• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Swasta Diberikan 110 Persen Impor BBM – Bahlil Tak Mengerti Bekerja Membangun Ekonomi

Kuota Impor BBM 2026 Dibuka,

Ali Syarief by Ali Syarief
October 27, 2025
in Economy, Feature
0
Menimbang Nasib Bahlil di Kabinet dan Golkar
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika negara memutuskan untuk membuka keran impor bahan bakar minyak (BBM) secara merata antara swasta dan BUMN, sebagaimana disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, maka kita patut bertanya: di mana posisi negara dalam urusan energi yang begitu vital bagi kehidupan rakyat?

Pernyataan Bahlil bahwa “kuota impor sudah diberikan kepada semua badan usaha, baik pemerintah maupun swasta” tampak seperti langkah liberalisasi energi yang dikemas dengan istilah efisiensi pasar. Namun, di balik jargon efisiensi itu, tersembunyi ancaman besar terhadap kedaulatan energi dan perlindungan rakyat. Bila negara menyerahkan urusan energi sepenuhnya kepada mekanisme pasar, maka rakyat akan menjadi korban pertama dari fluktuasi harga dunia.

Swasta, pada hakikatnya, berorientasi pada keuntungan. Mereka membeli BBM dengan harga pasar dunia, menambahkan margin laba, lalu menjualnya kepada konsumen. Tidak ada motif sosial di sana. Bila harga minyak dunia naik, rakyat akan langsung menanggung beban. Di sinilah absennya peran negara menjadi sangat terasa. Negara seolah berdiri di pinggir jalan, membiarkan rakyat bertransaksi dengan pasar tanpa perlindungan apa pun.

Padahal, subsidi bukan sekadar beban anggaran negara, melainkan instrumen kebijakan ekonomi yang berfungsi menjaga daya beli rakyat, menstabilkan harga, dan mendorong produktivitas nasional. Subsidi BBM adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin akses energi yang terjangkau bagi masyarakat. Lebih dari itu, subsidi memiliki efek ganda—ia mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menekan biaya produksi dan distribusi barang serta memperkuat daya saing industri nasional.

Ketika subsidi dicabut atau peran negara digantikan swasta, maka yang tumbuh bukanlah efisiensi, melainkan ketimpangan. Masyarakat menanggung harga tinggi, industri menanggung biaya energi besar, dan negara kehilangan kontrol terhadap salah satu sektor strategisnya. Energi bukan sekadar komoditas, tetapi urat nadi ekonomi dan simbol kedaulatan bangsa. Menyerahkan sektor ini kepada mekanisme pasar sama artinya dengan menyerahkan kendali kehidupan rakyat kepada korporasi.

Kebijakan yang membuka ruang impor BBM bagi swasta, meski disebut “berkeadilan” oleh pemerintah, sesungguhnya berpotensi menyingkirkan peran negara dari fungsi utamanya: melindungi rakyat. Negara tidak boleh sekadar menjadi wasit di antara pemain pasar. Negara harus tetap menjadi pemain utama yang memastikan energi tidak hanya tersedia, tetapi juga terjangkau dan berkeadilan.

Dalam konteks ini, peran Pertamina bukan sekadar badan usaha, melainkan alat negara untuk menjalankan amanat konstitusi dalam menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Bila Pertamina dikerdilkan, dan swasta diberi ruang setara tanpa batas, maka perlahan tapi pasti, kedaulatan energi Indonesia akan terjual di meja bisnis.

Subsidi BBM bukanlah kemewahan, tetapi kewajiban negara. Ia bukan soal untung rugi fiskal, melainkan soal keadilan sosial. Bila negara abai terhadap tanggung jawab ini, maka rakyat akan membayar harga mahal—bukan hanya dalam bentuk rupiah, tetapi juga dalam bentuk hilangnya kepercayaan pada negara yang seharusnya melindungi mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Itu Penyelenggara dan Penegak Hukum – Tergugat Gibran Tidak Hadir Lagi

Next Post

Sumpah Pemuda Gibran & Kaesang; Mau Bicara Apa – Dekadensi Nilai Nasionalisme di Era Politik Dinasti

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Mendukung RIKA Meraih Jakarta 1: Mempermudah Target Jokowi-Kaesang-Gibran

Sumpah Pemuda Gibran & Kaesang; Mau Bicara Apa - Dekadensi Nilai Nasionalisme di Era Politik Dinasti

Bangga Berbahasa Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...