• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Strategi Pembersihan Senyap di Kabinet Warisan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 20, 2025
in Feature, Politik
0
Strategi Pembersihan Senyap di Kabinet Warisan Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Politik Indonesia kerap bergerak dalam dua dimensi: yang tampak di layar publik dan yang digelar di ruang-ruang senyap. Pertemuan Dasco dengan Eggi Sudjana cs barangkali hanyalah fragmen dari strategi yang lebih besar: operasi senyap Prabowo dalam menata ulang komposisi kekuasaan yang terlalu lama dikunci oleh oligarki Jokowi.

Pasca kemenangan Pilpres 2024, wajah kabinet memang belum berubah. Namun getaran di dalamnya mulai terasa: pertemuan informal, komunikasi lintas faksi, hingga sejumlah manuver politik yang belum masuk headline. Semua itu menunjukkan satu arah: terjadi pergeseran kuasa yang pelan tapi pasti.

Langkah pertama: mendengar suara dari luar lingkaran istana.
Inilah yang membuat kehadiran Eggi dan para aktivis oposisi menjadi penting. Mereka adalah suara yang selama ini dibungkam atau ditekan. Kini justru dipanggil masuk, bukan sekadar simbol keberagaman, tapi menjadi saluran alternatif untuk merancang konfigurasi politik baru—yang tak tersandera balas jasa politik masa lalu.

Sufmi Dasco memainkan peran sebagai operator senyap. Ia tidak frontal. Tidak membawa palu godam. Tapi gerakannya presisi. Alih-alih menyingkirkan para loyalis Jokowi secara terbuka, ia membangun poros tandingan dengan menyusun jejaring baru di luar radar: aktivis, teknokrat, bahkan kelompok masyarakat sipil yang selama ini “dibuang” dari percakapan kekuasaan.

Langkah kedua: menggeser dengan narasi, bukan konfrontasi.
Inilah keunggulan strategi senyap Prabowo. Ia tak menjatuhkan pendahulunya lewat kritik keras. Ia tak menggiring wacana pertentangan. Tapi diam-diam, ia mengikis legitimasi lawas dengan narasi baru: nasionalisme dengan pendekatan teknokratik, pembangunan desa berbasis industrialisasi, dan pembukaan lapangan kerja dari luar IKN.

Eggi Sudjana menyebutnya “model percontohan Lahat.” Boleh jadi ini bukan soal Lahat semata, melainkan pintu masuk menuju rekonstruksi arah pembangunan nasional pasca-era Jokowi. Ketika desa dihidupkan, kota ditata ulang, dan orientasi politik tak lagi pada proyek mercusuar bernama Nusantara.

Langkah ketiga: menyelami jaringan lawas, memetakan loyalitas.
Pembersihan bukan berarti pemecatan massal. Prabowo dan timnya tahu bahwa sistem terlalu kompleks untuk dibongkar secara frontal. Maka yang dilakukan adalah menyelam ke dalam struktur, memetakan siapa yang sungguh setia, siapa yang menunggu momentum untuk berpaling, dan siapa yang masih menjalankan agenda Jokowi.

Loyalis seperti Luhut, Sri Mulyani, dan Mahfud mungkin masih dianggap aset. Tapi bila mereka terlalu erat dengan agenda masa lalu, besar kemungkinan mereka akan “dinaikkan ke rak paling tinggi”—diberi posisi kehormatan, namun jauh dari pusat pengaruh.

Sementara itu, tokoh-tokoh baru seperti Bursah Zarnubi, Fandi Wijaya, atau Abdullah Rasyid bisa jadi sedang diukur kapasitasnya—apakah mereka hanya simbol keberagaman diskusi, atau calon-calon aktor di panggung kabinet mendatang?

Pembersihan senyap adalah seni menghindari perlawanan.
Ini bukan kudeta internal. Ini pergeseran yang menggunakan ketenangan sebagai alat utama. Sebab Prabowo belajar dari sejarah: mereka yang tergesa dan menggertak di awal, akan habis di tengah jalan. Maka Dasco tak perlu mengangkat suara. Ia hanya perlu menyusun irama baru.

Sebuah catatan kecil:
Jika benar Eggi Sudjana bisa duduk berdampingan dengan kekuasaan yang dulunya ia lawan habis-habisan, maka dua hal telah terjadi sekaligus:
Pertama, kekuasaan telah membuka pintunya.
Kedua, sistem Jokowi perlahan kehilangan perisai suci bernama “tidak tergantikan”.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteng Menyimpan Sinyal: Ketika Eggi Sudjana Mengetuk Pintu Kekuasaan

Next Post

Jalan Sunyi Prabowo, Jejak Baru Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Jalan Sunyi Prabowo, Jejak Baru Kekuasaan

Manuver Don Dasco & Eggi Sudjana Cs: Tanda-Tanda Langit Istana Akan Retak?

Dari Menteng Menuju Istana: Sketsa Kudeta Senyap Era Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist