Apa esensi masalah regime ORBA, yang kemudian dituduhkan Megawati kepada Regime Jokowi sebagai Petugas Partainya sendiri?. Pak Harto tumbang, ketika titik kulminasi benteng emosi kemarahan masyarakat jebol tak tertahankan lagi. Mahasiswa dan rakyat aktifis, turun melimpah ruah ke jalan-jalan berhari-hari; meneriakan reformasi dan turunkan Presiden Suharto. Amien Rais, salah seorang komandannya waktu itu, diminta membatalkan demo sejuta umat di Monas, supaya tidak menambah chaos dan anarkis di Jakarta saat itu.
Apa sesungguhnya yang menjadi dasar, lahirnya gerekan reformasi? Gerakan Reformasi 1998 di Indonesia muncul sebagai respons terhadap berbagai ketidakpuasan terhadap pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Suharto.
Pemicunya berawal dari mulai terpuruknya situasi eknomi saat itu, yaitu turunnya kurs rupiah dari Rp 570/1USD hingga ke Rp 17.000/1USD. Tetapi bidang politik, juga sangat memprihantikan, terutama sikap otoriternya regime Orba itu.
Main gebuk.
Tuntutan utama dari Gerakan Reformasi mencakup berbagai aspek, yang kemudian menjadi komitmen dan agenda bangsa ini.
Berikut beberapa poin yang menjadi agenda untuk mengembalikan marwah bangsa, supaya menjaid bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya;
Reformasi Politik.
- Demokratisasi: Tuntutan utama adalah transformasi menuju pemerintahan yang lebih demokratis. Para demonstran menyerukan pemilihan umum yang bebas dan adil, pemilihan presiden yang lebih transparan, dan partisipasi politik yang lebih luas.
- Kebebasan Berbicara dan Pers: Masyarakat menuntut penghormatan terhadap hak kebebasan berbicara dan pers. Mereka menentang sensor dan pembatasan terhadap media.
Pemberantasan Korupsi:
- Transparansi dan Akuntabilitas: Demonstran menyerukan pemberantasan korupsi di kalangan pejabat pemerintah dan institusi. Tuntutan ini mencakup panggilan untuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik.
Penghapusan Kekerasan dan Pelanggaran HAM
- Penghentian Kekerasan Aparat Keamanan: Demonstran mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan dan menuntut penghentian praktik-praktik pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
- Penuntasan Kasus Pelanggaran HAM: Ada tuntutan untuk menyelidiki dan mengadili mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM selama pemerintahan Orde Baru.
Reformasi Ekonomi:
- Pemberdayaan Ekonomi Rakyat: Masyarakat menuntut kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, yang memberdayakan rakyat dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
- Pembangunan yang Berkelanjutan: Ada dorongan untuk mengadopsi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan memperhatikan kesejahteraan sosial.
Pemulihan Hak Asasi Sipil:
- Pemulihan Hak Asasi Sipil dan Politik: Tuntutan untuk mengembalikan hak-hak sipil dan politik yang dikekang selama rezim Orde Baru. Ini termasuk hak untuk berkumpul, berpendapat, dan berorganisasi.
Pembebasan Tahanan Politik:
- Pembebasan Tahanan Politik: Tuntutan untuk pembebasan tahanan politik yang ditahan selama rezim Orde Baru.
Tuntutan agar Tentara tidak berpolitik. Ini menjadi bagian yang terpenting juga selain pengembangan demokratisasi tersebut diatas.
Tuntutan-tuntutan ini tercermin dalam serangkaian demonstrasi dan protes yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa, aktivis, dan warga umum. Reformasi 1998 menghasilkan perubahan signifikan dalam politik Indonesia, termasuk pemilihan umum multiparti pertama pada tahun 1999 dan perkembangan demokrasi di negara ini.























