• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anak Muda, Generasi Phi, dan Sandwich

fusilat by fusilat
March 11, 2023
in Feature
0
Anak Muda, Generasi Phi, dan Sandwich
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andhika Beriansyah, Pegawai Negeri Sipil

Jakarta – Pada awal 2023, media diramaikan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa. Meski data ini berorientasi pada besaran konsumsi, namun jika memeriksa rasio gini DIY juga tidak menggembirakan.

Masih berdasarkan data BPS tahun 2022, rasio gini DIY berada pada angka 0,459. Angka ini merupakan rasio gini terbesar jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Padahal, tingkat partisipasi angkatan kerja DIY sebesar 72,06 persen (Sakernas BPS, 2022).

Selain itu, skor indeks pembangunan pemuda DIY (dengan 6 indikator, yakni: pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi) merupakan skor tertinggi se-Indonesia dengan angka 69,67. Bahkan angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan skor nasional yang berada di angka 53,33.

Indeks tersebut menunjukkan DIY sebenarnya dianugerahi pemuda (kelompok masyarakat yang berada pada usia produktif) dengan kualitas yang cukup mumpuni. Namun, dengan modal kualifikasi pemuda dan postur angkatan kerja tersebut, DIY masih mengalami kendala yang tidak sederhana. Kasus DIY harus menjadi momen bagi semua pemangku kepentingan, baik tingkat nasional ataupun daerah lainnya untuk memeriksa kembali kapasitas diri dan dinamika yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Dua hal yang perlu menjadi perhatian, yakni: di mana posisi generasi muda dalam masyarakat dan pembangunan Indonesia? Selain itu, apa faktor yang menjadi penghambat pemuda Indonesia mengembangkan potensi optimal mereka?

Surplus Generasi Phi

Muhammad Faisal, peneliti kepemudaan Indonesia, dalam Generasi Kembali ke Akar: Upaya Generasi Muda Meneruskan Imajinasi Indonesia (2021), menulis bahwa bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berpusat pada pemuda (youth centered society).

Selain itu, merujuk beberapa pengkaji generasi seperti William Strauss & Neil Howe dan Karl Mannheim, pembentukan karakter atau corak suatu generasi sangat dipengaruhi peristiwa kritis (critical moment) yang terkait pada konteks masa dan tempat.

Melalui karyanya tersebut, Faisal menawarkan alternatif baru bagi Indonesia dalam klasifikasi generasi yang ada pada masyarakat Indonesia. Berbeda dengan tipikal generasi masyarakat AS versi Strauss dan Howe (1992), menurut Faisal hingga saat ini telah muncul empat kelompok generasi pada masyarakat Indonesia: Alpha, Beta, Theta, dan Phi.

Generasi Alpha adalah mereka yang mengalami generasi remaja-dewasa muda di masa awal pergerakan nasional hingga perjuangan kemerdekaan. Generasi Beta merupakan generasi muda pertama yang merasakan alam kemerdekaan. Generasi Theta adalah generasi yang hidup bersamaan dengan masa Orde Baru, yang dibentuk dengan pendidikan berorientasi developmentalisme.

Sedangkan generasi terakhir dinamai Generasi Phi atau Pengubah Indonesia. Generasi ini lahir, bersekolah, dan mengalami pergaulan masa muda di masa reformasi dan setelahnya. Masa di mana kultur politik Inonesia lebih terbuka kemudian diikuti fenomena ledakan perkembangan teknologi informasi pada level global.

Generasi Phi adalah generasi muda saat ini yang merintis jalan menuju Bonus Demografi tahun 2030. Generasi Phi (bukan milenial) harus kembali pada akar keindonesiaannya. Kembali ke akar bukan hanya dalam konteks atribut dan identitas diri, tetapi juga kembali ke akar guna memahami potensi Indonesia yang belum dimaksimalkan secara optimal serta memetakan tantangan zaman bagi konteks masyarakat Indonesia.

Jika sesuai dengan proyeksi pada tahun 2030 nanti, Generasi Phi yang akan mengisi ruang-ruang produktivitas dan kepemimpinan di Indonesia. Kepada merekalah harapan keberhasilan Bonus Demografi Indonesia tersemat. Generasi Phi yang berada di usia produktif akan menempati posisi dominan dalam postur demografis Indonesia. Momentum ini diharapkan oleh berbagai pihak, baik domestik maupun global akan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Namun apakah sesederhana itu jalan Generasi Phi?

Kreatif, kolaboratif, optimistik

Jika generasi-generasi muda di masa lalu kerap dihadapkan dengan instabilitas, Generasi Phi sebenarnya cukup beruntung karena tumbuh kembang dalam kondisi yang relatif stabil, baik segi politik maupun ekonomi. Perkembangan teknologi Informasi yang terjadi di dunia, cukup dapat diimbangi dengan kebebasan berpendapat dan berpartisipasi dalam politik yang dijamin konstitusi.

Meski begitu, Generasi Phi harus realistis dengan pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, yang sifatnya dapat berasal dari struktural-eksternal atau pun kultural-internal. Misalnya dalam bidang pendidikan, terlihat jelas ketertinggalan Indonesia untuk menyiapkan generasi muda.

Merujuk pada laporan Program Asesmen Pelajar Internasional (PISA) terakhir tahun 2021, pelajar Indonesia hanya menempati urutan ke-62 dari 70 negara dengan skor 371 dari rata-rata skor 487.

Ditambah lagi, BPS melaporkan bahwa angka putus sekolah di Indonesia pada tahun 2022 meningkatkan di semua jenjang. Putus sekolah tertinggi pada jenjang sekolah menengah atas (SMA), yakni sebesar 1,38 persen. Itu artinya terdapat 13 orang per 1000 penduduk yang gagal menyelesaikan program wajib belajar 12 tahun. Kekhawatiran ini juga diiringi dengan persoalan lain pada generasi muda, seperti angka pernikahan dini dan kehamilan di usia muda.

Merujuk pada data Badan Peradilan Agama (Badilag), pada tahun 2022 tercatat 50.704 dispensasi perkawinan yang tersebar di 29 pengadilan tinggi agama (PTA) seluruh Indonesia. Jika tidak ditangani dengan tepat, fenomena ini dapat berdampak pada potensi peningkatan kehamilan usia muda, melonjaknya angka tengkes (stunting), gizi buruk, menurunnya lama bersekolah di masa depan.

Permasalahan lain yang cukup memengaruhi generasi muda adalah sandwich generation. Sandwich generation adalah kondisi di mana sebuah generasi tidak hanya menanggung beban hidup satu generasi di bawahnya, melainkan juga generasi di atasnya yang berusia lebih tua. Istilah sandwich (roti lapis) dipilih untuk menggambarkan kedua roti yang menjepit bagian isi dari roti lapis.

Sebagai gambaran kondisi sandwich generation di Indonesia, pada tahun 2022 rasio ketergantungan adalah 44,67 persen. Artinya ada 100 penduduk usia produktif yang menanggung 44 orang usia tidak produktif. Angka itu diprediksi masih akan meningkat di masa depan.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020, BPS memproyeksi rasio ketergantungan pada 2025 akan mencapai angka 47,2 persen dan pada 2035 sebesar 47,3 persen. Untuk menyiasati dinamika di atas, Generasi Phi perlu membekali diri dengan produktivitas dan literasi keuangan yang baik saat menapaki masa-masa produktif.

Selaras dengan semangat kembali pada akar keindonesiaannya, Generasi Phi identik dengan tiga karakteristik dominan: kreatif, kolaboratif, dan optimistik. Karakter ini serupa dengan Generasi Alpha di awal pergerakan nasional. Siklus ini diprediksi dapat tercipta karena mengacu pada alasan kedua generasi tersebut menghadapi prakondisi critical moment serupa: pandemi dan fase baru industrialisasi. (Faisal, 2021).

Tiga karakteristik di atas harus menjadi modal bagi Generasi Phi dalam mengembangkan kompetensi diri dan berjejaring. Karena dua hal tersebut, kompetensi diri dan jaringan, akan menjadi modal mereka agar optimistis menatap masa depan: saat menempuh pendidikan, memulai karir profesionalnya atau mewujudkan mimpi wirausaha skala global.

Generasi Phi memang bertalian sekaligus dengan optimisme dan kerentanan. Generasi Phi wajib proporsional membagi waktu dan skala priroritas, kapan saat fighting dan kapan waktu healing.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat 10 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

134 Nama Pegawai Kemenkeu Pemegang Saham di Berbagai Perusahaan Dikirim KPK ke Kemenkeu

Next Post

Tutorial Mengakses Aplikasi SatuSehat pengganti PeduliLindungi 

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post
Tutorial Mengakses Aplikasi SatuSehat pengganti PeduliLindungi 

Tutorial Mengakses Aplikasi SatuSehat pengganti PeduliLindungi 

Siapa Pengen Beli Motor Listrik? Himbara Tawarkan Kredit Murah Untuk Beli Motor Listrik

Siapa Pengen Beli Motor Listrik? Himbara Tawarkan Kredit Murah Untuk Beli Motor Listrik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist