• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Akibat Pejabat Rangkap Penjahat, Penguasa Rangkap Pengusaha

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 4, 2025
in Birokrasi, Crime, Feature, Pojok KSP
0
Wali Kota Semarang Ditahan KPK Dalam Kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang.

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Inilah kacaunya Indonesia: pejabat merangkap penjahat, penguasa merangkap pengusaha. Formal atau informal. Resmi atau tak resmi. Akibatnya: terjadi konflik kepentingan!

Hal itu terjadi di semua cabang kekuasaan dalam Trias Politika, yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif. Akibatnya: korupsi merajalela!

Jika kita cermati kasus-kasus korupsi kelas kakap di Indonesia, nyaris selalu melibatkan pejabat dan pengusaha. Pejabat yang merangkap penjahat, penguasa yang merangkap pengusaha.

Kasus-kasus korupsi kakap juga banyak terjadi di tahun-tahun dekat pemilu. Ada apa? Politik uang!

Sebut saja kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) awal tahun 1999 yang merugikan keuangan negara hingga Rp135 triliun.

Kasus yang terjadi pada era Presiden BJ Habibie ini tak kunjung selesai hingga kini atau setelah 3 kali presiden berganti, mulai dari Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto.

Lalu, kasus korupsi Bank Century tahun 2008 yang merugikan keuangan negara hingga Rp7,3 triliun.

Kemudian kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya tahun 2018 yang merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun; dan kasus korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) tahun 2019 yang merugikan keuangan negara Rp23,7 triliun.

Pun kasus korupsi pengelolaan timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk tahun 2015-2022 yang merugikan keuangan negara hingga Rp300 triliun.

Dan ini yang paling dahsyat: korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina, tahun 2018-2023 yang merugikan keuangan negara hingga nyaris Rp1.000 triliun atau Rp1 kuadriliun.

Kasus-kasus korupsi kelas kakap tersebut, sekali lagi, melibatkan pejabat yang merangkap penjahat, dan penguasa yang merangkap pengusaha.

Antiklimaks Kasus Pertamina

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan total sembilan orang tersangka kasus korupsi di PT Pertamina Patra Niaga. Sembilan orang tersangka itu terdiri dari enam pejabat BUMN tersebut dan tiga dari pihak swasta.

Mereka adalah Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga; Sani Dinar Saifuddin, Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional; Yoki Firnandi, Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping; dan Agus Purwono, Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina International.

Lalu, Muhammad Kerry Andrianto Riza, Beneficialy Owner PT Navigator Khatulistiwa; Dimas Werhaspati, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim: Gading Ramadhan Joedo, Komisaris PT Jengga Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak; Maya Kusmaya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga; dan Edward Corne, VP Trading Produk Pertamina Patra Niaga.

Tersangka Kerry Andrianto adalah anak dari Raja Minyak Muhammad Riza Chalid yang namanya tak asing lagi di telinga publik karena sering disebut dalam kasus dugaan korupsi, termasuk kasus dugaan korupsi impor minyak Zatapi, dan kasus Papa Minta Saham.

Kejagung telah menggeledah rumah Riza Chalid di Jakarta. Kejagung juga membuka kemungkinan memeriksa Raja Minyak itu.

Dalam tayangan di akun TikTik yang menyebar di media sosial, ada nama menteri, saudara menteri, pejabat kepolisian, dan pengusaha yang namanya dikait-kaitkan dengan kasus Pertamina ini. Namun diyakini, pengusutan kasus ini akan antiklimaks dan mungkin akan berhenti hanya di sembilan tersangka tersebut. Sementara “God Fathers”-nya tak akan tersentuh. Mereka adalah “untouchable men”.

Apalagi, Jumat (28/2/2025) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir tengah malam menemui Jaksa Agung St Burhanuddin. Disinyalir, pertemuan itu untuk melokalisir kasus Pertamina agar tidak merembet ke mana-mana.

Kasus Pertamina ini akan antiklimaks sebagaimana kasus pagar laut di Tangerang, Banten, yang hanya berpusar di Kepala Desa Kohod, Pakuhaji, Arsin bin Asip.

Diketahui, dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto ada sejumlah pejabat yang berlatar pengusaha. Selain Erick Thohir, ada Luhut Pandjaitan yang menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional; Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman; Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi; Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian; Widyanti Putri, Menteri Pariwisata; dan Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Bahkan maraknya penguasa merangkap pengusaha bukan monopoli Prabowo, melainkan juga Jokowi. Jelas, mereka mengalami konflik kepentingan atau “conflict of interest”.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Evakuasi Korban Banjir Jati Asih Bekasi Libatkan TNI AU

Next Post

Atasi Banjir di Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Rp 70 Miliar untuk Jembatan dan Rumah Kolong

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Next Post
Abaikan Larangan Gubernur Jabar, Ratusan SMA dan SMK Membandel, Masih Gelar Study Tour

Atasi Banjir di Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Rp 70 Miliar untuk Jembatan dan Rumah Kolong

Banjir Kali Bekasi Lumpuhkan Sejumlah Jalan

Banjir Kali Bekasi Lumpuhkan Sejumlah Jalan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...