Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Seorang panglima baru telah lahir, Sabtu (19/7/2025) di Solo, Jawa Tengah. Ia seorang mantan yang oleh Bahlil Lahadalia disebut “Raja Jawa”.
Panglima baru itu bertekad mau bekerja keras untuk membesarkan partai politik yang baru saja bersalin lambang, dari Mawar menjadi Gajah. Anak pamungkasnya pun terpilih kembali menjadi Raja dalam pemilu raya.
Sang panglima mencanangkan Pemilu 2034 sebagai momentum kemenangan, di mana parpolnya menjadi sebesar Gajah, lebih besar daripada Banteng, Garuda dan lainnya.
Gajah, katanya, adalah binatang yang kuat, cerdas dan bijaksana.
Ia pun mengomando pasukannya untuk merapatkan barisan dan merapikan struktur, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/kelurahan demi mencapai tujuan sepuluh tahun ke depan.
Kini, tentara bergajah di bawah komando sang panglima itu bersiap perang menyongsong Pemilu 2029 dan 2034.
Dus, kita pun jadi ingat kisah tentara bergajah dari Yaman.
Dikutip dari sebuah sumber, tentara bergajah merujuk pada pasukan Abrahah, seorang panglima dari Yaman, yang berniat menghancurkan Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Pasukan ini terkenal karena menggunakan gajah sebagai bagian dari kekuatan tempurnya. Namun, rencana mereka gagal karena Allah SWT mengirimkan burung Ababil yang menghancurkan pasukan tersebut.
Ya, Abrahah, seorang penguasa Yaman dari Ethiopia, merasa iri dengan popularitas Ka’bah dan berniat menghancurkannya untuk mengalihkan perhatian orang-orang ke kuil yang ia bangun di Yaman.
Abrahah pun memimpin pasukan besar, termasuk beberapa gajah, menuju Mekkah. Gajah pada saat itu merupakan simbol kekuatan dan menjadi senjata yang menakutkan bagi penduduk Mekkah.
Saat pasukan Abrahah mendekati Mekkah, Allah mengirimkan burung-burung Ababil yang membawa batu-batu kecil dari tanah yang terbakar (sijjil) dan menghancurkan pasukan bergajah tersebut.
Kini, siapa yang akan mengirim burung “Ababil” untuk menghentikan langkah tentara bergajah dari Solo itu?
Benarkah tentara bergajah van Solo itu akan menang pada Pemilu 2034?
Kita tidak tahu pasti. Tapi sebagai tekad dan cita-cita, boleh-boleh saja. Sah-sah saja.
Tapi ingat. Tentara bergajah itu hanya berhasil meraih suara 1,8 persen pada Pemilu 2019 dan 2,8 persen pada Pemilu 2024.
Dus, butuh energi sebesar Gajah untuk menjadi jawara di Pemilu 2034. Sanggupkah sang mantan menjadi komandan?
























