• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sikap Prabowo terhadap Gibran: “Ketidaklayakan dalam Kepemimpinan” – What Next?

Ali Syarief by Ali Syarief
September 16, 2024
in Feature, Politik
0
Sultan Hamengku Buwono Beri Penjelasan Kepada Awak Media Usai Bertemu Prabowo-Gibran,
Share on FacebookShare on Twitter

Prabowo Subianto, seorang politisi kawakan dan mantan perwira tinggi militer, tentu memahami dengan baik standar yang diperlukan untuk menjadi pemimpin negara. Dengan pengalamannya yang luas di bidang politik dan militer, Prabowo paham betul tentang kualitas kepemimpinan, kompetensi, dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Maka, sebagai orang yang berpikiran rasional dan bijaksana, Prabowo tentu tahu bahwa Gibran Rakabuming Raka, wakil yang dipilihnya, sebenarnya tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menduduki posisi strategis sebagai calon wakil presiden Indonesia.

Gibran: Minim Pengalaman dan Kapasitas
Gibran, yang dikenal sebagai putra sulung Presiden Joko Widodo, memang memiliki pengalaman sebagai Wali Kota Solo, tetapi peran tersebut sangat berbeda dari tugas seorang wakil presiden yang harus menangani isu-isu besar skala nasional. Pengalamannya dalam mengelola kota yang relatif kecil tidak dapat dibandingkan dengan kompleksitas mengelola negara sebesar Indonesia. Dalam konteks ini, Prabowo sebagai orang yang rasional pasti menyadari bahwa kapasitas Gibran masih jauh dari memadai untuk menduduki posisi yang krusial seperti itu.

Prabowo, dengan segala pengalaman politik dan militernya, tentunya tahu bahwa memimpin Indonesia bukanlah tugas yang mudah. Negara ini menghadapi berbagai tantangan besar seperti ekonomi, keamanan, politik global, dan isu-isu dalam negeri yang membutuhkan pemimpin dengan visi yang matang dan kemampuan manajerial yang kuat. Gibran, dengan pengalaman yang masih sangat terbatas, jelas tidak memenuhi kriteria ini.

Prabowo: Menyadari Dampak Politik dari Keputusan Ini
Sebagai seorang politisi senior, Prabowo pasti juga mengerti implikasi politik dari pencalonan Gibran sebagai wakilnya. Langkah ini jelas menunjukkan adanya kepentingan dinasti politik, di mana Gibran, yang baru seumur jagung dalam politik, meloncat ke panggung nasional semata-mata karena statusnya sebagai putra presiden. Prabowo, yang dikenal dengan sikap nasionalis dan tegas, tentu tahu bahwa mempromosikan sosok yang tidak layak seperti Gibran hanya akan memperburuk persepsi publik terhadap integritas politiknya.

Tidak bisa dipungkiri, banyak pihak yang melihat pencalonan Gibran sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok tertentu, terutama mereka yang masih loyal kepada Jokowi. Namun, Prabowo tentu paham bahwa dukungan tersebut bersifat rapuh dan dapat merusak kredibilitasnya sebagai calon presiden yang serius. Dengan mempertaruhkan masa depan bangsa kepada sosok yang belum teruji seperti Gibran, Prabowo seakan mengorbankan prinsip-prinsip politiknya sendiri demi ambisi kekuasaan.

Gibran: Tidak Layak Memimpin Bangsa
Prabowo sebagai seorang pembaca buku dan pemikir yang mendalam pasti tahu bahwa ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki oleh Gibran masih sangat terbatas untuk memimpin bangsa ini. Kepemimpinan nasional membutuhkan pengetahuan luas tentang berbagai isu, mulai dari ekonomi global, hubungan internasional, hingga stabilitas keamanan nasional. Gibran, dengan latar belakang pengusaha kuliner dan pengalaman singkat di pemerintahan lokal, tidak memiliki keahlian yang diperlukan untuk menghadapi tantangan sebesar itu.

Prabowo sebagai sosok yang bijak dan bertanggung jawab terhadap bangsa tentu mengerti betul risiko yang akan dihadapi bangsa ini jika Gibran benar-benar menduduki kursi wakil presiden. Kepemimpinan yang lemah di tingkat tertinggi hanya akan memperburuk situasi politik dan ekonomi dalam negeri, serta mengganggu stabilitas yang sudah rentan. Dalam posisi ini, Prabowo pasti menyadari bahwa memilih Gibran sebagai wakilnya adalah langkah yang berisiko tinggi bagi masa depan Indonesia.

Sebagai Tentara, Prabowo Tahu Cara Menghadapi Lawan
Sebagai mantan prajurit dengan pangkat tertinggi, Prabowo terbiasa menghadapi lawan dengan strategi matang dan perhitungan yang cermat. Dalam konteks ini, Prabowo mungkin melihat Gibran bukan sebagai mitra yang setara, melainkan sebagai beban politik yang harus dikelola dengan hati-hati. Meskipun Gibran adalah wakil yang dipilihnya, Prabowo kemungkinan besar sudah menyusun strategi untuk meminimalkan peran Gibran dalam pemerintahan, jika mereka terpilih.

Prabowo paham bahwa dengan memberikan terlalu banyak ruang kepada Gibran, ia berisiko merusak citra kepemimpinannya dan menempatkan negara dalam situasi yang lebih rentan. Sebagai seorang mantan tentara yang terbiasa dengan kedisiplinan dan efektivitas, Prabowo tidak akan membiarkan Gibran mengambil peran yang terlalu besar tanpa pengawasan ketat.

Kesimpulan: Gibran Tidak Layak, Prabowo Menyadari
Pada akhirnya, jelas bahwa Gibran tidak memiliki kualitas yang diperlukan untuk menjadi wakil presiden. Prabowo, dengan segala pengalamannya, tentu sadar akan hal ini. Meskipun secara politik Gibran mungkin memberikan keuntungan jangka pendek, Prabowo pasti memahami bahwa risiko menempatkan seseorang yang belum siap memimpin pada posisi strategis seperti itu jauh lebih besar. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, Prabowo harus menempatkan kepentingan bangsa di atas ambisi politik sesaat dan menyiapkan strategi untuk mengelola peran Gibran dengan bijak dan hati-hati.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Emil Hadapi Golput: Hak Warga, Tapi Masa Depan Jakarta di Tangan Pemilih – “Coblos Semua”

Next Post

PB NU Kesal dengan MLB NU yang Diinisiasi Sejumlah Kiai, Tuding Sebagai Muktamar Abal- abal

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
PB NU Kesal dengan MLB NU yang Diinisiasi Sejumlah Kiai, Tuding Sebagai Muktamar Abal- abal

PB NU Kesal dengan MLB NU yang Diinisiasi Sejumlah Kiai, Tuding Sebagai Muktamar Abal- abal

Satu Rumah Roboh, Diguncang Gempa  Susulan 3,6 Magnitudo di Sukabumi

Gempa Susulan Magnitudo 4,1 Guncang Sukabumi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist