• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Aliansi Anak Bangsa Mendukung pernyataan Faizal Assegaf Makzulkan Jokowi.

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 6, 2023
in Feature, Politik
0
Terkait LGBT Pola Pikir Mahfud MD Keliru Berat!?
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis.-Ketua Aliansi Anak Bangsa

Menurut Faisal, Jokowi sudah tak bisa membedakan posisinya sebagai seorang presiden dan seorang petugas partai karena syahwat politiknya yang kuat.

Faizal menuturkan, jika pemakzulan dilakukan, tak hanya mantan gubernur tersebut dapat berpolitik sebebas-bebasnya namun demokrasi juga ikut terjaga.

“Toh tanpa Jokowi pun, pemerintahan akan berjalan lebih damai, netral dan berwibawa. Jauh dari praktek politik copet dan tipu-tipu yang merusak kehidupan bernegara,”

“DPR mesti tampil membuat sejarah cemerlang, berpihak pada rasa keadilan rakyat, menyapu kekuasaan yang korup, mengkhianati sumpah jabatan dan sebagainya, selain diketahui Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya turun mengklarifikasi tentang pengakuannya yang akan cawe-cawe politik jelang Pilpres 2024”. demikian dinyatakan Faisal Assegaf.

Pernyataan atau usulan pendapat dari Faisal mengadung realitas kebenaran. Karena metode Presiden Jokowi dalam menyelenggarakan negara, jika seksama diamati banyak perilaku atau attitude kebangsaan yang Ia perlihatkan selama berkuasa, kualitasnya super mini atau amat rendah dari sisi moralitas, kadang Jokowi implementasikan dirinya seolah seorang raja yang berada pada sistim monarki.

Banyak kebijakan pemerintahan yang dilakukannya ngawur, baik dibidang politik, hukum dan ekonomi.

Dibidang politik Jokowi melakukan pembiaran atas ide Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pancasila hendak diperas dijadikan 3 lalu menjadi 1, lalu disebut sebagai Gotong Royong, Ini merupakan dosa sejarah politik. Hukum Jokowi yang paling berat, karena indikasinya kuat “makar” terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan “makar” terhadap UUD.1945. 1945 sebagai sumber hukum. Selain moralitas Jokowi yang cukup rendah, melalui kebohongan-nya yang sudah berjumlah lebih dari 66 kebohongan. Bahkan pernah diajukan gugatan atas 66 kebohongan ini oleh aktivis TPUA/Tim Pembela Ulama dan Aktivis melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Dibidang hukum, dosa Jokowi amatlah merisaukan Bangsa Indonesia, justru  beberapa orang petinggi partai yang terpapar korupsi malah Ia jadikan pejabat di pemerintahannya serta dijadikan orang kepercayaan di BUMN.

Sedangkan disektor Ekonomi yang dinyatakan olehnya pemerintahan yang akan Ia pimpin tidak akan berhutang. Nyatanya utang RI. bertumpuk hampir Rp. 8.000 triliun, bahkan berita media sosial menyebutkan, ” utang yang sebenarnya berlipat daripada jumlah resmi yang Kementrian Keuangan umumkan “.

Politik tanah air yang dilakoni dan dibangun oleh Jokowi selama Ia berkuasa, bukan merupakan konsep yang visioner atau gagasan dengan ide-ide cemerlang berikut hasilnya, dengan bukti buah karya yang berkualitas.

Sistim politik yang dibangun oleh Jokowi hanya kekuatan politik individu dan kelompok demi langgengnya kursi empuk kekuasaan, bukan politik kebangsaan yang demi tanah air, rakyat bangsa dan negara.

Contoh, Jokowi malah “memelihara para tersangka terpapar maling” didalam susunan pejabat pemerintahannya, agar para maling mendukung segala kebijakannya yang tidak semestinya. Pola politik diluar teori kepemimpinan dan atau diluar konsep kenegarawanan ini, berakibat beberapa pimpinan partai yang sudah Ia pegang kerah bajunya, sekaligus membuat tali jerat dileher. Sehingga berimplikasi politik, “Jokowi mudah mengendalikan untuk mendapatkan dukungan terhadap diskresi politik , hukum dan ekonomi dari para anggota legislatif “, dan akhirnya menjalar ikatan benang merahnya, selain berimbas ke para eksekutif secara general, berlanjut kepada lembaga yudilatif pun ikut terkontaminasi. 

Sehingga praktik Jokowi mempertahankan kekuasaan dengan cara melanggar asas – asas hukum pidana, yakni  obstruksi hukum dan atau pembiaran. Implikasinya membuahkan kristalisasi sebuah sistim atau jalinan yang eko sistim, atau ikatan bak mata rantai kekuatan politik dan kekuasaan yang Ia miliki, menjadi sistim kekuatan di- ketiga lembaga penopang negara  ( Eksekutif, legislatif dan yudikatif ).

Maka pernyataan sikap atau gagasan Faizal, cukup bijaksana dan sudah sepantasnya, bahkan semestinya Jokowi sudah sejak lama  dimakzulkan oleh DPR RI.  Langsung melalui MPR. RI, tanpa DPR RI butuh mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi/MK. Oleh sebab mempertimbangkan rawannya dampak sosial politik serta mengingat  analogi daripada asas Constante Justitie atau sistim cepat atau tidak bertentangan- tele, sederhana dan biaya murah.

Dan makzulnya Jokowi sebagai langkah hemat enerji bagi bakal Pekerjaan Rumah pemimpin pengganti, dan terpenting, agar rakyat bangsa ini tidak semakin bertambah ” repot “, tidak dijejali fenomena aneka rupa kebijakan yang overlap, sungsang, suka – suka  Jokowi serta akan menambah keterputurukan kehidupan sosial, hukum dan ekonomi rakyat bangsa ini, setelah dirinya tinggal landas dari pemerintahan “.

Karena Jokowi selama ini dalam menyelenggarakan pemerintahan hanya berlandaskan ego atau hasrat pribadinya saja, tanpa perencanaan yang matang, dan berbagai kebijakannya dalam semua sektor, nampak tanpa agenda, seperti tidak memiliki konsep jelas, mirip sekedar manajemen tradisional yang mengelola warung kueh atau toko klontong.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Erick Thohir Dilirik Gerindra Untuk Bacawapres Prabowo

Next Post

Sistem Proporsional Tetutup  Sudah Dilaksanakan oleh PDIP

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026
Birokrasi

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Next Post
Sistem Proporsional Tetutup  Sudah Dilaksanakan oleh PDIP

Sistem Proporsional Tetutup  Sudah Dilaksanakan oleh PDIP

Mencoba membaca di balik putusan PN tentang penundaan pemilu 2024

Partai Demokrat Rumah para Intelektualitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist