Kita tahu kan, siapa Yusuf Mansyur? Banyak yang memanggilnya “ustadz”. Dalam setiap kali ceramahnya, atau upload pada Instagramnya, tak luput apa yang diajarkannya selalu soal “berbagai keajaiban” dzikir, syahadat, atau surat-surat tertentu dalam al-qur’an. Ia ajarkan caranya sekaligus waktu membacanya, jumlah yang harus diucapkannya, dst. Bagi yang percaya, ini tentu saja sangat menarik. Ini diyakini sebagai cara mudah menyelesaikan masalah hidup, terutama soal perizkian. Tidak sedikit pula yang menapikan ajaran Yusuf Jam’an Mansyur ini, terutama mereka yang merasa telah menjadi korban penipuannya. Bisnis dan inverstasi yang pernah ditawarkan Yusuf Mansyur itu, tidak pernah berhasil memenuhi target-target yang sesuai dengan yang ditawarkannya. Malah uang investasi jamaah, ratusan miliar itu banyak yang tidak kembali. Kasus ini kemudian, sedang berperkara di pengadilan Tangerang.
Tetapi yang ingin kita bahas disini adalah, soal Yusuf Mansyur bergabung dengan PERINDO, partai besutan Hari Tanoe. Bahkan ia pernah memberi signal, akan nyaleg melalui partai ini. Ada dua hal yang menjadi catatan penting dari PERINDO ini; Pertama soal dukungan Capres 24, yaitu akan mendukung Ganjar Pranowo. Kedua, pernyataan Hari Tanoe yang sifanya SARA, viral diberbagai medsos, bahwa masyarakat China akan mendukung Capres yang dijagokan oleh Jokowi. Tentu saja “Ganjar Pranowo”.
Berbagai issue yang melekat dengan Ganjar Pronowo adalah “penyuka video porno, deklamasinya Tuhan dekat tetapi dipanggilnya harus terika-teriak”. Pada saat pidato penetapannya sebagai Capres PDIP 2024, petugas partai ke dua ini berjanji akan meneruskan ajaran Bung Karno. Apa itu? Sosialisme!!!. Sejarah mencatat BK dikenal sebagai pemilik ajaran Nasionalisme, Agama dan Komunisme (NASAKOM).
Pertanyaan kita kemudian, lalu Yusuf Mansyur, akankah berdiri, membela dan berjuang, untuk PERINDO itu? Apakah nuraninya tidak tersetuh untuk turut membesarkan partai-partai yang membawa panji-panji Islam, seperti PKB, PPP, PAN dan PKS? Pengakuannya Kedekatan Yusuf Mansur dengan Allah SWT, yang selama ini diyakini sebagai pengabul do’a yang ia panjatkan dan ajarkan, tidak menyinari qalbu dan nuraninya, untuk membesarkan perjuangan politik bersama mereka yang seiman dan setaqwa? Bahkan Nabi Muhammad Rosulullah SAW, yang selalu mengikuti kemana langkahnya ia pergi, akunya, membiarkan Yusuf Mansur terjerembab kepada lobang perjuangan politik PERINDO-nya Hari Tanoe?
Pertanyaan nyeleneh lainnya, jangan-jangan Tuhannya Hari Tanoe, lebih progresif memberikan hidayah kepada hatinya YM, sehingga jatuh pilihan nuraninya kepada PERINDO?
Terlepas dari soal politik, YM pernah mengatakan di medsos, turut berinvestasi puluhan Miliar bersama perusahaan Hari Tanoe. Sebagai orang yang punya naluri bisnis, ini kata lain dari memodali Hari Tanoe, sambil duduk manis, berharap mendapat keuntungan yang lebih dari situ. Sementara berbagai bisnis yang ia kelola sendiri, seperti paytren, hotel, batubara, tidak berwujud seperti konsep bisnis awal. Malah merugi dan merugikan investornya sampai sekarang.
Berkaitan dengan do’a-do’a yang diajarkannya, lalu dengan potret bisnis-bisnisnya selama ini yang rugi, maka dapat disimpulkan ihktiar bergabai do’anya tidak di qobul. Business yang dikelolanya tidak professional, tetap merugi. Lifestyle nya selama ini, menyebabkan beberpa kali dia jatuh sakit. Fakta yang harus dibaca ihktiar ikhtiar melalui doa yang ia panjatkan, memohon keajaiban dari Allah SWT, sama sekali tidak terwujud.
Yang harus diberi acungan jempol adalah, bagaimana Yusuf Mansyur, berhasil mengiming-imingi jamaah untuk bersedeqah kepadanya; Mobil, Motor, perhiasan emas dan sejumlah Uang, ia bujuk dan pungut dari jemaaahnya, lalu dijanjikan akan dibalas berpuluh kali lipat oleh Allah SWT.
Mari kita lihat, apakah betul Yusuf Mansyur, akan tercatum namanya sebagai Caleg dari PERINDO?

























