• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

ZAMAN KEEMASAN: ANTARA MITOS SEJARAH DAN UJIAN KEKUASAAN

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 9, 2026
in Feature, Sejarah
0
ZAMAN KEEMASAN: ANTARA MITOS SEJARAH DAN UJIAN KEKUASAAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Zaman keemasan (golden age) adalah periode dalam sejarah yang ditandai oleh kemakmuran, stabilitas politik, perdamaian, serta pencapaian tertinggi dalam bidang budaya, ekonomi, atau ilmu pengetahuan. Konsep ini berakar dari mitologi Yunani tentang masa damai dan utopis, namun dalam perkembangan modern digunakan untuk menggambarkan puncak kejayaan suatu peradaban—seperti Zaman Keemasan Islam (abad ke-8 hingga ke-13) atau Renaisans Italia.

Dalam konteks Indonesia pasca-kemerdekaan, istilah “zaman keemasan” bersifat sangat subjektif. Ia bergantung pada indikator yang digunakan: apakah stabilitas ekonomi, pengaruh politik internasional, kekuatan militer, atau kematangan sistem politik dan partai-partai yang mengelolanya.

Secara umum, sebuah periode dapat disebut zaman keemasan apabila memenuhi beberapa indikator utama:
puncak popularitas dan pengaruh, kinerja yang efektif dalam mencapai tujuan, pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan, stabilitas internal yang solid, serta dukungan luas dari masyarakat.

Dalam konteks partai politik, zaman keemasan biasanya ditandai oleh:

  • Kemenangan pemilu dengan selisih yang signifikan,
  • Penguasaan jabatan strategis dalam pemerintahan,
  • Kualitas kader yang berpengaruh dan berkelanjutan.

Namun, tetap harus disadari: “zaman keemasan” bukanlah fakta tunggal, melainkan tafsir yang sangat ditentukan oleh konteks dan perspektif.


Kilasan Zaman Keemasan Indonesia Modern

Beberapa periode dalam sejarah Indonesia modern kerap disebut sebagai masa puncak:

1. Era Orde Baru (1980-an–1990-an): Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Banyak ekonom menyebut era ini sebagai masa keemasan pembangunan fisik dan stabilitas nasional. Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 1984, prestasi yang diakui dunia melalui penghargaan FAO.
Pendapatan per kapita melonjak dari sekitar USD 70 di awal Orde Baru menjadi hampir USD 1.000 pada 1996. Stabilitas keamanan relatif terjaga, meski harus dibayar mahal dengan pembatasan kebebasan sipil dan politik.

2. Era Orde Lama (1950-an–awal 1960-an): Puncak Diplomasi dan Geopolitik
Di bawah kepemimpinan Soekarno, Indonesia tampil sebagai mercusuar dunia ketiga.
Konferensi Asia Afrika 1955 menjadikan Indonesia episentrum diplomasi global dan pelopor Gerakan Non-Blok. Pada awal 1960-an, Indonesia bahkan memiliki salah satu kekuatan militer terkuat di belahan bumi selatan, berkat dukungan persenjataan dari Uni Soviet.

3. Visi “Indonesia Emas 2045”
Saat ini, pemerintah mengusung narasi Indonesia Emas 2045—sebuah proyeksi ambisius agar Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia, dengan memanfaatkan bonus demografi hingga awal 2030-an. Namun, visi ini masih berada di ranah janji dan perencanaan, belum realitas sejarah.


Zaman Keemasan dan Partai Politik: Studi Kasus Gerindra

Pertanyaannya kemudian: bagaimana kaitan konsep zaman keemasan dengan perjalanan partai politik di Indonesia?

Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Gerindra menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan Pemilu Legislatif 2024, Gerindra menjadi partai ketiga terbesar di DPR dengan 86 kursi. Ketua umumnya, Prabowo Subianto, menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan kini telah terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dari sisi elektoral dan pengaruh politik, Gerindra jelas berada pada fase terbaik sepanjang sejarahnya. Pada Pemilu 2019, partai ini meraih 13,57% suara dan 78 kursi, menandai konsistensi pertumbuhan dibanding pemilu sebelumnya.

Namun, apakah kondisi ini dapat langsung disebut sebagai “zaman keemasan Gerindra”?

Jawabannya tidak sesederhana angka. Politik bersifat dinamis. Popularitas adalah puncak yang rapuh jika tidak diikuti dengan konsistensi kinerja dan kejelasan arah ideologis.


Faktor Pendorong Popularitas Gerindra

Meningkatnya pengaruh Gerindra dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  • Kepemimpinan Prabowo Subianto, yang sejak Pilpres 2014 dan 2019 menjadi magnet elektoral partai;
  • Koalisi politik, khususnya bergabungnya Gerindra ke dalam pemerintahan Jokowi, yang membuka akses kekuasaan dan sumber daya;
  • Jaringan politik dan militer Prabowo yang luas;
  • Strategi komunikasi populis, terutama melalui media sosial;
  • Kinerja sejumlah kader, seperti Sufmi Dasco Ahmad, yang cukup menonjol di parlemen dan pemerintahan.

Ujian Sesungguhnya: Kekuasaan

Ke depan, prospek Gerindra memang cerah, terutama dengan Prabowo sebagai Presiden. Namun, tantangan juga tidak kecil. Partai ini harus mampu menjaga keseimbangan antara menjadi partai penguasa dan tetap mempertahankan identitas politiknya.

Keterlibatan penuh dalam pemerintahan akan memperbesar sorotan publik, kritik, dan tuntutan akuntabilitas. Di sinilah ujian sejati dimulai: apakah kekuasaan akan melahirkan kematangan, atau justru menggerus idealisme.

Zaman keemasan sejatinya bukan diukur dari seberapa tinggi kekuasaan diraih, melainkan dari apa yang ditinggalkan kekuasaan itu bagi rakyat dan demokrasi.

Semoga.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

2029 PAN Dukung Prabowo Saja — Lalu, Apa Kata Gibran?

Next Post

P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

Menggali Arti Penting Jepang: Sebuah Perspektif “Gaijin”

Datang dengan Uang, Pulang dengan Luka: Mengapa Banyak Perusahaan Asing Gagal di Jepang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...