• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

The Invisible Man: Dalang Tak Terlihat di Balik Proyek yang “Sah”

fusilat by fusilat
March 12, 2026
in Crime, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Namanya tidak tercantum dalam akta pendirian perusahaan pemenang lelang.
Ia bukan direktur.
Bukan komisaris.
Bahkan bukan pemilik perusahaan.

Namanya juga tidak tercatat sebagai staf di salah satu perusahaan peserta tender.

Namun justru dialah orang yang paling menentukan.

Dialah The Real Godfather.

Namanya tidak muncul dalam dokumen perusahaan mana pun. Tidak ada dalam struktur organisasi. Tidak ada dalam kontrak.

Tetapi faktanya, dialah pemenang yang sebenarnya.

Dialah yang merancang skenario, mengatur jalannya proses tender, dan pada akhirnya menjadi pelaksana proyek yang sesungguhnya.

Ia adalah pendana proyek.
Ia juga kontraktor sebenarnya.

Semua bergerak di bawah kendalinya—tanpa pernah terlihat secara resmi.

Ia seperti bayangan.

The Invisible Man.

Ketika Semua Tampak Bersih

Jika seorang auditor hanya menggunakan prosedur audit standar, mungkin ia akan pulang dengan kesimpulan sederhana:

Semuanya normal.

Dokumen pengadaan lengkap.
Proses lelang sesuai ketentuan.
Administrasi terlihat rapi.

Dari sudut pandang audit laporan keuangan, hampir semua asersi terpenuhi:

  • Completeness – dokumen lengkap
  • Existence & Occurrence – transaksi benar terjadi
  • Rights & Obligations – hak dan kewajiban jelas

Semua terlihat sistematis. Prosedural. Bahkan nyaris sempurna.

Namun ada satu asersi yang membuat Sang Auditor berhenti.

Valuation & Allocation.

Angka-angka tampak… tidak wajar.

Bukan salah secara administratif.
Tetapi janggal secara logika.

Masalahnya, kecurigaan saja tidak cukup.

Membandingkan harga penawaran dengan harga pasar hanya menghasilkan indikasi kemahalan. Itu belum cukup untuk membuktikan mens rea—niat jahat untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok.

Yang dibutuhkan adalah sesuatu yang lebih kuat:

Unsur melawan hukum.

Harga yang Seolah Turun dari Langit

Kecurigaan pertama muncul pada penyusunan Owner Estimate (OE) atau Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Sumber harga OE berasal dari last PO.

Secara teori, ini praktik yang lazim.

Namun Sang Auditor memutuskan menelusuri lebih jauh.

Last PO itu ditelusuri ke belakang.
Lalu ke belakang lagi.
Dan lagi.

Hingga akhirnya ditemukan fakta yang menarik.

Harga tersebut ternyata berasal dari penunjukan langsung.

Penelusuran berikutnya membuka lapisan lain:

Pengadaan bernilai besar ternyata dipecah menjadi beberapa PO kecil, sehingga nilainya masuk kategori yang diperbolehkan untuk penunjukan langsung.

Akibatnya, harga OE disusun dari harga yang tidak memiliki dasar pasar yang valid.

Tidak ada pembanding.
Tidak ada referensi independen.

Seolah-olah harga itu…

turun dari langit.

Di sinilah Sang Auditor melihat indikasi penyimpangan pertama:

OE disusun tanpa dasar harga yang sah.

Sosok yang Selalu Ada

Langkah berikutnya adalah menjawab pertanyaan klasik audit investigatif:

5W + 1H

Who
What
When
Where
Why
How

Sang Auditor kemudian memeriksa dokumen tender selama satu tahun terakhir.

Dan di sanalah kejanggalan mulai terlihat.

Dalam setiap aanwijzing—rapat penjelasan teknis tender—selalu hadir satu orang yang sama.

Orang ini bukan pemilik perusahaan.

Bukan direktur.
Bukan komisaris.
Bahkan bukan staf resmi perusahaan peserta lelang.

Namun ia selalu hadir.

Kadang mewakili perusahaan A.
Kadang perusahaan B.
Kadang perusahaan C.

Namanya tidak tercatat dalam struktur perusahaan mana pun.

Namun ia selalu ada.

Seperti bayangan yang mengikuti cahaya.

The Invisible Man.

Benang Merah di Balik Layar

Sang Auditor kemudian menelusuri lebih jauh.

Ia memeriksa:

  • daftar hadir rapat
  • buku tamu perusahaan
  • agenda Direktur Utama
  • notulen rapat

Dan akhirnya benang merah itu muncul.

Orang yang sama ternyata rutin bertemu Direktur Utama perusahaan auditee untuk membahas penyelesaian proyek.

Bahkan terdapat Minutes of Meeting resmi yang menyebut keterlibatannya dalam pelaksanaan proyek.

Orang yang tidak tercatat sebagai kontraktor justru menjadi pelaksana utama proyek.

Bayangan itu mulai memiliki bentuk.

Ketika Angka-Angka Mulai Bicara

Namun pembuktian belum selesai.

Kunci dari asersi valuation akhirnya muncul ketika Sang Auditor memperoleh invoice asli dari distributor barang.

Harga dari distributor ternyata jauh lebih rendah dibandingkan harga dalam invoice PO proyek.

Barangnya sama.
Spesifikasinya sama.

Namun selisih harganya sangat besar.

Dan di sinilah semuanya menjadi terang.

Mark-up terjadi.

Ketika mark-up terbukti, maka unsur melawan hukum pun semakin jelas.

Penyamaran Seorang Auditor

Cara memperoleh invoice asli itu sendiri cukup menarik.

Sang Auditor menyamar sebagai pengusaha yang mendapat pesanan dari perusahaan auditee.

Ia menghubungi distributor untuk membeli barang yang sama.

Pembawaannya meyakinkan.

Pihak distributor percaya.

Mereka bahkan menunjukkan invoice penjualan sebelumnya.

Dari situlah bukti penting ditemukan:

Harga asli.
Harga proyek.
Dan selisih di antaranya.

Di titik inilah terlihat jelas bahwa The Invisible Man memainkan peran sentral sebagai pelaksana proyek—tanpa pernah secara formal menjadi rekanan.

Tidak Ada yang Benar-Benar Tersembunyi

Dalam dunia manusia, seseorang mungkin dapat bersembunyi di balik dokumen, jabatan, atau struktur perusahaan.

Namun dalam pandangan yang lebih luas, sebenarnya tidak ada yang benar-benar tersembunyi.

Al-Qur’an mengingatkan:

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
— QS. Al-Hadid: 4

Bahkan sesuatu yang hanya terlintas di dalam hati pun diketahui oleh-Nya.

“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
— QS. Qaf: 16

Karena itu, upaya menyembunyikan kecurangan mungkin berhasil di hadapan manusia—
tetapi tidak di hadapan Tuhan.

Timbangan yang Tidak Jujur

Kecurangan dalam transaksi bukanlah fenomena baru.

Al-Qur’an telah memperingatkan sejak lama:

“Celakalah bagi orang-orang yang curang dalam timbangan.”
— QS. Al-Mutaffifin: 1

Rasulullah ﷺ pun memberikan peringatan tegas:

“Barangsiapa menipu maka ia bukan termasuk golonganku.”
— HR. Muslim

Dalam dunia modern, “timbangan” itu bisa berubah bentuk:

harga proyek
spesifikasi barang
proses tender
laporan keuangan

Namun hakikatnya tetap sama:

kejujuran atau kecurangan.

Ketika Tubuh Sendiri Menjadi Saksi

Manusia mungkin mampu menyembunyikan jejaknya di dunia.

Namun Al-Qur’an mengingatkan tentang hari ketika semua rahasia terbuka.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka berbicara kepada Kami dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
— QS. Yasin: 65

Pada saat itu, bukan lagi auditor yang berbicara.

Bukan dokumen.
Bukan saksi manusia.

Melainkan anggota tubuh kita sendiri.

Penutup: Bayangan yang Tidak Abadi

Kisah The Invisible Man memberi satu pelajaran sederhana.

Seseorang mungkin mampu menjadi tidak terlihat dalam sistem.

Ia bisa berada di balik layar, mengendalikan proses, dan mengatur skenario tanpa pernah tercatat secara resmi.

Namun bayangan seperti itu tidak pernah abadi.

Cepat atau lambat, fakta akan menemukan jalannya.

Karena pada akhirnya:

dokumen berbicara
angka berbicara
saksi berbicara

Dan kelak, tangan dan kaki kita sendiri akan berbicara.

Sebagian orang berusaha menjadi Invisible Man di dunia proyek.

Namun pada hari ketika semua rahasia dibuka—

tidak ada manusia yang bisa tetap tak terlihat.

Kesimpulan

Fenomena Invisible Man dalam proyek pengadaan menunjukkan bahwa penyimpangan sering kali tidak terjadi di permukaan, melainkan tersembunyi dalam desain sistem dan jaringan informal di baliknya.

Proses yang tampak sah secara administratif dapat saja menyembunyikan praktik yang merugikan organisasi dan masyarakat.

Karena itu, integritas dalam pengadaan bukan hanya soal kepatuhan pada prosedur, tetapi juga tentang keberanian melihat lebih dalam dari apa yang tampak.

Saran

Untuk mencegah modus serupa, beberapa langkah penting dapat dipertimbangkan:

• Penguatan proses penyusunan HPS/OE dengan sumber harga independen dan transparan.
• Audit investigatif berbasis analisis pola data untuk mendeteksi keterlibatan pihak informal dalam pengadaan.
• Penguatan budaya integritas organisasi.
• Pengawasan berlapis dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.

Karena pada akhirnya, dalam dunia bisnis—seperti juga dalam kehidupan—

kejujuran bukan hanya kewajiban hukum, tetapi sumber keberkahan.

Referensi
* Al-Qur’an:
* QS. Al-Hadid ayat 4
* QS. Qaf ayat 16
* QS. Al-Mutaffifin ayat 1–3
* QS. Yasin ayat 65
* Hadits:
* Hadits riwayat Sahih Muslim tentang larangan penipuan dalam perdagangan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

OTT TAK PERNAH BERHENTI: DARI PEKALONGAN KE REJANG LEBONG, KORUPSI KEPALA DAERAH TERUS BERULANG

Next Post

Harga BBM Naik di Berbagai Negara Akibat Ketegangan Timur Tengah

fusilat

fusilat

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Harga BBM Naik di Berbagai Negara Akibat Ketegangan Timur Tengah

Harga BBM Naik di Berbagai Negara Akibat Ketegangan Timur Tengah

Jepang Siapkan Sistem Pra-Pemeriksaan Imigrasi dan Kenaikan Biaya Izin Tinggal

Jepang Siapkan Sistem Pra-Pemeriksaan Imigrasi dan Kenaikan Biaya Izin Tinggal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...