• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tegakkan konstitusi untuk keselamatan Indonesia

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
May 29, 2023
in Feature
0
Tegakkan konstitusi untuk keselamatan Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Susilwati Saras, SE, MM, MA. M.Han – Intelektual Bela Negara

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode pemerintahannya (2004-2009, 2009-2014) dalam menjalankan pengelolaan negara sangat taat dan patuh pada aturan konstitusi. Sebagai Presiden pertama yang dipilih secara demokratis (politik) namun dalam menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab mengedepankan aturan hukum yang berlaku. Sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) yang berlatar militer sangat hati-hati dan berorientasi pada stabilitas negara menjadi dasar kehidupan nasional. Dengan demikian seluruh tugas yang diemban lebih mudah dikerjakan dan diselesaikan (bekerja dalam ketenangan dan hening). Situasi demikian sangat jauh dari gaduh dan ricuh yang mengakibatkan terganggunya kehidupan sosial bermasyarakat berbangsa.

Sadar bahwa pada sistem politik demokrasi, setiap individu dapat menyampaikan aspirasi dan kritisi sebagai fungsi checks and balances bagi pemerintah namun semua masih dalam kontrol yang baik, karena pemerintah tidak ingin membenturkan rakyat dengan rakyat yang berbeda pandangan politik. Bahkan pihak oposisi saat itu tidak mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari pemerintah, semua elemen berjalan baik di ruangnya masing-masing. Kritisi dari pihak oposisi justru menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik, tidak ada niat buruk di hati walau terkadang pemerintah mendapat kritikan yang sudah melampaui batas. Yang ada di dalam pikiran saat itu adalah bagaimana agar kesejahteraan rakyat segera terwujud dengan menjalankan program-program kerja yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Namun apa yang dirasakan oleh rakyat di era pemerintahan saat ini dalam pengelolaan negara, mengelola negara seolah mengelola perusahaan yang hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi dengan cara mengambil keuntungan dahulu dari rakyat lalu diperuntukan untuk menyikapi segala hal yang dibutuhkan dalam mengatasi situasi yang dihadapi. Inilah dampak dari program kerja yang tidak mempertimbangkan berbagai hal (pembangunan infrastruktur masif), karena tidak hati-hati sebelumnya dengan melihat bagaimana kondisi kekuatan dan kemampuan keuangan negara yang akhirnya berdampak pada seluruh sektor kehidupan lainnya utama politik dan sosial yang memicu keamanan nasional terganggu, khawatir berujung chaos dan membahayakan kehidupan bangsa Indonesia.

Begitu banyak aturan yang ditabrak tanpa melalui proses yang benar, hanya dijalankan sesuai keinginan pemerintah tapi bukan atas dasar aturan hukum yang berlaku. Dengan mudah mengubah undang-undang yang menguntungkan tanpa alasan yang jelas dan mendesak, padahal Indonesia milik seluruh rakyat Indonesia sejatinya pemerintah harus mendengarkan suara rakyat bukan mendengarkan suara segolongan orang (oligarki).

Indonesia didirikan oleh para pendiri bangsa saat itu tentu tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi seluruh warga negara Indonesia. Jika pemerintah saat ini bersikap adil pada rakyat, maka tidak menutup diri terhadap dinamika yang berkembang yang terus mengalami perubahan, dengan diperjuangkannya Presidential Threshold (PT) menjadi 0% maka akan terbuka lebih luas kesempatan bagi generasi bangsa untuk maju dan tampil di panggung politik nasional pada pemilihan Presiden 2024 mendatang, karena setelah 78 tahun Indonesia merdeka pastinya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa terus mengalami peningkatan, semakin membaik dan besar jumlahnya namun Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mengabulkannya. Tetapi saat pihak pemerintah mengajukan perubahan sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup, mudah sekali MK mengabulkannya bahkan di saat yang tidak tepat, karena daftar calon legislatif sementara (DCS) baru saja dikirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga memunculkan kecurigaan rakyat pada pemerintah, ada agenda apakah yang sedang dijalankan sehingga begitu mudahnya melanggar aturan konstitusi?

Di sisi lain upaya menjegal partai Demokrat juga masih terjadi, dilakukan oleh Moeldoko seorang jenderal berbintang empat yang di setiap kenaikan bintangnya selalu ada tanda tangani SBY, dimana nurani Moeldoko dalam hal ini? Apakah pemerintah ingin membuat negara baru dengan segala aturan baru yang dibuat sesuai kemauanya tanpa mempertimbangkan bahwa ada banyak anak bangsa berada di pihak oposisi, jika seperti ini sangat jelas bahwa pemerintah ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia sejatinya menyatukan.

SBY sudah memberi contoh baik pada bangsa Indonesia dengan menjalankan pemerintahannya selama sepuluh tahun sesuai aturan konstitusi, karena ada banyak hak anak bangsa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional sebagai bentuk pengkaderan pada generasi muda bangsa. Dalam hal ini sangat disayangkan, jika pemerintah sekarang tidak mencontohnya justru nekat mempertahankan kekuasaan dengan cara yang tidak simpati.

Ini dampak buruk jika sebuah pemerintahan tidak dijalankan sesuai amanah konstitusi, akhirnya karena ingin menutupi kelemahannya berupaya untuk pertahankan kekuasaan dengan cara yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kompetisi demokrasi ke depan, tiada masalah bagi pihak pemerintah ingin memajukan jagoannya dalam pilpres mendatang, tapi biarkan rakyat yang menilai dan memilih, ini hal mendasar dalam demokrasi yang sehat dan adil berdampak baik pula bagi kehidupan rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan.

Jika para pendiri bangsa begitu gigihnya berjuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia sejatinya generasi bangsa selanjutnya dapat mengisi kemerdekaan tersebut secara benar dengan penuh cinta kasih sayang untuk saling menguatkan tapi bukan semakin melemahkan, jika negara terlanjur chaos akan sangat sulit untuk bangkit kembali.

Pastinya seluruh rakyat Indonesia tidak mau sejarah buruk seperti masa reformasi tahun 1998 terulang kembali, karena amat menakutkan, menyengsarakan, merugikan dan penderitaan saja yang didapat.

Apakah siklus setiap dua puluh tahunan akan terjadi di Indonesia? Semua itu tergantung pemerintah saat ini semoga dapat berpikir ulang untuk memutuskan atau menyikapi setiap keadaan.
Semoga ini menjadi pikiran bersama bagi warga negara Indonesia untuk taat konstitusi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jika Pemilu Berubah Ke System Tetutup – “Maka Artinya Tidak Perlu Ada Pilpres 24”

Next Post

Erdogan Umumkan Kemenangan Dalam Pemilihan Presiden Putaran Kedua

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Erdogan Kutuk Negara-Negara Barat Karena Lindungi Teroris

Erdogan Umumkan Kemenangan Dalam Pemilihan Presiden Putaran Kedua

Pengamat: Ganjar Pranowo Kelas Pemimpin Biasa, Dua Periode Masih Urus Proyek Jelek

Survei SMRC Klaim Kemenangan Untuk Ganjar Dengan Elektabilitas 35, 2 Persen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist