• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

PIDATO PRABOWO DI PBB: DRAMA TANPA SUBSTANSI, DIPLOMASI TANPA NYALI

fusilat by fusilat
September 29, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Di panggung megah Sidang Umum PBB ke-80, 23 September 2025, Presiden Prabowo Subianto tampil bak aktor Broadway yang haus sorotan. Dengan gestur jenderal perang—mengetuk-ngetuk podium hingga delegasi melirik kagum—ia melantunkan pidato 45 menit, melampaui jatah 5 menit hingga mikrofon diputus, tapi tetap ngegas semenit lebih. Media Indonesia langsung histeris: “Presiden kita cas-cis-cus Inggris! Berani gebrak meja! Serukan Palestina merdeka!” Judul bombastis macam “Prabowo Hantam Podium, Dunia Terpana” membanjiri linimasa. Tapi, tunggu dulu, apa isinya? Kosong melompong, saudara-saudara! Retorika berbalut api, panas di bibir, tapi dingin di tindakan.

Media lokal klepek-klepek karena Prabowo, alumnus sekolah internasional, berpidato dalam bahasa Inggris. Padahal, ini bukan soal cas-cis-cus, melainkan apa yang disampaikan. Indonesia absen 10 tahun dari panggung PBB di era Jokowi, yang konon sibuk “wi wok de tok, not onle tok de tok” di dalam negeri (dan, tentu saja sowan ke Beijing). Prabowo, dengan ambisi besar, ingin tampil beda. Ia naik panggung, membuka pidato dengan kutipan idealis dari Deklarasi Kemerdekaan AS—ironisnya, mengingat Trump, yang berpidato sebelumnya, baru saja mencaci PBB sebagai “birokrasi tak berguna”. Prabowo menyinggung Gaza sebagai “situasi katastrofik”, menggambarkan penderitaan warga sipil dengan nada emosional: “Who will save the innocent? We must act now,” katanya, sambil mengetuk-ngetuk meja podium menghasilkan efek heroik dan dramatis. Tapi, alih-alih kecaman tajam terhadap agresi Israel, ia memilih jalan tengah yang aman: two-state solution yang “mengakui Palestina merdeka” sekaligus “menjamin keamanan Israel”. Diplomasi tanpa nyali, sekaligus tanpa prinsip!

Pembukaan UUD 1945 alinea kedua jelas berbunyi:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Kalimat ini menegaskan kemerdekaan sebagai hak asasi setiap bangsa dan menolak penjajahan sebagai ketidakadilan. Lalu, mengapa Prabowo malah mendesak two-state solution yang mengakui Palestina, tapi juga menjamin “keamanan” Israel? Ini naif atau sekadar main aman? Indonesia sudah mengakui Palestina sejak 1988 lho! Bandingkan dengan China, yang di sidang sama menuntut PBB menjadikan Palestina anggota resmi—bener-bener langkah konkret yang berani, bukan jargon semata. Lha Prabowo? Hanya mengulang posisi usang Soeharto, dibungkus drama ketok meja. Ia bilang Indonesia baru akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina. Keren di atas kertas, tapi Israel sudah anggota PBB sejak 1949, dan tanah Palestina terus dicaplok setiap tahun. Bagaimana dengan genosida di Gaza? Pelanggaran di Tepi Barat? Prabowo diam seribu bahasa. Ketokan mejanya hanya menghasilkan derit berisik, tak menggoyahkan hegemoni pelaku.

Lucunya, duo “jagoan perang” dunia, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, malah jadi penonton paling antusias. Trump, yang baru saja menyebut PBB “tong sampah birokrasi”, memuji: “Pidato hebat! Gebrakan mejanya luar biasa!” Netanyahu juga melempar sanjungan, menyebut Prabowo mitra perdamaian. Kok bisa? Ya, karena Prabowo main aman! Tak sekalipun ia menyinggung Israel secara frontal, malah menjanjikan “keamanan” bagi mereka. Netizen di medsos langsung nyinyir: “Pantes Trump suka, ini kan cuma penutup genosida!”

Puncak komedinya, Prabowo menawarkan 20.000 pasukan perdamaian—“boots on the ground”—ke Gaza, Ukraina, hingga Sudan. Gagah di poster, tapi berbahaya di lapangan. Indonesia berisiko jadi pion dalam proxy war Barat, entah untuk stabilisasi Gaza sesuai agenda AS-Israel atau terjebak di Ukraina, ring tinju NATO-Rusia. Ini bukan misi perdamaian, tapi undangan masuk perangkap! Trump dan Netanyahu pasti tepuk tangan kegirangan karena Indonesia sukarela jadi pelayan panggung mereka.

Pidato Prabowo jelas bukan “wi wok de tok” ala Jokowi, tapi jadi sekadar “tok de tok” dengan balutan drama. Ia lempar janji muluk: soal swasembada pangan, aksi iklim, reformasi PBB. Tapi soal Palestina? Hanya mengulang posisi Indonesia di tahun 1988 tanpa tindakan nyata. Gebrakan mejanya viral, tapi tak mengguncang hegemoni Israel atau sekutunya. Palestina bagi Prabowo hanyalah komoditas politik—alat panen tepuk tangan di panggung global. Bagi rakyat sipil, Palestina adalah tragedi runtuhnya kemanusiaan di tangan fasisme.

Indonesia di bawah Prabowo ingin jadi macan Asia, tapi macan ini cuma mengaum, gak punya gigi, dan cakar. Gebrak mejanya boleh jadi trending, tapi tanpa keberanian menyentuh pelaku ketidakadilan di Gaza, ia hanyalah aktor drama. Jokowi, meski ijazahnya produk pasar Pramuka, pernah bilang: “We not only talk the talk, but we walk the talk.” Prabowo? Cuma talk, dan talk-nya pun kosong.(MDA)

Lereng Lawu, 28 September 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Influencer Menjadi Instrumen Kekuasaan

Next Post

Istana Kembalikan Kartu Pers Jurnalis CNN, Janji Tak Akan Terulang, Tapi Rasa Tak Percaya Tetap Membekas

fusilat

fusilat

Related Posts

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Next Post
Istana Kembalikan Kartu Pers Jurnalis CNN, Janji Tak Akan Terulang, Tapi Rasa Tak Percaya Tetap Membekas

Istana Kembalikan Kartu Pers Jurnalis CNN, Janji Tak Akan Terulang, Tapi Rasa Tak Percaya Tetap Membekas

Siapa Dua Ketua Umum PPP?

Siapa Dua Ketua Umum PPP?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026
Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...