Depok, Fuslilatnews, 18 Mei 2024 – Silaturahmi adalah salah satu nikmat terbaik dari Allah SWT. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan tetangga kita. Islam mengajarkan bahwa tanggung jawab seorang muslim tidak hanya kepada dirinya sendiri tetapi juga kepada tetangganya, yang mencakup 40 rumah di sekelilingnya.
Silaturahmi di Indonesia sering diwujudkan melalui tradisi Halal bi Halal atau Syawalan, yang menjadi budaya unik di mana masyarakat saling memaafkan atas kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan. Halal bi Halal berasal dari bahasa Arab, meski sebenarnya tidak dikenal dalam budaya Arab itu sendiri, melainkan merupakan inovasi masyarakat Indonesia.
Kasus unik Halal bi Halal menunjukkan bagaimana Al-Qur’an sebagai mukjizat mempengaruhi tradisi ini. Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang terjaga keasliannya sepanjang masa. Dalam ajaran tauhid, muslim diharamkan berbuat syirik dan dianjurkan untuk mengandalkan rezeki hanya kepada Allah SWT. Barang siapa yang mengenal potensi dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh penceramah muda, Ustaz Imamudin Muchtar, S.Ag. (Pengurus Muhammadiyah Cimanggis Depok), pada pembukaan Pengajian bulanan usai Ramadan 1445 H di Majlis Ta’lim Al-Irfaan. Pengajian yang dipimpin oleh Ustaz Macdoni ini dihadiri hampir 60 orang di Jalan Bukit Pala 2, Perumahan Bukit Cengkeh 2, RT 02 RW 16, pada malam 17 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Ustaz Parman, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat sebagai bekal di akhirat, selain ilmu duniawi. Beliau juga membagikan kisah inspiratif tentang seorang jamaah bernama H di Jawa yang memiliki istri bernama Marhanah. Karena tidak memiliki anak, Marhanah menyarankan suaminya untuk menikah lagi tanpa menceraikannya. Saat berhaji bersama, suaminya berdoa “Rabbana atina fid dunya hasanah.” Marhanah merasa cemburu karena namanya tidak disebut dalam doa tersebut, sehingga mereka kembali berhaji bersama dengan doa “Rabbana atina fid dunya Marhanah.”
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Qori Ustaz Zulkarnaen, Jauhari, Suroso, Mahdi, Parman, Protokol Bambang Wahyu, Ketua RT 02 Sutanto, dan M. Nurhadi.
Setelah pengajian, jamaah Al-Irfaan yang hadir diundang ke acara Tasyakur Aqiqah anak Zain Habibi M pada Pengajian Walimatul Safar untuk keberangkatan Haji Zalfiah dan Alfiansyach Z pada 18 Mei 2024 pukul 10.00 di Perumahan Bukit Cengkeh 2.
Acara ini diakhiri dengan penuh berkah dan kebersamaan, memperkuat ikatan silaturahmi dan tanggung jawab sosial antar tetangga serta umat muslim.

























