• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Anies: Subsidi Mobil Listrik Tidak Tepat – Apa Respon LBP?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 12, 2023
in News
0
Impor Mobil Esemka dari China Merendahkan Rakyat Indonesia

Foto: Presiden Jokowi Sedang Melihat Mobil ESEMKA

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Fusilatnews.-  Dari berbagai pendapat yang Anies ungkapkan kehadapan public, bisa dipastikan hal itu akan menjadi program pemerintah, bila kemudian Anies terpilih sebagai Presiden RI. Hal yang menarik adalah soal subsidi mobil listrik yang telah menjadi kebijakan Pemerintahan Jokowi saat ini.

Bakal calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan,  Anies Baswedan, menilai pemberian subsidi untuk mobil listrik  tidak tepat. Menurutnya, permintaan mobil listrik sudah tinggi sehingga tidak perlu subsidi.

Hal tersebut disampaikan Anies usai berbicara dalam gelar wicara bertajuk Climate Change in Indonesia: Understanding from Multiple Perspectives yang diselenggarakan Bright Institute di Jakarta, Sabtu (10/6/2023).

Anies menyebut tingginya permintaan mobil listrik dibuktikan dengan antrean pembelian yang bisa sampai berbulan-bulan. Ia menilai roda ekonomi di industri mobil listrik sudah berjalan tanpa perlu subsidi.

“Kalau demand-nya tinggi, buat apa dapat subsidi? Toh pasarnya sudah menyerap hasil produksi,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Dan inilah sebabnya, saya melihat, dana subsidi untuk kendaraan listrik itu lebih tepat dipakai untuk subsidi kendaraan umum  Apalagi subsidi kendaraan umum itu dirasakan oleh orang banyak sekali,” lanjutnya.

Menurut Anies, subsidi ke mobil listrik tidak tepat karena sebatas membantu kalangan “ekonomi kuat”, baik di pihak produsen ataupun konsumen.

“Kalau subsidi mobil listrik itu dirasakan oleh pabrik mobil listrik dan pembeli mobil listrik yang secara status ekonomi, ekonomi yang sangat kuat, karena harga mobil listrik masih mahal,” terangnya.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan subsidi untuk transportasi umum membantu terciptanya keadilan terkait lingkungan hidup.

Pemerintah terus berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik melalui beberapa regulasi seperti, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Lalu akankah kebijakan ini dapat berjalan dengan baik?

Upaya pemerintah dalam mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih dan pengurangan impor BBM melalui program konversi dari bahan bakar fosil ke listrik dilakukan sejak 2021 lalu.

Pemerintah menargetkan penggunaan  15 juta unit kendaraan listrik pada 2030. Dimana terbagi 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menetapkan insentif KBLBB untuk motor listrik baru dan konversi.

Nilai subsisi motor listrik sebesar Rp7 juta dan bantuan ini hanya berlaku selama 2 tahun. Insentif ini berlaku sejak 20 Maret lalu.

Tujuan pemerintah dalam pemberian insentif atau subsidi adalah mempercapat ekosistem kendaraan listrik agar lebih ramah lingkungan.

Sudah tepatkah kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah?

Sementara itu, Pengamat Ekonomi INDEF, Ahmad Heri Firdaus menilai sumber pencemaran bukan hanya dari emisi kendaraan saja, melainkan dibutuhkan regulasi yang tepat.

Di lain pihak, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi menilai langkah pemerintah untuk memberikan insentif tidak tepat sasaran.

Apa yang diperkirakan pemerintah tidak semulus praktek di lapangan. Salah satu bengkel konversi mengeluhkan besarnya insentif konversi.

Greenpeace Indonesia menilai kebijakan pemerintah beralih menggunakan kendaraan listrik untuk menekan emisi merupakan solusi semu.

Kendaraan listrik tak menyentuk akar permasalahan yakni penggunaan PLTU Batubara.

Insentif kendaraan listrik telah disetujui, minat masyarakat terhadap kendaran listrik masih sepi. Akankah penggunaan kendaraan lisrtrik ini mampu menekan emisi? Atau hanya menjadi solusi yang kuasi

Sedangkan subsidi mobil listrik, diniali justru bakal menambah jumlah kendaraan pribadi di jalanan.

“Jangan sampai kita malah memberikan subsidi kepada yang sudah tidak perlu subsidi. Padahal kendaraan umum harus ditambah jumlahnya, harus punya coverage lebih luas,” kata Anies.

Ia lalu menyontohkan kendaraan umum yang beroperasi di wilayah Jabodetabek yang menurutnya harus ditingkatkan.

“Tapi kapasitas fiskalnya kan berbeda. Nah itu sebabnya saya melihat subsidi dari pemerintah pusat didorong untuk kendaraan umum. Itu sebabnya saya dari awal bilang, kalau subsidi untuk kendaraan listrik, itu tidak tepat. Yang tepat adalah subsidi untuk angkutan umum, ” ungkap Anies.

Meski demikian, dia mengatakan penggunaan mobil listrik tetap perlu didorong, tetapi bukan dengan cara memberikan subsidi.

“Itu kebijakan baik bahwa mobil listrik kita dorong. Tetapi tidak perlu diberikan subsidi,” tutupnya.

Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang)Rachmat Gobel  menyuarakan kekhawatirannya tentang rencana pemerintah memberikan subsidi untuk mobil listrik

Menurutnya, dana subsidi mobil listrik seharusnya dialihkan ke proyek-proyek yang lebih mendesak dan untuk membantu rakyat kecil. 

Gobel mengatakan, dalam rapat paripurna DPR RI yang berlangsung pada Selasa (23/5/2023) lalu, lima dari sembilan fraksi menentang rencana subsidi mobil listrik tersebut.

Fraksi-fraksi ini, kata dia, meliputi PDIP, Partai NasDem, Partai Demokrat, PKS, dan PAN.

“Lima fraksi di DPR sudah menyuarakan secara resmi dalam forum resmi tentang subsidi mobil listrik. Lima fraksi ini berarti sudah suara mayoritas di parlemen. Sesuai dengan prinsip demokrasi perwakilan maka ini juga berarti suara mayoritas rakyat Indonesia,” katanya, Kamis (25/5/2023), dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV.

Gobel menjelaskan, suara ini bukan bentuk penolakan terhadap kebijakan mobil listrik, tetapi pada subsidinya.

“Dengan keterbatasan anggaran, banyak proyek strategis yang lebih membutuhkan perhatian seperti pembangunan daerah perbatasan, IKN, dan lain-lain. Mana yang lebih prioritas di antara yang prioritas. Subsidi mobil listrik ini tak sesuai dengan visi dan misi Bapak Jokowi karena subsidi ini untuk orang kaya,” katanya.

Dia menambahkan, kondisi ekonomi global dan domestik menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kali Ini Giliran Cak Imin – Digadang-gadang Cawapres GP

Next Post

Partai Oposisi Utama Mempertimbangkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Kishida

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika
daerah

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya
Economy

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026
daerah

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
Next Post
PM Kishida Dilevakuasi Tanpa Cedera Setelah Ledakan Saat Berpidato Di Tempat Terbuka

Partai Oposisi Utama Mempertimbangkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Kishida

Studi Tes Darah di Tokyo Menemukan 98% Kekurangan Vitamin D. “Kurang Komsumsi Jamur”

Studi Tes Darah di Tokyo Menemukan 98% Kekurangan Vitamin D. "Kurang Komsumsi Jamur"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist