• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa yang Kau Cari PPP? Setelah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula

Ali Syarief by Ali Syarief
September 28, 2025
in Feature, Politik
0
Apa yang Kau Cari PPP? Setelah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula

Istimewa Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta, yang semestinya menjadi momentum konsolidasi, justru menjadi panggung kericuhan. Sabtu (27/9/2025), forum tertinggi partai Islam ini pecah oleh sorakan, adu mulut, hingga perkelahian fisik. Alih-alih memberi harapan, PPP sekali lagi memamerkan wajah rapuhnya: terbelah, kehilangan legitimasi, dan abai terhadap publik yang menyaksikan.

Klaim terpilihnya Muhamad Mardiono secara aklamasi sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 mempertebal keruhnya suasana. Pimpinan Sidang Amir Uskara mengumumkan bahwa 30 DPW sudah sepakat, palu sudah diketuk. Namun Romahurmuziy, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, menyebut kabar itu klaim sepihak—“palsu dan berbahaya.” Hingga malam, sidang formal masih berjalan.

Muktamar yang ricuh dan hasil yang dipertanyakan ini memperlihatkan satu hal: PPP sedang mengalami krisis legitimasi, bahkan lebih dalam dari sekadar krisis kepemimpinan.


PPP yang Semakin Jauh dari Umat

Partai berlambang Ka’bah ini pernah menjadi tumpuan politik Islam. Namun sejak reformasi, suaranya terus tergerus. Kaum santri dan kalangan Islam moderat sudah banyak bergeser ke PKB, PAN, atau PKS. Sementara generasi muda Muslim melihat PPP sebagai partai tua yang hanya sibuk rebutan kursi ketua umum.

Sorakan “Yang gagal mundur!” di arena muktamar adalah cermin: bahkan kader di dalam pun sudah hilang kepercayaan. Apalagi publik di luar. PPP kehilangan narasi segar, kehilangan tokoh karismatik, kehilangan isu yang bisa dijadikan magnet elektoral.


Political Forecasting: Senayan 2029, Makin Menjauh

Melihat kondisi hari ini, ada tiga skenario nasib PPP di Pemilu 2029:

1. Skenario Buruk: Gugur di Ambang Batas

Jika parliamentary threshold tetap 4 persen, PPP berisiko besar tersingkir. Suara yang terus merosot, ditambah konflik internal yang tidak berkesudahan, akan membuat PPP bernasib seperti PBB atau Partai Hanura: hidup dalam sejarah, mati di parlemen. Ricuh muktamar X hanya mempercepat proses “seleksi alam politik” ini.

2. Skenario Bertahan: Numpang di Koalisi

PPP mungkin bisa bertahan jika menempel pada koalisi besar, menjadi partai satelit untuk memastikan kursi di DPR. Namun itu hanya membuat PPP semakin kehilangan identitas. Dari partai ideologis menjadi sekadar partai pengikut, yang bergantung pada belas kasih mitra koalisinya.

3. Skenario Optimis: Reformasi Internal Radikal

Ini jalan paling sulit. PPP harus melakukan reformasi total: menghadirkan kepemimpinan baru yang kredibel, mengembalikan isu-isu keumatan yang konkret (ekonomi umat, pendidikan Islam, kesejahteraan pesantren), serta merebut hati generasi muda Muslim. Tanpa itu, mustahil PPP bisa kembali relevan.


Kesimpulan: PPP di Persimpangan Jalan

Muktamar X PPP meninggalkan kesan mendalam: partai yang mengusung nama persatuan justru tak mampu bersatu. Konflik aklamasi versus klaim sepihak hanya memperlihatkan ambisi elite yang mengalahkan martabat organisasi.

Menuju Senayan 2029, jalan PPP makin terjal. Jika tidak ada reformasi radikal, skenario paling realistis adalah PPP tergelincir dari panggung DPR. Partai ini bisa saja bertahan lewat koalisi, tapi dengan harga mahal: kehilangan identitas dan semakin jauh dari umat yang dulu menjadi alasan kelahirannya.

Pertanyaan itu pun tetap menggantung: apa yang sebenarnya kau cari, PPP? Jika jawabannya sekadar kursi, maka publik tak punya alasan lagi untuk memilihmu. Tapi jika benar mencari amanah umat, maka jalan panjang perubahan harus segera dimulai—sebelum terlambat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Darurat Ekonomi, Ini 7 Desakan Pengusaha!

Next Post

Prabowo Harus Jujur: Mengapa Ia Pertahankan Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Dibalik Stigma Ada Dua Presiden: Apa Sesungguhnya yang Sedang Dilakukan Jokowi?

Prabowo Harus Jujur: Mengapa Ia Pertahankan Jokowi?

MAKAN SIANG BERGIZI DI SEKOLAH: KEBUTUHAN DASAR YANG TERABAIKAN DAN DUGAAN SABOTASE

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist