” yang menguntungkan segelintir vampir oligarki ini.

Kata Erich Fromm lagi: “The more one has, the more one wants.” Elit ini nekrofilus—lebih cinta mati pada harta daripada nyawa rakyat. Bandingkan dengan Sengkuni dalam epic pewayangan: Sengkuni menjadi jahat karena trauma ekstrem dalam hidupnya dimana ia harus memakan saudara-saudaranya dan orang tuanya demi bertahan hidup dalam kelaparan di penjara. Seperti sindiran Cak Nun: “Kamu pernah susah apa? Pernah menderita apa, sehingga kejam sedemikian rupa pada rakyat?” Elit kita tak ada yang punya trauma seperti trauma kehidupan Sengkuni itu. Mereka lancar bayar miliaran untuk jabatan, tapi jahatnya luar biasa tanpa alasan—serakah murni dari ego mereka yang busuk. Pantas jika disebut lebih hina daripada Sengkuni.

Desember 2025, oligarki semakin rakus. Kekayaan mereka melonjak berkat ekspansi energi dan tambang, sementara rakyat Sumatera mendapatkan “hadiah” banjir sebagai imbalannya. Kritik dari Muhammad Said Didu: Rezim sebelumnya menyerahkan kedaulatan ekonomi, politik, hukum, wilayah, dan SDA kepada oligarki via UU Cipta Kerja—warisan busuk itu pun berlanjut. Negara hanya menjadi penonton, oligarki hidup makmur aman sentosa tanpa tersentuh hukum sedikitpun.

Sampai kapan? Sampai terbit kesadaran bahwa kita-lah pemilik sesungguhnya bumi Indonesia seisinya, kita yang harus menjadi tuan di negeri sendiri. Tanpa kesadaran kolektif untuk bangkit dari penjajahan oligarki, entah sampai kapan kita sampai pada turning point membalikkan keadaan.

🥀Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik, 25 Desember 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Politik Pundak Beras: Ketika Simpati Rakyat Dipanggul Demi Kekuasaan

Next Post

Sakit Harus Disyukuri

fusilat

fusilat

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post

Sakit Harus Disyukuri

BI Prediksi Tekanan Inflasi Akan Menurun Pada September 2023

Penyebab Kredit Menganggur di Bank: Analisis Fenomena Undisbursed Loan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...