• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Dua Ketua Umum PPP?

Ali Syarief by Ali Syarief
September 29, 2025
in Feature, Politik, Tokoh
0
Siapa Dua Ketua Umum PPP?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi justru berubah menjadi panggung perpecahan. Alih-alih melahirkan satu nakhoda untuk membawa kapal PPP keluar dari badai, forum itu justru menghasilkan dua kapten: Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto. Fenomena ini seakan menegaskan bahwa PPP sedang kehilangan arah dan tidak mampu lagi membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan partai.

Mardiono: Petahana dengan Rekam Jejak Buram

Muhammad Mardiono bukanlah nama baru. Ia sudah lama beredar di lingkaran elite PPP, dan pada 2022 ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum menggantikan Suharso Monoarfa. Namun, masa kepemimpinannya tercatat sebagai salah satu periode tergelap partai.

Di bawah Mardiono, PPP gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024. Perolehan suara hanya 3,87 persen—tidak cukup untuk bertahan di DPR. Kekalahan ini bukan sekadar angka, melainkan alarm keras bahwa PPP kehilangan basis, daya tarik, dan kepercayaan publik. Namun, bukannya mundur dengan elegan, Mardiono justru kembali mengklaim kursi ketua umum melalui aklamasi yang penuh tanda tanya.

Klaim ini memperlihatkan watak khas elite politik Indonesia: kegagalan tidak menjadi alasan untuk berhenti, melainkan justru modal untuk kembali berkuasa.

Agus Suparmanto: Pendatang dengan Modal Politik Tipis

Di sisi lain, muncul Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan era Jokowi. Namanya memang pernah melekat di PKB, bukan PPP. Dengan rekam jejak singkat di kabinet dan posisi di dunia olahraga, Agus bukan sosok yang tumbuh bersama PPP. Namun, ia berani menantang arus dan mengklaim terpilih secara aklamasi oleh kubu yang menolak dominasi Mardiono.

Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah Agus benar-benar memiliki visi menyelamatkan PPP, atau hanya menambah daftar panjang politisi yang mencari kendaraan politik untuk melanggengkan eksistensi? Klaim aklamasi yang ia terima sama rapuhnya dengan Mardiono—lebih mencerminkan perebutan panggung ketimbang konsensus politik.

PPP dan Politik Dualisme yang Melelahkan

Dualisme kepemimpinan PPP bukan sekadar konflik internal. Ia adalah cermin dari rapuhnya demokrasi internal partai politik di Indonesia. PPP, yang pernah berdiri sebagai simbol aspirasi politik umat Islam, kini justru terjebak dalam pusaran perebutan kursi dan legitimasi semu.

Kehadiran dua ketua umum menunjukkan bahwa PPP tidak belajar dari sejarah. Perpecahan serupa sudah berulang kali terjadi, dan hasilnya selalu sama: energi partai habis untuk konflik internal, sementara rakyat tidak mendapatkan manfaat apa-apa.

Yang lebih menyedihkan, publik semakin kehilangan kepercayaan. PPP yang seharusnya menjadi pilar politik Islam kini tampak seperti rumah besar yang kosong—diisi oleh elite yang sibuk berkelahi, tetapi ditinggalkan oleh umat.

Penutup: PPP di Ujung Jalan?

Pertanyaan “Siapa Ketua Umum PPP?” kini tidak sekadar soal legalitas, melainkan soal eksistensi. Apakah PPP masih relevan di panggung politik nasional, atau hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah demokrasi Indonesia?

Mardiono dengan kegagalannya, Agus dengan ambisinya—keduanya sama-sama belum menawarkan jawaban nyata atas krisis PPP. Jika partai ini tidak segera menemukan titik temu, maka Muktamar X bisa jadi tercatat sebagai awal dari akhir perjalanan Partai Ka’bah.

PPP bisa bersatu dan bangkit kembali, atau hancur sebagai korban keserakahan elite yang tidak pernah puas dengan kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Istana Kembalikan Kartu Pers Jurnalis CNN, Janji Tak Akan Terulang, Tapi Rasa Tak Percaya Tetap Membekas

Next Post

Abu Bakar Baasyir Menegur Jokowi: Dari IKN ke Hukum Islam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Abu Bakar Baasyir Menegur Jokowi: Dari IKN ke Hukum Islam

Abu Bakar Baasyir Menegur Jokowi: Dari IKN ke Hukum Islam

Kutukan Jokowi: Semua Partai yang Mendekat Pasti Hancur

Kutukan Jokowi: Semua Partai yang Mendekat Pasti Hancur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist