• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politik Pundak Beras: Ketika Simpati Rakyat Dipanggul Demi Kekuasaan

fusilat by fusilat
December 27, 2025
in Feature, Politik
0
Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Hanya Zulhas Yg Memikul Beras

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Memang, ada banyak cara untuk merebut simpati rakyat. Para politisi di negeri ini tahu betul bagaimana memasarkan diri agar tampak dekat, peduli, dan seolah-olah menyatu dengan denyut nadi masyarakat. Salah satu cara yang kerap dipertontonkan adalah adegan simbolik: pejabat negara atau calon pemimpin memanggul karung beras di pundaknya saat menyalurkan bantuan, terutama ketika bencana melanda.

Pemandangan serupa juga lazim kita jumpai dalam masa kampanye pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif. Para calon dengan penuh keyakinan mengangkat beras di pundak mereka, seakan ingin menegaskan kedekatan emosional dengan rakyat kecil. Mereka percaya, gestur semacam itu adalah jalan pintas untuk mencuri simpati dan meraih dukungan politik.

Fenomena inilah yang kerap disebut sebagai “politik pundak beras.” Sebuah istilah kritis untuk menggambarkan praktik politik yang lebih menonjolkan kepentingan pribadi atau kelompok dibandingkan kepentingan masyarakat luas. Politik jenis ini menempatkan bantuan sosial bukan sebagai instrumen kebijakan publik yang berkelanjutan, melainkan sebagai alat transaksi politik.

Secara harfiah, “pundak beras” merujuk pada tindakan simbolik memanggul kebutuhan pokok rakyat. Namun secara substantif, ia mencerminkan praktik penggunaan sumber daya dan kekuasaan demi keuntungan politik sesaat: membeli dukungan dengan bantuan, mengikat loyalitas dengan karung beras, dan menukar hak politik rakyat dengan belas kasihan semu.

Mengapa politik pundak beras terus dipraktikkan? Setidaknya ada beberapa faktor pendorong:

  1. Kepentingan pribadi, untuk memperbesar kekuasaan, kekayaan, atau status sosial.

  2. Kepentingan partai, demi mendongkrak elektabilitas dan memenangkan pemilu.

  3. Rapuhnya integritas, ketika moral politik dikalahkan oleh ambisi.

  4. Sistem politik yang korup, yang memberi ruang bagi praktik manipulatif tanpa sanksi berarti.

  5. Lemahnya pengawasan dan akuntabilitas, sehingga penyimpangan sulit dikoreksi.

  6. Budaya politik yang permisif, yang menormalisasi politik transaksional.

Namun harus ditegaskan, tidak semua politisi terjebak dalam praktik politik pundak beras. Masih ada politisi yang berjuang dengan integritas, memperjuangkan kebijakan substantif demi kepentingan rakyat dan negara.

Masalahnya, politik pundak beras kerap dipoles sebagai wujud kepedulian. Bantuan dijadikan alat pencitraan, bukan bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan. Dalam jangka pendek, cara ini mungkin efektif. Tetapi dalam jangka panjang, masyarakat akan menyadari bahwa bantuan tersebut hanyalah instrumen manipulasi.

Lebih dari itu, politik pundak beras berpotensi melahirkan ketergantungan. Rakyat dibiasakan menunggu bantuan, bukan diberdayakan untuk mandiri. Potensi masyarakat tereduksi, sementara akar persoalan struktural—kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan—tetap tak tersentuh.

Dalam perspektif demokrasi, praktik ini berbahaya. Ia merusak kualitas demokrasi, menjadikan suara rakyat murah, dan membangun sistem politik yang timpang. Demokrasi direduksi menjadi ritual lima tahunan yang dibanjiri bantuan karikatif, bukan arena adu gagasan dan kebijakan.

Tak dapat dimungkiri, politik pundak beras merupakan bagian dari politik populisme. Populisme memanfaatkan emosi rakyat, menawarkan solusi instan, dan sering kali mengabaikan dampak jangka panjang. Ia pandai membangun narasi “pro-rakyat”, tetapi miskin keberanian untuk melakukan reformasi struktural.

Populisme memang tidak selalu negatif. Ia bisa meningkatkan partisipasi politik dan kesadaran sosial. Namun ketika populisme berhenti pada simbol dan karung beras, ia berubah menjadi jebakan: meninabobokan rakyat sekaligus menghambat pembangunan berkelanjutan.

Pada titik inilah politik pundak beras perlu dikritisi secara jujur. Ia boleh saja dilakukan, asal tidak berhenti sebagai politik karikatif. Yang dibutuhkan rakyat bukan pundak yang memanggul beras saat kamera menyala, melainkan kebijakan yang memampukan mereka berdiri tegak tanpa harus menunggu belas kasihan kekuasaan.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Maaf yang Memalsukan Akal Sehat: Jokowi, TSK, dan Dagelan Rekonsiliasi Tanpa Keadilan

Next Post

Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan

Serakah Tak Terbatas: Oligarki Indonesia Makan Bumi, Minum Lautan

Sakit Harus Disyukuri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...