• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ternyata Ini Paradox Indonesia: OCCRP Jokowi Terkorup Dua Dunia, Gerindra Bersorak “Hidup Jokowi!”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 16, 2025
in Feature, Politik
0
Ternyata Ini Paradox Indonesia: OCCRP Jokowi Terkorup Dua Dunia, Gerindra Bersorak “Hidup Jokowi!”
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit yang membingungkan.  Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang dikenal luas dalam mengungkap skandal korupsi global, menominasikan Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin paling korup nomor dua di dunia. Sementara itu, dalam peringatan HUT Partai Gerindra, para kadernya dengan penuh semangat, mengikuti kamandoan Sang Ketum-Prabowo, berteriak “Hidup Jokowi!” berkali-kali. Sebuah paradoks yang mencerminkan absurditas politik Indonesia.

Kontradiksi dalam Realitas Politik

Dalam sistem demokrasi yang sehat, pengakuan dari lembaga internasional seperti OOCRP seharusnya menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan elit politik. Namun, yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya: mereka yang mestinya menjadi oposisi atau setidaknya memiliki sikap kritis terhadap kekuasaan malah membangun kultus terhadap Jokowi. Gerindra, yang awalnya dikenal sebagai lawan politik Jokowi pada Pemilu 2014 dan 2019, kini justru menjadi pendukung setianya.

OOCRP tidak serta-merta memberikan label “pemimpin terkotor” tanpa dasar. Mereka menyusun daftar tersebut berdasarkan laporan investigasi jurnalisme independen, yang menunjukkan bagaimana kekuasaan Jokowi dipenuhi konflik kepentingan, nepotisme, serta dugaan korupsi yang semakin menggurita di berbagai sektor. Dari proyek IKN hingga monopoli bisnis keluarga, semua menjadi catatan hitam dalam pemerintahan Jokowi. Namun, ironisnya, realitas ini tidak cukup untuk menyadarkan sebagian masyarakat dan elit politik bahwa ada masalah serius dalam pemerintahan ini.

Gerindra sebagai The Ruling Party: Politik tanpa Prinsip?

Saat ini, Gerindra telah menjadi partai penguasa dengan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. Berada di puncak kekuasaan, Gerindra justru semakin dekat dengan Jokowi dan mendukung kebijakan-kebijakan yang sebelumnya mereka kritik. Sorakan “Hidup Jokowi!” dalam HUT Gerindra menjadi bukti bahwa politik di Indonesia bukan lagi soal prinsip, tetapi soal kepentingan pragmatis.

Sebagai ruling party, Gerindra kini memiliki akses luas terhadap berbagai kebijakan negara. Namun, apakah ini berarti bahwa seluruh kader dan pendukung Gerindra benar-benar menerima kenyataan bahwa mereka kini menjadi bagian dari mesin politik yang dulu mereka lawan? Apakah transformasi Gerindra menjadi partai penguasa hanya demi kepentingan kekuasaan semata?

Rakyat di Persimpangan: Menelan atau Melawan Paradox?

Masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, dunia internasional menunjukkan dengan jelas bahwa pemerintahan Jokowi sarat dengan masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun, di sisi lain, sebagian besar elit politik justru terus membangun citra Jokowi sebagai pemimpin yang sukses dan layak didukung. Propaganda yang masif, kontrol terhadap media, dan kooptasi terhadap partai politik membuat realitas yang ada semakin buram.

Jika Indonesia terus membiarkan paradoks ini terjadi, maka demokrasi yang selama ini diperjuangkan akan semakin kehilangan maknanya. Sebaliknya, jika rakyat memilih untuk bersuara dan melawan kultus kepemimpinan yang tidak sehat ini, maka ada harapan bagi masa depan politik yang lebih bersih dan berintegritas.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar adalah: Apakah Indonesia masih punya keberanian untuk menghadapi kebenaran, atau kita akan terus larut dalam paradoks yang semakin menjauhkan kita dari keadilan dan kesejahteraan sejati?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemicu Konflik Sosial: Pemberian Lahan Gratis kepada Negara Asing, HGU 190 Tahun di IKN – Ironi dan Paradoks terhadap Hak Masyarakat Adat

Next Post

Gerindra Bantah Mewacanakan Koalisi Permanen

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Tak Dihadiri Megawati, Sejumlah Pimpinan Parpol Hadir Dalam Acara Puncak Peringatan 17 Tahun Gerindra

Gerindra Bantah Mewacanakan Koalisi Permanen

Demi Penghematan Anggaran Atlet Pelatnas Atletik di Pangalengan Dipulangkan

Demi Penghematan Anggaran Atlet Pelatnas Atletik di Pangalengan Dipulangkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...