Oleh : Dr. Susilawati Saras. SE., MM., MA, M.han – Intelektual Bela Negara
Perubahan dan Perbaikan untuk Indonesia lebih baik adalah kebutuhan bagi keberlanjutan hidup bangsa Indonesia yang bermakna bahwa kebijakan dan tatanan yang sudah baik dari pemerintahan sebelumnya harus dipertahankan, yang belum baik harus dievaluasi serta diperbaiki, yang buruk tidak ditiru, itulah kesinambungan prestasi akumulasi sebagai ciri kerja pemimpin nasional.
Mengingat utang Indonesia saat ini hampir mencapai 8000 T dengan bunga utang 400 T/tahun (belum pokok utang), jika dibandingkan dengan prestasi kerja era pemerintahan sekarang (sembilan tahun mengelola negara) dirasakan belum memberi capaian yang diharapkan pada pertumbuhan ekonomi nasional, tentu situasi ini amat riskan.
Situasi yang mengkhawatirkan, dimana sudah sangat jelas bahwa keuangan negara tidak mampu untuk mendukung program pembangunan infrastruktur masif yang bukan prioritas saat ini namun dipaksakan dijalankan. Menjalankan pengelolaan negara dengan pengelolaan perusahaan tentu sangat berbeda, orientasi pengelolaan negara walau tujuan mencapai kesejahteraan rakyat tetapi stabilitas negara sangat utama dijaga karena jika negara bangkrut atau gagal, bahaya mengancam stabilitas bangsa dan negara secara menyeluruh. Mengelola perusahaan berorientasi pada keuntungan profit sebesar-besarnya dalam waktu cepat dan jika perusahaan bangkrut masih lebih mudah untuk membangun perusahaan baru. Pemimpin dengan latar belakang pengusaha sangat kental dengan pola pikir mengejar ekonomi, pemimpin dengan latar militer mengedepankan stabilitas (keutuhan, kedaulatan, keselamatan bangsa dan negara).
Menjelang pemilu 2024, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengusung Perubahan dan Perbaikan untuk Indonesia lebih baik agar dapat menyikapi, menyiasati dan mampu mengendalikan situasi riskan yang sudah terjadi saat ini agar negara tidak kolaps. Dikhawatirkan jika pemimpin selanjutnya berasal dari kelompok pemerintahan maka akan terus menambah jumlah utang untuk menutupi utang yang sudah terlanjur besar di sisi lain proyek infrastruktur yang sedang berjalan sangat membutuhkan biaya besar. Infrastruktur penting, namun sejatinya Indonesia dengan karakter negara kepulauan, tidak harus meniru 100% kemajuan negara lain tetapi bisa memberdayakan laut Indonesia yang sangat luas apalagi memiliki sejarah nenek moyang adalah pelaut-pelaut ulung di jamannya. Pembangunan infrastruktur bisa dilakukan namun secara bertahap sembari melihat kemungkinan lain yang dapat diupayakan sebagai ciri Indonesia yang berkarakter sebagai masyarakat spiritual yang sangat kental dengan kejernihan berpikir dan ketenangan hati. Dengan begitu Indonesia punya khas yang menjadi daya tarik bangsa lain untuk berkunjung ke Indonesia karena berbeda dengan negara lainnya di dunia.
Stop utang, lebih baik menderita karena disiplin daripada menderita karena penyesalan. Mari semua masyarakat Indonesia membuka mata hati agar lebih memahami dengan jelas bagaimana mengelola negara dengan benar dan tepat untuk tercipta keamanan, kedamaian, kenyamanan, harmoni, kebahagiaan, kesejahteraan yang berkelanjutan (stabilitas).
























