• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Siapa yang Salah Kalau Tanah Jadi Mahal?

fusilat by fusilat
June 25, 2025
in Economy, Feature
0
Siapa yang Salah Kalau Tanah Jadi Mahal?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di sebuah negeri berpenduduk banyak, di mana ayam goreng cepat saji dijadikan patokan kemajuan, ada pula sesuatu yang naiknya lebih cepat dari harga cabai di musim hujan: harga tanah. Di Jakarta, kota yang digadang-gadang hendak ditinggalkan presiden, harga tanah tidak turun walau presidennya pindah kantor ke hutan. Di satu sudut Kuningan, ada sebidang tanah dijual Rp30 juta per meter. Padahal, menurut NJOP, harganya Rp80 juta. Lihatlah, ini yang disebut “dijual murah”, tapi tetap saja tak ada rakyat biasa yang sanggup beli. Murah bagi siapa, Bung?

Di zaman dahulu, tanah adalah milik bersama. Orang menanam singkong di kebun belakang, dan tetangga tak merasa terganggu. Tapi kini, tanah dijadikan komoditas, seperti emas, seperti saham, seperti minyak goreng sewaktu langka. Di kota-kota besar, tanah bukan lagi tempat berpijak, tapi tempat berspekulasi. Yang bisa punya tanah banyak bukan yang bercocok tanam, tapi yang pandai membaca peta tata ruang dan SK gubernur.

Siapa yang salah?

Mungkin petani yang menjual sawahnya ke tengkulak, lalu menyesal sepuluh tahun kemudian. Mungkin pemerintah yang menjadikan setiap penggusuran sebagai proyek mercusuar. Mungkin para makelar tanah, yang bertampang licin dan bicara manis, mengubah tanah warisan jadi alat tawar-menawar politik. Atau mungkin kita sendiri, yang diam saja melihat tanah berubah dari kebutuhan jadi rebutan.

Mari kita telusuri sedikit. Harga tanah naik karena dua hal: karena akses, dan karena harapan. Akses dibangun oleh negara, harapan dibentuk oleh imajinasi kolektif. Kalau MRT lewat, tanah naik. Kalau ada wacana bandara, harga ikut melonjak, walau pesawat belum tentu bisa mendarat. Bahkan, kadang tanah bisa mahal hanya karena influencer properti mengatakannya. Lalu para investor datang seperti semut ke gula. Tapi bedanya, yang disemuti ini bukan gula rakyat, melainkan gula elite.

Dulu, tanah adalah identitas. Orang punya rumah, maka ia dianggap mapan. Kini, orang punya tanah banyak, ia dianggap tokoh nasional. Bahkan banyak tokoh politik diam-diam lebih senang mengoleksi tanah daripada menjawab pertanyaan rakyat. Negeri agraris ini pelan-pelan berubah jadi negeri developeris. Ukurannya bukan luas panen, tapi luas lahan yang bisa dijual ke konglomerat.

Kembali ke pertanyaan awal: siapa yang salah kalau harga tanah jadi mahal?

Jawabannya, semua dan tidak ada. Semua ikut andil, tapi tak ada yang mau mengaku. Pemerintah membuka jalan, lalu menyerahkan sisanya ke pasar. Pengembang menguasai ribuan hektare, rakyat kebagian brosur. Para pemilik tanah lama, yang dulunya hanya tidur di gubuk reyot, kini bisa beli Alphard karena ada tol lewat depan kampungnya. Tapi begitu uang habis, ia kembali tidur di kontrakan.

Tanah adalah sumber konflik yang sunyi. Ia tidak berteriak, tapi memisahkan kaya dan miskin dengan tegas. Ia tidak punya suara, tapi membungkam banyak harapan. Di kota-kota, orang bertanya: kapan saya bisa punya rumah? Di pameran properti, jawabannya: kredit sampai anak cucu. Sementara itu, para pengusaha tersenyum puas, karena harga tanah terus naik—seperti mimpi yang tak pernah bangun.

Ah, Bung, barangkali inilah zaman di mana tanah adalah milik segelintir orang, dan sisanya hanya boleh meminjam untuk berpijak.

“Tanah airku jadi tanah harga tinggi, airnya tinggal di galon.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Ada Makan Siang yang Gratis, Pak Presiden

Next Post

Paradox Langit dan Perut: Ketika Doa Tak Menurunkan Harga Beras

fusilat

fusilat

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Paradox Langit dan Perut: Ketika Doa Tak Menurunkan Harga Beras

Paradox Langit dan Perut: Ketika Doa Tak Menurunkan Harga Beras

Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”

Exclusive: Damai Hari Lubis Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE dan Pasal Penghasutan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist