• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Al-Qur’an Tidak Membuat Ibnu Sina Menjual Air Doa

Ali Syarief by Ali Syarief
February 7, 2026
in Feature, Spiritual
0
Memulai Agama dari Akal Waras
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah peradaban Islam, Al-Qur’an justru menjadi pendorong utama lahirnya tradisi ilmu pengetahuan. Ayat-ayat yang menekankan penggunaan akal—seperti afalā ta‘qilūn dan afalā tatafakkarūn—dipahami para ulama klasik sebagai perintah untuk meneliti alam, manusia, dan hukum-hukum kehidupan secara rasional dan sistematis.

Dari cara pandang itulah muncul zymhur ulama yang tidak memisahkan iman dari nalar. Tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Razi, Ibnu Al-Haytham, dan Al-Khwarizmi menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi epistemologis, bukan sebagai alat mistifikasi. Hasilnya bukan praktik klenik, melainkan kontribusi nyata bagi dunia ilmu pengetahuan.

Ibnu Sina, misalnya, dikenal luas melalui karya Al-Qanun fi al-Thibb, sebuah ensiklopedia kedokteran yang selama berabad-abad menjadi rujukan di dunia Islam dan Eropa. Ia tidak menawarkan kesembuhan melalui air doa, tetapi melalui diagnosis, observasi klinis, dan pengobatan berbasis pengetahuan medis yang teruji pada masanya.

Hal serupa dilakukan Al-Razi yang membedakan jenis-jenis penyakit menular dan menyusun metode pengobatan berdasarkan gejala empiris. Ibnu Al-Haytham mengembangkan teori optik melalui eksperimen, sementara Al-Khwarizmi merumuskan dasar-dasar aljabar yang hingga kini menjadi fondasi matematika modern. Semua itu lahir dari satu keyakinan yang sama: menggunakan akal adalah bagian dari ketaatan kepada Tuhan.

Namun, dalam praktik keberagamaan hari ini, semangat tersebut kian terpinggirkan. Di tengah kemajuan sains dan teknologi, sebagian masyarakat justru kembali pada pendekatan magis dalam menyikapi persoalan hidup. Penyakit sering dipahami secara simplistis, cukup diselesaikan dengan “air yang sudah didoakan”, tanpa ikhtiar medis yang memadai.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara memahami agama. Doa yang sejatinya menjadi penguat spiritual sering diposisikan sebagai pengganti usaha rasional. Akal sehat tidak lagi dilihat sebagai anugerah Tuhan, melainkan dicurigai sebagai ancaman terhadap iman. Berpikir kritis kerap dicap berbahaya, bahkan dianggap menyimpang.

Padahal, dalam tradisi Islam klasik, doa dan ikhtiar tidak pernah dipertentangkan. Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya usaha sebelum tawakal. Prinsip ini kemudian diterjemahkan para ulama dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk kedokteran, ekonomi, dan tata kelola masyarakat.

Sejumlah pemikir Muslim klasik, seperti Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd, telah mengingatkan bahaya ketika agama dipisahkan dari rasionalitas. Ibnu Rusyd secara tegas menyatakan bahwa wahyu dan akal tidak mungkin saling bertentangan, karena keduanya bersumber dari Tuhan yang sama. Jika terjadi konflik, maka yang perlu dikaji ulang adalah cara memahami teks, bukan menolak akal.

Kecenderungan memusuhi nalar justru berisiko melahirkan kemunduran intelektual. Ketika pertanyaan dianggap sebagai pembangkangan, dan pengetahuan dicurigai, agama berpotensi direduksi menjadi ritual simbolik tanpa daya transformasi. Dalam situasi semacam ini, kesalehan diukur dari simbol, bukan dari kualitas pemahaman dan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial.

Masalah utama umat Islam hari ini bukan terletak pada kurangnya doa atau ritual keagamaan, melainkan pada melemahnya tradisi berpikir rasional yang dahulu menjadi kekuatan peradaban Islam. Sejarah menunjukkan, Al-Qur’an tidak pernah melahirkan budaya anti-ilmu. Sebaliknya, ia justru menjadi fondasi bagi kemajuan pengetahuan.

Karena itu, penting untuk mengembalikan cara pandang yang proporsional: doa sebagai kekuatan spiritual, dan akal sebagai instrumen memahami serta mengelola kehidupan. Tanpa itu, agama berisiko kehilangan relevansinya dalam menjawab persoalan nyata umat.

Sejarah para ulama klasik memberi pelajaran jelas: Al-Qur’an tidak membuat Ibnu Sina menjual air doa. Ia mendorong lahirnya ilmuwan yang menjadikan ilmu sebagai bentuk ibadah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Lawan Prabowo di Pemilu 2029?

Next Post

Jargon Politik: Kata-Kata Manis yang Tak Selalu Bermakna

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jargon Politik: Kata-Kata Manis yang Tak Selalu Bermakna

Jargon Politik: Kata-Kata Manis yang Tak Selalu Bermakna

Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf – Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf - Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...