• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Utang Menggunung, Prioritas Melenceng: Indonesia di Ambang Paradoks Fiskal

fusilat by fusilat
February 17, 2026
in Economy, Feature
0
Utang Menggunung, Prioritas Melenceng: Indonesia di Ambang Paradoks Fiskal
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
17 Februari 2026

Defisit APBN 2025 nyaris menyentuh batas 3 persen, utang jatuh tempo 2026 membengkak menjadi Rp833,96 triliun, dan total kebutuhan bruto refinancing bisa mencapai Rp1.650 triliun jika ditambah bunga serta defisit baru. Rupiah tertekan, inflasi mengintai, dan ruang belanja produktif semakin sempit. Di tengah ancaman fiskal yang nyata ini, pemerintah justru menggelontorkan ratusan triliun untuk program konsumtif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 triliun di 2026 dan Gentengisasi yang terkesan kosmetik. Pendidikan murni terkikis, kesehatan terbatas (ada penonaktifan BPJS), reformasi struktural tertunda—semua dikorbankan demi narasi sukses jangka pendek yang semakin sulit dipertahankan.

Kondisi Fiskal: Bukan Lagi Peringatan, Tapi Ancaman Langsung

Utang jatuh tempo Rp833,96 triliun bukanlah angka yang abstrak—ini real beban refinancing raksasa yang harus ditanggung dengan suku bunga tinggi dan investor global yang semakin selektif. Moody’s telah merevisi outlook negatif, dan jika gagal roll over, risiko default atau krisis nilai tukar sangat nyata. Moody’s ini salah satu lembaga pemeringkat kredit terbesar di dunia. Moody’s sudah memberikan sinyal bahaya (outlook negatif): kalau Indonesia gagal mengganti utang lama dengan utang baru, bisa-bisa negara nggak bisa bayar utang (default) atau rupiah ambruk parah (krisis nilai tukar). Dua-duanya sama-sama membuat ekonomi dan kehidupan rakyat jadi sangat susah.

Pajak Januari 2026 tumbuh 30,8 persen (Rp116,2 triliun), tapi target tahunan Rp2.357,7 triliun tetap sangat ambisius—realisasi 2025 hanya 87 persen. Jika gagal lagi, defisit 2026 (target 2,68 persen) berpotensi jebol di atas 3 persen, melanggar batas UU Keuangan Negara. Menkeu Purbaya bersikeras “fokus 3 persen harga mati”, tapi INDEF sudah menyebut defisit fiskal “di tepi jurang” karena elastisitas pajak lemah dan ketergantungan pada penerimaan non-pajak yang rapuh.

Keresahan Rakyat: Bukan Lagi Keluhan, Tapi Jeritan

Protes terhadap MBG terus membesar: ribuan kasus keracunan anak, dugaan korupsi kontrak yayasan mitra, menu yang sering kali tidak memenuhi standar gizi. Gentengisasi dianggap solusi kosmetik, bukan jawaban atas akar masalah seperti rumah layak dan hunian murah. Di luar itu, keresahan atas kebijakan luar negeri (misalnya BoP Trump yang melibatkan Israel) memicu demonstrasi solidaritas Palestina. Di media sosial dan lapangan, masyarakat merasa untuk “bertahan hidup” saja sudah susah: PHK massal, harga pangan naik, banjir dan longsor akibat deforestasi, serta kemiskinan rentan masih tinggi (68 persen jika pakai standar Bank Dunia).

Program seperti MBG dan Gentengisasi memang menjadi simbol: anggaran jumbo diklaim dari penghematan alias efisiensi agar “tidak dimakan korupsi”, namun kritik dari ICW, JPPI, dan koalisi sipil semakin keras menyebut bahwa program ini malah membuka celah rente, konflik kepentingan, dan korupsi berjamaah. Anggaran pendidikan yang murni terkikis (efektif tersisa sekitar 14-16 persen APBN, di bawah mandat 20 persen dari yang sudah ditetapkan UUD 45), sementara belanja pegawai (ASN, TNI, Polri) tetap 15-16 persen dari total belanja—prioritas stabilitas kekuasaan lebih tinggi daripada investasi SDM.

Paradigma yang Harus Diubah—Sekarang atau Terlambat

Di tengah keresahan yang semakin membesar, masukan berikut bukan sekadar kritik, melainkan blueprint reformasi yang harus segera dijalankan:

  • Hapus kepentingan Pilpres 2029 dan politik gentong babi. Politik transaksional (bagi-bagi proyek dan kontrak) menjadi racun utama. Reformasi partai dan pembatasan dana kampanye harus jadi prioritas.
  • Hapus kepentingan bisnis pejabat, politisi, polisi, dan tentara. Konflik kepentingan kental di megaproyek (sawit, tambang, food estate). Transparansi aset dan larangan bisnis bagi pejabat aktif harus ditegakkan dengan ketat.
  • Cek dan berantas korupsi di program prioritas. MBG sangat rawan bancakan (potongan yayasan, mitra bermasalah). Audit investigatif KPK, BPK, dan BPKP harus dilakukan segera—bukan hanya klaim “sistem yang menutup celah” dari BGN.
  • Kembalikan pendidikan sebagai prioritas utama. Indonesia Emas 2045 mustahil terwujud tanpa SDM unggul. Alokasi 20 persen murni bener-bener untuk pendidikan (tanpa “dipotong” MBG) serta reformasi kurikulum dan guru haruslah menjadi nomor satu.
  • Fokus membangun kepercayaan investor global. Dengan utang jatuh tempo Rp833 triliun, kita butuh inflow (pemasukan) FDI stabil. FDI, Foreign Direct Investment, yang dalam bahasa Indonesia biasa disebut Penanaman Modal Asing Langsung atau Investasi Asing Langsung.

Reformasi regulasi, hukum, dan antikorupsi menjadi kunci—bukan hanya diplomasi.
– Reformasi birokrasi digital dan kualitas SDM aparat. Layanan digital (e-government) bisa memotong birokrasi yang lambat dan korupsi. Pelatihan dan meritokrasi untuk pejabat ekonomi serta pelayanan publik harus ditingkatkan.
– Komunikasi persuasif dengan negara yang menganggap Indonesia ancaman. Perbanyak teman melalui diplomasi aktif di ASEAN, BRICS, G20, tapi tetap bebas aktif. Hindari persepsi “ancaman” dari isu lingkungan, SDA, atau posisi geopolitik.
– Proteksi pangan nasional. Hadapi risiko perang dunia dan iklim dengan memperbanyak stok beras, diversifikasi pangan, dan cadangan strategis harus dikuatkan—bukan bergantung pada impor.

Indonesia punya potensi besar, dengan sumber daya alam melimpah, bonus demografi, dan posisi strategis. Namun, pengelolaan fiskal dan prioritas terasa salah arah. Masukan seperti ini bukan untuk memperoleh apresiasi, melainkan untuk perubahan nyata. Di tengah keresahan yang semakin membesar ini, suara jujur dan berorientasi rakyat harusnya yang paling dibutuhkan.

Semoga 2026 menjadi tahun koreksi besar-besaran, bukan malah kelanjutan paradoks yang semakin menyakitkan. Rakyat tidak butuh janji manis; mereka butuh kebijakan yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan bersama. Waktunya berubah—sebelum terlambat.

Malika Dwi Ana
17 Februari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Integritas Itu Lebih dari Sekadar Jujur (Jenderal Hoegeng di Kepolisian, Drs. Gandhi di BPKP)

Next Post

Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Awal Puasa Berpotensi Berbeda antara Muhammadiyah dan NU

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Nasaruddin Umar dan Klaim “Menag Terhebat”: Sebuah Kekonyolan Konstitusional

Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Awal Puasa Berpotensi Berbeda antara Muhammadiyah dan NU

Kemiskinan yang “Dipelihara” Negara: Antara Amanah Konstitusi dan Strategi Politik yang Licik

Kemiskinan yang "Dipelihara" Negara: Antara Amanah Konstitusi dan Strategi Politik yang Licik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...