Jakarta, Fuslitanews. – Akhirnya PPP sampai pada pemikiran “akan mengedepankan rasionalitas dalam mengumumkan nama capres pilihan agar elektabilitas partai ikut naik”, demikian pernyaaan Ketua Umum Mardiono. “Kalau saya berpikir, saya mau mendapatkan efek elektoral tetapi dari yang rendah kan kurang rasional. Ya tentu saya mendapatkan pilihan dari tokoh-tokoh yang mendapatkan survei atau nilai-nilai yang tinggi,” lanjut Mardiono.
Sebelumnya, sejumlah Dewan Pengurus WIlayah (DPW) PPP ada yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan dan Ganjar sebagai Capres 2024. Di antaranya DPW Sulawesi Selatan, Banten, dan Sumatera Utara.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani menjelaskan, deklarasi tersebut merupakan bagian dari demokrasi di internal PPP. Oleh sebab itu, dia melanjutkan, partainya memberikan kesempatan bagi struktur di bawah untuk mengusulkan siapapun, termasuk Ganjar.
Namun demikian, Ketua Umum Mardiono mengatakan, partainya sampai saat ini belum menentukan capres yang akan diusung dalam Pilpres 2024. Dia juga menyebut, bahwa koalisi Indonesia Bersatu atau KIB yang anggotanya terdiri dari PPP, PAN, dan Golkar, juga belum menentukan nama capres yang akan diusung.
Kader PPP lainya, bahkan mengatakan bila PPP mendukung capres selain Anies Baswedan, itu cek kosong, karena arus bawah konstituen PPP pada umumnya, mendukung Anies Baswedan.
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Asrul Sani mengakui banyaknya dukungan kepada Anies Baswedab menjadi calon presiden (capres) di 2024.
Banyaknya dukungan ke Anies, kata dia, berasal dari pengurus PPP wilayah dan cabang di DKI Jakarta.
“Kita gak bisa pungkiri misalnya DKI paling vokal agar kita mengusung Pak Anies, dan itu wajar,” kata Asrul Sani kepada wartawan, dikutip Selasa (11/10/2022).
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono tak menampik partainya sedang memilah-milah calon presiden (capres) yang memiliki elektabilitas tinggi. Menurut Mardiono, dengan mengusung capres yang elektabilitasnya moncer, diharapkan elektabilitas PPP dapat ikut terkerek.
Adapun tiga nama capres dengan elektabilitas tertinggi dalam setiap survei, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
“Kami sedang berhitung-hitung politik, bahwa kalau kita ingin mendapatkan efek elektoral atau mendapatkan efek elektabilitas dari pada tokoh, tentu kita memilih dari survei yang tertinggi, kan tentu ini pikirian-pikiran yang rasional,” ujar Mardiono saat ditemui di acara Maulid Nabi di DPP PPP, Jakarta Pusat, Rabu 26 Oktober 2022.





















