• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

1 Juni: Peringatan Mati-nya Ideologi Pancasila

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 1, 2025
in Feature, Sejarah
0
1 Juni: Peringatan Mati-nya Ideologi Pancasila
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto-Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati apa yang disebut sebagai “Hari Lahir Pancasila.” Narasi ini digemakan terutama oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebuah lembaga negara yang ironisnya justru dibentuk setelah dasar ideologi itu sendiri dianggap telah terkubur dalam proses amendemen konstitusi.

Padahal, bila kita menelisik lebih dalam secara historis dan yuridis, Pancasila sebagai dasar negara telah mengalami degradasi yang sangat serius. Bahkan, bisa dikatakan telah dikudeta secara sistematis melalui serangkaian amendemen UUD 1945 pasca reformasi.

Pancasila: Statsfundamentalnorm yang Dihapuskan

Perlu digarisbawahi bahwa Pancasila bukan sekadar semboyan atau jargon politik. Ia merupakan Statsfundamentalnorm — norma dasar negara — yang secara filosofis, yuridis, dan historis termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan dalam batang tubuh konstitusi yang asli (16 bab, 37 pasal, dan 4 aturan peralihan dan tambahan).

Namun, proses amendemen UUD 1945 justru mengebiri ruh Pancasila. Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan — yang dahulu dijelaskan dalam penjabaran resmi oleh MPR — dihilangkan begitu saja, tanpa landasan hukum yang sah. Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tapi sebuah tindakan yang dalam istilah politik bisa disebut sebagai kudeta konstitusional.

Kedaulatan Rakyat Digeser Menjadi Kedaulatan Individu

Salah satu perubahan yang paling fatal adalah penghapusan prinsip kedaulatan rakyat. Dulu, MPR merupakan penjelmaan dari seluruh komponen bangsa — termasuk Utusan Daerah dan Utusan Golongan. Kini, MPR hanya menjadi tempat akumulasi kekuatan partai politik dan perwakilan daerah yang dipilih secara langsung. Lalu, atas dasar hukum apa MPR — yang dahulu lembaga tertinggi negara — diturunkan derajatnya hanya menjadi lembaga tinggi negara?

Sistem permusyawaratan dan perwakilan yang dahulu menjadi ciri khas demokrasi Pancasila telah digantikan dengan demokrasi liberal elektoral, di mana suara terbanyak menjadi ukuran tunggal kebenaran. Inilah bentuk penggantian secara diam-diam terhadap sila keempat Pancasila.

Demokrasi Liberal: Jalan Menuju Kematian Ideologi Pancasila

Dalam sistem baru ini, demokrasi bukan lagi musyawarah mufakat, melainkan pertarungan kuasa, adu kuat, dan adu kaya. Siapa paling banyak uang, dialah yang menang. Demokrasi berubah menjadi alat transaksional, dan ideologi Pancasila dikaburkan oleh prinsip-prinsip liberal Barat yang tidak berakar pada nilai-nilai bangsa.

Jika demikian, apa sebenarnya fungsi dan peran BPIP? Untuk apa dibayar mahal bila ideologi yang mereka klaim dijaga justru telah digantikan secara sistemik?

1 Juni: Hari Lahir atau Hari Kematian?

Ironi terbesar terjadi ketika setiap 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun faktanya, Pancasila telah lama ditinggalkan, bahkan secara formal telah dihapuskan dari batang tubuh UUD 1945 melalui amendemen. Mungkin akan lebih jujur dan relevan jika 1 Juni diperingati sebagai Hari Kematian Ideologi Pancasila.

Seperti yang dikirimkan Prof. Dr. Yudi Latif kepada saya pagi ini: “Pancasila telah layu.” Tapi saya lebih memilih menyebutnya, “Pancasila sudah lelayu.” Ia mati bukan karena usia, melainkan karena dikhianati oleh sistem dan elit politiknya sendiri.

Jika Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri benar-benar memahami dampak amendemen UUD 1945, maka ia akan menyadari bahwa perubahan tersebut berimplikasi pada pembubaran negara hasil Proklamasi 17 Agustus 1945. Secara tak langsung, ini sama artinya dengan mencabut legitimasi historis Soekarno-Hatta sebagai Proklamator. Apakah ini bukan sebuah bentuk pengkhianatan sejarah?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Asap yang Mengaburkan Akal Sehat

Next Post

Menpora Yakin Indonesia Mampu Kalahkan China

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)
Feature

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Feature

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Feature

Berani Memutuskan atau Takut Dipenjara? (Di Mana Batas Diskresi dan Korupsi?)

June 28, 2026
Next Post
Menpora Yakin Indonesia Mampu Kalahkan China

Menpora Yakin Indonesia Mampu Kalahkan China

Megawati Tuding KPK Tak Ada Kerjaan Lain Kecuali ‘ubek-ubek’ Hasto

Megawati, Kalau Yakin Didukung, Mengapa Takut?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...