• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Walk Out di PTIK: Ketika Reformasi Hanya Berani pada Kertas – Menghukum Sebelum Mengadili

fusilat by fusilat
November 20, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Politik
0
Walk Out di PTIK: Ketika Reformasi Hanya Berani pada Kertas – Menghukum Sebelum Mengadili
Share on FacebookShare on Twitter

Fusiltanews– Audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri di PTIK, Rabu (19/11/2025), berubah menjadi panggung yang mempermalukan dirinya sendiri. Alih-alih menghadirkan ruang dialog yang inklusif dan berani, forum itu justru tersandung pada persoalan paling mendasar dalam sistem hukum: ketidakmampuan membedakan tersangka dari terpidana. Dan di sinilah drama walk out yang dipimpin akademisi hukum tata negara Refly Harun menjadi simbol perlawanan moral terhadap kemunduran nalar hukum tersebut.

Reformasi yang Tersandera Mentalitas Menghukum Sebelum Mengadili

Pemicunya sederhana namun fatal: tiga tokoh—Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dr. Tifauziah Tyassuma (RRT)—yang sedang berstatus tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi dilarang berbicara dalam forum, bahkan hampir dilarang sekadar duduk sebagai peserta. Dalam logika Komisi Reformasi, status tersangka seolah menjadi dosa awal yang cukup untuk mengebiri hak partisipasi warga dalam ruang aspirasi.

Padahal, seperti yang ditegaskan Refly, panitia sendiri yang mengundang 19 tokoh masyarakat sipil, termasuk RRT melalui jalur usulan. Namun detik-detik menjelang audiensi, muncul keberatan dari anggota komisi—salah satunya mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis—yang menolak kehadiran peserta berstatus tersangka. Opsi yang diberikan kepada RRT pun menyedihkan: tetap duduk tanpa bicara, atau keluar dari forum.

Sebuah pilihan yang dalam demokrasi sehat seharusnya tidak perlu ada.

Walk Out Sebagai Solidaritas dan Penegakan Akal Sehat

Ketika RRT memilih opsi walk out, Refly dan belasan tokoh lainnya langsung mengikuti. Mereka bukan keluar karena marah, tetapi karena enggan membenarkan forum yang menghukum orang sebelum pengadilan memutuskan.

Status tersangka, sebagaimana ditegaskan Refly, bukanlah bukti kesalahan. Ia hanya pintu masuk penyidikan, bukan vonis. Menggunakannya untuk menyingkirkan orang dari ruang partisipasi publik adalah bentuk kemalasan hukum, sekaligus gejala otoritarianisme halus yang semakin sering terlihat dalam penanganan kritik dan perbedaan pendapat.

Sejumlah tokoh turut keluar: Said Didu, Rizal Fadila, Aziz Yanuar, dan lain-lain. Walk out ini bukan sekadar aksi protes; ia adalah penanda bahwa masyarakat sipil masih memiliki nyali ketika sejumlah institusi justru terlihat kehilangan keberaniannya.

Mengabaikan Suara dari Mereka yang Merasakan Luka Sistem

Ironi terbesar dalam kasus ini adalah: forum reformasi justru menutup telinga dari mereka yang mengalami langsung praktik kriminalisasi—isu utama yang mesti ditangani dalam reformasi kepolisian.

Pertemuan ini sendiri muncul karena diskusi 13 November yang menilai bahwa kasus-kasus RRT sarat dugaan kriminalisasi terhadap kritik publik. Justru pengalaman itu yang ingin disampaikan kepada Komisi Reformasi. Namun alih-alih mendengar, forum memilih membungkam.

Refly pun mengingatkan: negara yang mengkriminalkan pendapat atau penelitian adalah negara dengan demokrasi sontoloyo. Indonesia, katanya, seharusnya naik kelas menjadi negara demokrasi yang substantif, bukan memelihara ketakutan pada suara kritis.

Jimly Menghargai Walk Out, Tetapi Aturannya Menyandera Forum

Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, menghargai aksi walk out tersebut, menyebutnya sebagai sikap seorang aktivis sejati. Namun di saat yang sama, ia bersandar pada aturan internal forum: “Tersangka jangan jadi peserta aktif.”

Sikap Jimly ini mencerminkan konflik yang lebih dalam—antara idealisme reformasi yang ia perjuangkan selama bertahun-tahun dengan praktik birokratis yang mengungkung forum yang dipimpinnya. Jika forum reformasi sendiri takut pada status tersangka, bagaimana mungkin mereka menyentuh akar persoalan seperti kriminalisasi, penyalahgunaan kewenangan, dan bias politik dalam penegakan hukum?

Reformasi Tak Bisa Dibangun dengan Mentalitas Diskriminatif

Kasus ini menghadirkan satu pelajaran besar: reformasi kepolisian tidak bisa dilakukan dengan memilih-milih siapa yang berhak bersuara. Ketika forum aspirasi mulai mendiskriminasi warga berdasarkan status hukum yang belum inkrah, maka reformasi itu sendiri sedang berjalan mundur.

Reformasi membutuhkan keberanian untuk menghadapi yang tidak nyaman, termasuk suara mereka yang sedang diperiksa, dikriminalisasi, atau dipinggirkan. Justru dari pengalaman mereka, potret nyata penyimpangan sistem penegakan hukum bisa terlihat.

Menutup pintu bagi mereka berarti menutup sebagian kebenaran yang ingin diperbaiki.

Penutup: Walk Out Itu Adalah Alarm, Bukan Sekadar Aksi

Walk out Refly Harun dan kawan-kawan bukan kegaduhan. Ia adalah alarm, pertanda bahwa reformasi kepolisian sedang diarahkan oleh birokrasi yang tidak siap diberi kaca untuk melihat wajahnya sendiri.

Dan jika Komisi Reformasi Polri sungguh ingin mengembalikan integritas polisi di mata publik, mereka harus mulai dari langkah paling sederhana:
menghormati asas hukum yang paling dasar — bahwa setiap orang tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya.

Karena tanpa itu, reformasi hanya menjadi slogan panjang di spanduk—sementara praktiknya tetap terjebak pada politik stigma dan pembungkaman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ambisi Jokowi di IKN Dibatalkan MK

Next Post

Negara Huru-Hara Gara-Gara Ijazah Jokowi: Semua Mengaku Menyimpan, Tak Satupun Jelas Aslinya

fusilat

fusilat

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan
News

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Next Post
Negara Huru-Hara Gara-Gara Ijazah Jokowi: Semua Mengaku Menyimpan, Tak Satupun Jelas Aslinya

Negara Huru-Hara Gara-Gara Ijazah Jokowi: Semua Mengaku Menyimpan, Tak Satupun Jelas Aslinya

PROSES PERSIDANGAN DAPAT MEMBUKA KOTAK PANDORA MISTERI IJAZAH JOKOWI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist