• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Serapan Naik, Masalah Menyelinap: Bulog Jabar di Persimpangan Antara Angka dan Realita

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 18, 2026
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTEAATMADJA

Kabar menggembirakan datang dari Tanah Pasundan. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan dalam pengadaan gabah petani pada awal Maret 2026. Hingga 8 Maret 2026, realisasi serapan telah mencapai 125.910 ton setara beras—sekitar 18,13 persen dari target pengadaan tahun ini.

Di atas kertas, angka ini memberi harapan. Target pengadaan gabah musim panen di Jawa Barat sendiri ditetapkan sebesar 694.432 ton setara beras. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menegaskan bahwa penyerapan akan terus dipacu, bahkan selama Ramadan, demi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

Namun, di balik optimisme angka-angka itu, terselip realitas yang tak sederhana.

Pengadaan gabah oleh Bulog bukan sekadar aktivitas membeli hasil panen. Ia adalah instrumen strategis negara untuk menjaga keseimbangan: memastikan petani tidak dirugikan oleh harga rendah, sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan harga beras. Dalam praktiknya, peran ini menuntut presisi kebijakan, ketepatan waktu, dan kekuatan infrastruktur.

Sayangnya, berbagai kendala klasik masih terus berulang.

Pertama, persoalan infrastruktur. Jalan produksi, jembatan, hingga fasilitas penyimpanan yang belum memadai kerap menghambat distribusi gabah dari petani ke penggilingan atau gudang Bulog.

Kedua, faktor cuaca ekstrem. Musim hujan membuat proses pengeringan gabah menjadi problem serius. Tanpa fasilitas pengering modern, kualitas gabah terancam menurun, bahkan rusak.

Ketiga, persoalan laten yang tak pernah benar-benar tuntas: keterlambatan pembayaran. Dalam situasi mendesak, petani lebih memilih menjual ke tengkulak yang menawarkan pembayaran cepat, meski dengan harga lebih rendah.

Keempat, kualitas gabah yang bervariasi, yang kerap mempersulit standar pengadaan dan berdampak pada harga.

Kelima, keterbatasan kapasitas gudang. Tanpa daya tampung yang cukup, serapan optimal menjadi sekadar ambisi di atas kertas.

Dan keenam, sistem penugasan dari pusat yang sering kali dibatasi waktu, sehingga menyulitkan fleksibilitas di lapangan.

Pemerintah sejatinya tidak tinggal diam. Sejumlah langkah telah ditempuh: penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, kerja sama lintas institusi dengan TNI dan Bareskrim untuk mengawal transparansi, hingga fasilitasi pembiayaan bagi petani dan penggilingan.

Kolaborasi juga diperluas, termasuk dengan Perum Bulog, pemerintah daerah, serta Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi). Upaya peningkatan kapasitas gudang dan dorongan penggunaan teknologi pun mulai digalakkan.

Secara teknis, langkah-langkah ini tampak menjanjikan.

BULOG Jawa Barat bahkan mencatat stok beras mencapai 592.795 ton setara beras. Berbagai instrumen intervensi seperti SPHP, Bantuan Pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Pasmur turut digerakkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Namun, pertanyaannya: apakah semua ini cukup?

Di sinilah letak persoalan mendasarnya. Ketika angka serapan dipublikasikan sebagai capaian, publik jarang diajak melihat apakah sistem di belakangnya benar-benar telah diperbaiki. Apakah petani sudah mendapatkan pembayaran tepat waktu? Apakah rantai distribusi sudah efisien? Apakah ketergantungan pada tengkulak sudah berkurang?

Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, keberhasilan hanya akan berhenti sebagai statistik—bukan solusi.

Terobosan seperti pembelian gabah kering panen (GKP) seharga Rp6.500 per kilogram memang patut diapresiasi. Ia memberi bantalan bagi petani di tengah fluktuasi harga. Namun, kebijakan harga tanpa perbaikan sistem hanya akan menjadi tambal-sulam.

Pengadaan gabah bukan sekadar soal berapa ton yang terserap. Ia adalah cermin dari keberpihakan negara: apakah benar-benar hadir di sawah, atau hanya kuat di laporan.

Jawa Barat hari ini memberi sinyal positif. Tapi sinyal itu belum cukup menjadi jaminan.

Jika akar persoalan tidak disentuh secara serius, maka setiap musim panen akan selalu menghadirkan cerita yang sama: angka naik, masalah tetap tinggal.

Semoga ini menjadi catatan bersama—bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar peningkatan serapan, melainkan pembenahan menyeluruh dari hulu ke hilir.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MEMBACA SERUAN DASCO: PERSATUAN SEBAGAI KETAHANAN SISTEM

Next Post

Iran Balikkan Tekanan AS dengan Manuver Diplomatik Cerdas di Selat Hormuz

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Iran Balikkan Tekanan AS dengan Manuver Diplomatik Cerdas di Selat Hormuz

Iran Balikkan Tekanan AS dengan Manuver Diplomatik Cerdas di Selat Hormuz

Serangan Air Keras Bermaksud Membunuh: Kisah Novel Baswedan dan Andrie Yunus

Jejak Pelarian Pelaku Terkuak, Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Diduga Terencana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...