• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Prabowo Harus Jujur: Mengapa Ia Pertahankan Jokowi?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
September 28, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Dibalik Stigma Ada Dua Presiden: Apa Sesungguhnya yang Sedang Dilakukan Jokowi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Presiden Prabowo Subianto kini berada di persimpangan sejarah. Sebagai pemimpin baru, ia diharapkan menjadi sosok yang membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang praktik kekuasaan lama yang penuh kontroversi. Namun, publik mulai bertanya-tanya: mengapa Prabowo seolah memilih mempertahankan dan melindungi Jokowi dari jeratan hukum, padahal banyak persoalan yang diwariskan sang pendahulunya?

Transparansi dan akuntabilitas adalah prasyarat mutlak dalam negara hukum. Jika Prabowo terus diam, publik akan menganggapnya bersekongkol untuk menutup kasus-kasus yang semestinya diproses. Diam berarti membiarkan luka bangsa menganga tanpa kepastian hukum, sementara korban-korban ketidakadilan kehilangan harapan.

Jejak Kasus yang Tak Boleh Dibiarkan

Selama menjabat presiden, ada sederet “temuan” hukum yang mestinya dipertanggungjawabkan oleh Jokowi. Beberapa di antaranya bahkan menorehkan luka mendalam dalam sejarah bangsa:

  1. Kematian misterius 894 anggota KPPS yang hingga kini masih meninggalkan tanda tanya besar.
  2. Tragedi KM 50 Cikampek, di mana enam orang tewas secara misterius dalam peristiwa yang disebut banyak pihak sebagai bentuk kejahatan negara (moord).
  3. Obstruksi hukum dan pembiaran terhadap KPK maupun Polri, terutama terkait kasus-kasus besar yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh.
  4. Kasus perjudian online (judol) yang merajalela tanpa penanganan serius di masa Jokowi.
  5. Dugaan penggunaan ijazah palsu, yang sampai kini masih jadi polemik di tengah masyarakat.
  6. Dugaan makar melalui praktik jual-beli laut dan tanah secara TSM (terstruktur, sistematis, dan masif). Ini melibatkan jaringan besar: konglomerat, eksekutif daerah, kementerian, legislatif, hingga tokoh-tokoh masyarakat, dengan praktik manipulasi izin serta penggelapan data kepemilikan.

Rangkaian kasus ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan beban moral yang menuntut penyelesaian hukum. Membiarkannya berarti mengabaikan prinsip negara hukum itu sendiri.

Bayang Jokowi Pasca Lengser

Ironisnya, bahkan setelah lengser, Jokowi masih berusaha memainkan pengaruhnya. Ia disebut “memaksa” Prabowo untuk tetap berpasangan dengan Gibran pada periode 2029–2034. Pola politik dinasti ini memperlihatkan bahwa Jokowi tidak ingin benar-benar melepaskan kendali, melainkan tetap menjadi poros bayangan di balik kekuasaan.

Jika benar Prabowo tunduk pada tekanan itu, maka ia akan kehilangan independensi politiknya. Lebih buruk lagi, ia akan dianggap sekadar perpanjangan tangan Jokowi, bukan presiden yang berdiri di atas kaki sendiri.

Mengapa Prabowo Harus Terbuka

Prabowo harus menjawab secara jujur dan terbuka: apa alasannya mempertahankan Jokowi dari proses hukum? Apakah ada perjanjian politik, ataukah semata kalkulasi kekuasaan?

Keterbukaan ini penting bukan hanya untuk menjaga kredibilitas pribadi Prabowo, tetapi juga demi menegakkan kepercayaan publik pada institusi kepresidenan. Presiden tidak boleh dilihat sebagai pelindung kepentingan seorang mantan penguasa, apalagi jika hal itu mengorbankan prinsip hukum dan keadilan.

Penutup: Sejarah Menunggu Jawaban

Prabowo mesti ingat: sejarah tidak pernah memaafkan pemimpin yang memilih diam di hadapan kebenaran. Jika ia ingin dikenang sebagai pemimpin yang berani, ia harus berani pula memberi jawaban atas pertanyaan besar ini: mengapa ia mempertahankan Jokowi?

Karena diam bukanlah pilihan. Diam hanya akan melanggengkan ketidakadilan, dan itu berarti mengkhianati rakyat yang menaruh harapan padanya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa yang Kau Cari PPP? Setelah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula

Next Post

MAKAN SIANG BERGIZI DI SEKOLAH: KEBUTUHAN DASAR YANG TERABAIKAN DAN DUGAAN SABOTASE

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026
Feature

PRESIDEN KUAT VS PRESIDEN DOMINAN

July 3, 2026
Feature

Ketika Allah Memuliakan Profesi Seorang Pencatat (​Mengapa Akuntansi Bukan Sekadar Menghitung Angka, tetapi Menjaga Amanah Peradaban)

July 3, 2026
Next Post

MAKAN SIANG BERGIZI DI SEKOLAH: KEBUTUHAN DASAR YANG TERABAIKAN DAN DUGAAN SABOTASE

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan, Terancam Pecah Retina

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan, Terancam Pecah Retina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026
IPW Laporkan Kapolres Depok ke Propam: Tersangka Diduga Ditahan 11 Jam Tanpa Dasar Hukum

IPW Laporkan Kapolres Depok ke Propam: Tersangka Diduga Ditahan 11 Jam Tanpa Dasar Hukum

July 3, 2026
Rakornas KKP Sepakati Percepatan Enam Program Prioritas Kelautan dan Perikanan Dukung Swasembada Pangan

Rakornas KKP Sepakati Percepatan Enam Program Prioritas Kelautan dan Perikanan Dukung Swasembada Pangan

July 3, 2026

PRESIDEN KUAT VS PRESIDEN DOMINAN

July 3, 2026

Ketika Allah Memuliakan Profesi Seorang Pencatat (​Mengapa Akuntansi Bukan Sekadar Menghitung Angka, tetapi Menjaga Amanah Peradaban)

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...