• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Penyebab Kredit Menganggur di Bank: Analisis Fenomena Undisbursed Loan

Ali Syarief by Ali Syarief
December 27, 2025
in Economy, Feature
0
BI Prediksi Tekanan Inflasi Akan Menurun Pada September 2023
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena kredit menganggur (sering disebut undisbursed loan) di perbankan Indonesia meningkat secara signifikan. Kredit menganggur merupakan fasilitas kredit yang sudah disetujui oleh bank namun belum dicairkan atau ditarik oleh debitur. Fenomena ini bukan hanya menunjukkan dinamika perbankan, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas.

1. Ketidakpastian Ekonomi dan Pembentukan Sikap “Tunggu dan Lihat”

Salah satu penyebab utama kredit menganggur adalah ketidakpastian kondisi ekonomi sehingga pelaku usaha dan rumah tangga cenderung menunda pencairan kredit yang telah disetujui. Kondisi ini sering disebut oleh pelaku usaha sebagai sikap “wait-and-see”; mereka memilih menahan ekspansi dan investasi hingga prospek ekonomi lebih jelas. Ketidakpastian ini diperkuat oleh kondisi permintaan yang belum kuat, meskipun bank menyediakan fasilitas kredit.

Ketidakpastian tersebut bersumber dari berbagai faktor, seperti perubahan permintaan domestik dan global, tekanan inflasi, serta prospek pasar yang masih belum stabil. Ketika prospek ekonomi kurang meyakinkan, debitur yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan kredit memilih untuk tidak mencairkan kredit tersebut, memicu angka kredit menganggur terus meningkat.

2. Tingginya Suku Bunga Kredit dan Ketidakcocokan dengan Kebutuhan Debitur

Faktor berikutnya adalah tingginya suku bunga kredit yang masih dirasakan berat oleh dunia usaha dan rumah tangga. Meskipun suku bunga acuan sudah turun, penurunan suku bunga kredit di lapangan seringkali berjalan lebih lambat dan tidak cukup menstimulus debitur untuk mencairkan kredit mereka. Hal ini membuat debitur enggan menarik fasilitas kredit karena khawatir beban bunga yang membebani profitabilitas usahanya. (Tempo)

Kondisi ini sangat terasa di sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti properti, manufaktur, dan usaha kecil menengah yang bergantung pada modal kerja dari perbankan.

3. Permintaan Kredit yang Lemah dari Korporasi dan Rumah Tangga

Permintaan dari sisi debitur menjadi faktor kunci lain yang menyebabkan kredit menganggur. Bank Indonesia dan OJK mencatat permintaan kredit yang belum kuat dari korporasi dan rumah tangga sebagai faktor utama tingginya angka kredit nganggur. Banyak debitur tidak aktif memanfaatkan fasilitas kredit yang telah disetujui karena mereka menilai ekspansi usaha atau konsumsi besar belum perlu dilakukan. (CNBC Indonesia)

Permintaan yang lemah ini dapat terkait dengan tingkat kepercayaan konsumen dan pelaku usaha yang masih berhati-hati dalam membelanjakan atau mengembangkan usaha mereka. Ketika kepercayaan ekonomi rendah, permintaan kredit yang nyata menjadi terhambat meskipun fasilitas kredit tersedia.

4. Proses dan Syarat Pencairan Kredit yang Ketat

Bank sebagai lembaga yang menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent banking) sering kali memperketat persyaratan pencairan kredit. Ini berarti meskipun suatu kredit disetujui secara administratif, pencairannya sering tertunda untuk memastikan kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Ketatnya pemeriksaan dokumen, persyaratan tambahan dari debitur, dan evaluasi ulang terhadap risiko usaha menjadi penyebab kredit belum direalisasikan meskipun telah disetujui. (Kompas Money)

Kondisi ini terutama terjadi pada kredit investasi atau kredit modal kerja besar yang melibatkan banyak risiko dan ketidakpastian proyek di masa depan.

5. Ketidakpastian Lingkungan Usaha dan Faktor Eksternal Lainnya

Selain faktor internal perbankan dan permintaan kredit, lingkungan usaha yang kurang kondusif juga berkontribusi pada fenomena kredit menganggur. Sektor-sektor seperti infrastruktur, pertambangan, dan industri sering mengalami hambatan, baik karena regulasi, komoditas global yang volatil, maupun tantangan logistik, sehingga debitur menunda pencairan fasilitas kredit. (Bisnis Finansial)

Ketidakpastian eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, atau pergeseran kebijakan fiskal turut mempengaruhi keputusan debitur dalam menarik kredit bank.

Kesimpulan

Fenomena kredit menganggur di perbankan Indonesia adalah hasil dari berbagai faktor yang saling terkait. Tidak hanya berasal dari sisi permintaan kredit yang lemah akibat ketidakpastian ekonomi, tetapi juga dari struktur suku bunga yang belum cukup kompetitif, kebijakan internal bank yang hati-hati, serta ketatnya persyaratan pencairan kredit. Semua faktor ini menciptakan situasi di mana kredit tetap menganggur meskipun telah disetujui, sehingga tidak memberi dorongan penuh terhadap perekonomian. (Tempo)

Memahami penyebab ini penting agar kebijakan moneter dan perbankan yang dirancang ke depan dapat lebih efektif dalam mendorong kredit yang produktif dan nyata disalurkan ke sektor riil ekonomi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sakit Harus Disyukuri

Next Post

MEMBUNUH TIGA SETAN SEKALIGUS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
MEMBUNUH TIGA SETAN SEKALIGUS

MEMBUNUH TIGA SETAN SEKALIGUS

Terinspirasi Dewi Keadilan, Anwar Budiman Jaga Keseimbangan

Terinspirasi Dewi Keadilan, Anwar Budiman Jaga Keseimbangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist