• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sorotan Pers Asing – Mengorbankan Rakyat untuk Bisnis Vaksin: Indonesia Dijadikan Laboratorium Global

Ali Syarief by Ali Syarief
May 26, 2025
in Feature, Health
0
Sorotan Pers Asing – Mengorbankan Rakyat untuk Bisnis Vaksin: Indonesia Dijadikan Laboratorium Global
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Baru-baru ini, sejumlah media Amerika Serikat mulai menyoroti rencana uji klinis vaksin Tuberkulosis (TBC) yang akan dilakukan di Indonesia. Vaksin yang didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation ini sebelumnya telah diuji di beberapa negara Afrika dan India—dua kawasan yang, seperti Indonesia, memiliki infrastruktur kesehatan yang lemah dan populasi besar yang dianggap “cukup representatif” oleh perusahaan farmasi global. Namun, sorotan media Barat bukan semata karena perkembangan medis ini menjanjikan, melainkan karena skema besar di baliknya: komersialisasi vaksin atas nama filantropi.

Bill Gates, tokoh yang selama dua dekade terakhir dikenal karena aktivitas filantropinya di bidang kesehatan global, kembali menjadi pusat perhatian. Kritik tajam muncul karena uji coba ini dinilai sebagai strategi bisnis murah—menggunakan negara-negara berkembang sebagai tempat eksperimen demi mendulang profit dari industri vaksin, yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar. Indonesia, dengan lebih dari 270 juta penduduk dan sistem pengawasan publik yang lemah, menjadi target empuk berikutnya.

Pers Amerika, seperti dilansir dalam beberapa laporan investigatif, mempertanyakan etika dari pelaksanaan uji klinis ini di Indonesia. Apakah rakyat Indonesia sudah diberi pemahaman penuh? Apakah ada transparansi dari pemerintah? Atau, seperti yang dikhawatirkan banyak pengamat, Indonesia hanya akan menjadi “ladang uji coba” bagi proyek ambisius Gates yang diselimuti narasi kemanusiaan?

Pemerintah Indonesia sendiri terlihat antusias dengan rencana ini, meski belum banyak informasi resmi yang diberikan kepada publik. Di balik dalih “inovasi kesehatan” dan “kerja sama internasional”, terletak risiko besar: rakyat Indonesia bisa dijadikan kelinci percobaan dalam eksperimen medis berskala global. Bila terjadi efek samping atau kegagalan, siapa yang akan bertanggung jawab? Pemerintah? Perusahaan farmasi? Atau yayasan besar di balik semua ini?

Masalah utamanya bukan pada teknologi vaksin atau potensi manfaatnya. Dunia memang membutuhkan solusi atas penyakit seperti TBC yang masih menjadi penyebab kematian utama di negara-negara berkembang. Tapi ketika proses pengembangan vaksin dilakukan dengan model yang cenderung eksploitatif, maka narasi kesehatan itu sendiri berubah menjadi komoditas. Terlebih bila uji coba tersebut tidak dilakukan di negara asal pengembangnya, tapi di negara-negara yang dianggap “lemah” secara politik dan ekonomi.

Indonesia harus belajar dari kasus-kasus sebelumnya. India, misalnya, mengalami perdebatan sengit setelah uji vaksin HPV yang didukung oleh Gates Foundation memunculkan berbagai efek samping dan kematian pada gadis-gadis remaja di daerah miskin. Begitu pula beberapa negara Afrika yang pernah menjadi lokasi “penelitian lapangan” dengan standar etika yang meragukan.

Sudah saatnya Indonesia mengambil sikap kritis dan tegas. Menjadi bagian dari kemajuan sains bukan berarti menyerahkan rakyatnya untuk dijadikan objek uji coba secara sembrono. Kedaulatan negara bukan hanya soal tanah dan batas wilayah, tapi juga soal perlindungan terhadap tubuh dan hak warganya. Bila negara tidak mampu menjamin itu, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar citra Indonesia di mata dunia, melainkan juga martabat dan nyawa rakyatnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Long Weekend Diujung May 25 – Mengisi Nafas, Mencari Waras

Next Post

Bangkitnya Mahkamah Angpao

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Bangkitnya Mahkamah Angpao

Bangkitnya Mahkamah Angpao

Unggulan Laporan Lembaga Survei Kalap, Beras SPHP Bulog Berstiker Paslon 02 Beredar Dimasyarakat

Bulog Menjawab Tantangan Zaman: Transformasi Lembaga Parastatal Menjadi Pilar Ketahanan Pangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist