Jakarta, FusilatNews – 22 April 2026 — Suasana Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar kelompok emak-emak pendemo DKI Jakarta, tergabung dalam Aspirasi Indonesya (AI), berlangsung hangat namun sarat kritik. Acara yang digelar di markas AI, Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat itu dipimpin oleh Hj Wati Imhar dan dihadiri sejumlah tokoh nasional.
Di antara yang hadir, tampak Sri Bintang Pamungkas, Apendi Arsyad, Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, serta Gadis Sukatno Putri. Diskusi panel yang dipandu moderator Andi Boker mengangkat tema “Tobatanasuha”.
Dalam forum tersebut, Sri Bintang Pamungkas menyampaikan pandangannya terkait kondisi kebangsaan dan keagamaan. Ia menegaskan keyakinannya terhadap Islam sebagai agama terbaik, sekaligus mengaitkannya dengan refleksi atas kondisi sosial dan politik saat ini.
Ia juga menyinggung perbandingan dengan era Suharto, yang menurutnya masih memberikan ruang penghormatan terhadap hari besar Islam serta menjaga posisi Indonesia dalam gerakan Non-Blok.
Selain itu, Sri Bintang turut menyoroti dinamika politik masa kini, termasuk kepemimpinan Prabowo Subianto, yang dikaitkannya dengan sejumlah isu historis dan geopolitik.
Sementara itu, Apendi Arsyad yang diketahui memiliki latar belakang di organisasi KAHMI dan ICMI, menyampaikan kritik terhadap dampak sosial dari perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah. Ia menilai perubahan sosial di tingkat desa turut dipengaruhi oleh penetrasi teknologi digital yang tidak diimbangi dengan penguatan nilai moral.
Diskusi juga diwarnai pandangan kritis terhadap peran sejumlah institusi keagamaan dan sosial dalam merespons isu-isu global, meskipun pernyataan tersebut disampaikan sebagai opini pribadi para narasumber.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang ekspresi bagi kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kondisi bangsa. Aspirasi Indonesya sebagai wadah komunitas emak-emak pendemo DKI menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam diskursus publik, khususnya terkait isu sosial, politik, dan keumatan.























