Jakarta-FusilatNews – Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori paling toleran tahun 2025. Kota Salatiga, Jawa Tengah, berhasil keluar sebagai jawara. Sementara itu, Kota Ambon, Maluku, harus puas menjadi kunci.
Berikut Peringkat Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis Setara Institute di Jakarta, Rabu (22/4/2026) sekaligus nilai atau skornya:
- Salatiga, Jawa Tengah: 6,492
- Singkawang, Kalimantan Barat: 6,391
- Semarang, Jawa Tengah: 6,160
- Pematang Siantar, Sumatera Utara: 6,084
- Bekasi, Jawa Barat: 6,037
- Sukabumi, Jawa Barat: 5,973
- Magelang, Jawa Tengah: 5,805
- Kediri, Jawa Timur: 5,792
- Tegal, Jawa Tengah, 5,733
- Ambon, Maluku 5,657
Peluncuran IKT 2025 dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Bisri SSos MSi, Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya
Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI.
Pun, Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi, Ketua Badan Pengurus Setara Institute Dr. Ismail Hasani, dan Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan, serta para wali kota yang kotanya mendapatkan peringkat IKT 2025 atau yang mewakilinya.
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, dalam sambutannya mengatakan sejak 2015 lembaganya melakukan pengukuran praktik dan pemajuan toleransi di kota-kota melalui studi Indeks Kota Toleran (IKT).
“Studi ini dimaksudkan untuk mencatat praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam soal toleransi, inklusi, dan tata kebinekaan di kota,” kata Ismail Hasani yang juga dosen hukum tata negara Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ismail menilai pentingnya toleransi karena tidak hanya soal interaksi sosial tetapi bisa bertransformasi menjadi isu keamanan.
“Bahkan kalau kita percaya teori tangga-tangga (fase-fase) menjadi terorisme, maka intoleransi yang menjadi lawan toleransi menempati tangga pertama menuju terorisme. Oleh karena itu Indeks Kota Toleransi ini menjadi perhatian kita semua dalam konteks pencegahan terorisme,” jelas Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini.
Adapun Salatiga dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia tahun 2025 berdasarkan studi dan penilaian yang menghasilkan skor 6,492.
Setara Institute menilai pencapaian ini menegaskan praktik toleran di Salatiga telah tumbuh sebagai budaya kota yang terpelihara secara kolektif oleh pemerintah, masyarakat dan elemen sosial lainnya.
“Kepemimpinan politik di Salatiga dinilai semakin mapan sebagai pilar ekosistem toleransi. Inisiatif ruang perjumpaan terus dikembangkan pemkot melalui beragam pertemuan dan kolaborasi masyarakat serta ruang taman wisata religi,” jelas Setara Institute dalam pernyataannya.
























