• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Ali Syarief by Ali Syarief
June 9, 2026
in Feature, Japanese Supesharu
0
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh banyak orang Indonesia, Jepang sering dipandang sebagai negeri yang unik. Teknologinya maju, masyarakatnya disiplin, dan bahkan hal-hal yang dianggap sepele oleh bangsa lain pun mendapat perhatian serius. Salah satu contohnya adalah toilet.

Muncul sebuah candaan yang cukup populer: “Toilet di Jepang ada lagunya, ada Tuhannya.” Kalimat itu terdengar lucu, bahkan terkesan berlebihan. Namun di balik candaan tersebut tersimpan sebuah kenyataan budaya yang menarik untuk dipahami.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, toilet sering dipandang sebagai tempat yang kotor, sekadar ruang pelengkap dalam sebuah bangunan. Tidak jarang kebersihannya diabaikan karena dianggap tidak terlalu penting. Di Jepang, pandangan seperti itu berbeda. Toilet justru menjadi cerminan karakter, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap lingkungan.

Candaan tentang “toilet ada lagunya” bukanlah isapan jempol. Toilet-toilet modern di Jepang memang banyak dilengkapi teknologi yang dirancang untuk menjaga kenyamanan dan privasi penggunanya. Tersedia tombol yang mengeluarkan suara gemericik air atau alunan musik lembut agar suara aktivitas di dalam toilet tidak terdengar oleh orang lain. Teknologi tersebut lahir dari budaya yang sangat menghargai rasa malu dan privasi individu.

Namun bagian yang lebih menarik justru terletak pada ungkapan “toilet ada Tuhannya.”

Dalam tradisi Shinto yang telah berakar selama berabad-abad di Jepang, terdapat konsep kami, yakni roh atau entitas spiritual yang dipercaya dapat bersemayam di berbagai tempat dan benda. Gunung, sungai, pohon, batu, hingga tempat-tempat tertentu dalam kehidupan sehari-hari dapat memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Dari keyakinan inilah muncul sosok yang dikenal sebagai Kawaya no Kami, atau dewa penjaga toilet. Kepercayaan ini mengajarkan bahwa kebersihan bukan hanya soal kesehatan fisik, melainkan juga bagian dari keharmonisan hidup. Toilet yang bersih dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan kebaikan bagi penghuninya.

Tentu, bagi masyarakat modern Jepang sendiri, kepercayaan tersebut tidak selalu dipahami secara harfiah sebagai bentuk penyembahan. Namun nilai yang diwariskan tetap hidup: menjaga kebersihan toilet adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Pesan itu kemudian dipopulerkan kembali melalui lagu terkenal berjudul Toilet no Kamisama yang dibawakan oleh Kana Uemura. Lagu tersebut berkisah tentang seorang nenek yang berpesan kepada cucunya agar rajin membersihkan toilet karena di sana ada “dewa toilet” yang akan membawa keberuntungan dan kecantikan. Lagu itu menyentuh hati banyak orang Jepang karena sesungguhnya berbicara tentang penghormatan kepada orang tua, kerja keras, dan kesederhanaan hidup.

Di sinilah letak pelajaran yang menarik.

Barangkali yang membuat Jepang maju bukan semata-mata karena robot, kereta cepat, atau teknologi canggihnya. Kemajuan itu lahir dari cara pandang yang menghargai setiap detail kehidupan. Sesuatu yang dianggap remeh oleh orang lain justru diperlakukan dengan penuh kesungguhan.

Ketika sebuah bangsa mampu mengajarkan kebersihan bahkan melalui toilet, maka sesungguhnya mereka sedang membangun peradaban dari fondasi yang paling dasar.

Karena itu, candaan “toilet Jepang ada lagunya, ada Tuhannya” sebenarnya menyimpan makna yang lebih dalam. Ia bukan sekadar lelucon tentang teknologi atau kepercayaan tradisional. Ia menggambarkan sebuah masyarakat yang berhasil menanamkan penghormatan terhadap kebersihan hingga menjadi bagian dari budaya.

Mungkin kita tidak perlu memiliki toilet yang bisa bernyanyi. Kita juga tidak perlu mempercayai adanya dewa penjaga toilet. Namun ada satu hal yang layak dipelajari dari Jepang: kesadaran bahwa peradaban yang besar sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap remeh oleh kebanyakan orang.

Dan bisa jadi, ukuran kemajuan sebuah bangsa tidak hanya terlihat dari gedung-gedung pencakar langitnya, melainkan juga dari bagaimana mereka memperlakukan tempat yang paling tersembunyi di rumah mereka: toilet.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

Next Post

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Dadan CS: Wasit Sekaligus Pemain MBG
Crime

Dadan CS: Wasit Sekaligus Pemain MBG

June 8, 2026
Next Post

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

GAGASAN RUU AKUNTABILITAS PUBLIK: SEBUAH HIKMAH POSITIF DARI KASUS MBG (Menghubungkan Uang Publik, Kinerja Publik, dan Manfaat Publik dalam Satu Rantai Akuntabilitas Nasional)

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...