• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bali di Bidik Jokowi, Kandang Megawati Digoyang

Ali Syarief by Ali Syarief
January 26, 2026
in Feature, Politik
0
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menargetkan Bali sebagai wilayah penting untuk memperkuat basis politiknya ke depan — bahkan disebut sebagai upaya menjadikan Bali sebagai “kandang gajah” PSI, dengan imbauan kepada kader agar memperkuat budaya lokal di sana.

Mengapa Bali? Dan mengapa langkah politik ini mengundang kesan kuat akan ‘mengobrak-abrik kandang Banteng’?

1. Bali sebagai Basis Kultural dan Simbol Politik

Bali bukan sekadar pulau pariwisata. Secara kultural, Bali memiliki identitas kuat yang berbeda dari banyak wilayah lain di Indonesia — masyarakatnya menempatkan adat, tradisi, dan seni sebagai payung kolektif kehidupan bermasyarakat. Menurut pesan PSI yang beredar, partai ini menyerukan kadernya untuk memperkuat budaya lokal di Bali, bukan merubahnya.

Strategi semacam ini punya dua makna:

  • Pengakuan terhadap akar kultural lokal, yang merupakan landasan sosial yang penting bagi legitimasi politik.
  • Upaya adaptasi politik modern di wilayah yang selama ini kurang bersentuhan dengan kekuatan partai baru yang bukan berbasis tradisional atau klan politik lama.

Namun langkah ini juga menyiratkan bahwa PSI ingin masuk dan menanamkan diri di wilayah yang secara tradisional bukan basisnya — sesuatu yang biasanya dilakukan oleh partai yang ingin memperluas benteng dukungan, bukan sekadar mempertahankan basis lama.

2. Bali dan PDIP: Realitas Kekuasaan Lokal

Dalam pemilu legislatif 2024 di tingkat provinsi Bali, data menunjukkan bahwa PDIP memimpin dengan perolehan suara mayoritas yang jauh di atas partai lain, dengan raihan lebih dari 57% suara sementara PSI berada di kisaran angka kecil.

Artinya:

  • Bali selama ini adalah basis kuat PDIP — kandang Banteng yang relatif solid dibandingkan kekuatan partai-partai lain.
  • PSI, yang partainya relatif kecil dan memiliki basis pemilih yang jauh lebih kecil di Bali, sedang mencoba untuk merombak status quo, membuka ruang baru, sekaligus menantang dominasi PDIP di salah satu wilayah yang secara historis penting.

Ini bisa ditafsirkan sebagai strategi agresif untuk mendapat pijakan politik yang lebih kuat, sekaligus menciptakan narasi kemenangan di wilayah yang bukan “lahan subur” baginya selama ini.

3. “Strategi Nasional” vs “Agenda Lokal”

Langkah PSI merangkul kader dari latar belakang partai lain dan menyusun struktur baru di Bali — yang media juga laporkan melibatkan pelantikan ketua DPW PSI setempat — menunjukkan bahwa partai ini tidak hanya melihat Bali sebagai tempat formal organisasi, tetapi sebagai wilayah strategis yang punya dampak politik nasional.

Dalam politik, kekuatan partai sering kali ditentukan oleh kemampuan mereka:

  • Masuk ke wilayah yang selama ini didominasi oleh lawan politik.
  • Mengubah persepsi pemilih agar tidak lagi melihat Bali hanya sebagai benteng PDIP.
  • Menciptakan momentum baru untuk pemilu mendatang.

Langkah semacam ini cenderung dipandang sebagai pengobrak tatanan lama, bukan sekadar memperkuat basis.

4. PSI, Kaesang, dan Imaji ‘Gajah’ yang Baru

Logo gajah PSI dihubungkan dengan harapan besar partai, sebagaimana disebut oleh Kaesang Pangarep dalam pelantikan struktur PSI Bali. (merdeka.com) Gajah di sini bukan sekadar simbol — ia menjadi metafora ambisi PSI untuk tumbuh dari wilayah yang tidak tradisional baginya.

Dalam sejarah politik Indonesia, simbol-simbol semacam ini sering kali digunakan untuk menunjukkan transformasi dan ekspansi ideologis — dari partai kecil menjadi kekuatan yang benar-benar berpengaruh.

5. Mengobrak-ngabrik “Kandang Banteng”: Fakta atau Interpretasi?

Lalu pertanyaan Anda: Apakah langkah ini benar-benar bertujuan mengobrak-ngabrik kandang Banteng?

Jawabannya perlu dilihat dari dua sudut:

  • Secara strategi politik, iya — memetakan Bali sebagai wilayah yang partai lain (PDIP) dominan, lalu mencoba memperlemah dominasi itu, adalah langkah yang agresif dan mengguncang status quo.
  • Secara narasi publik, langkah PSI bisa dibingkai sebagai usaha penguatan budaya lokal dan representasi politik baru bagi generasi muda di Bali — cocok dengan citra ideologis mereka yang lebih progresif dan plural.

Dengan demikian, narasi “mengobrak-ngabrik kandang Banteng” bisa dipahami sebagai tafsiran wajar ketika struktur kekuatan ditantang oleh partai baru yang bermodal strategis dan simbolik.

Kesimpulan

Mengapa harus Bali? Karena Bali:

  1. Adalah wilayah simbolik dan kultural penting, bukan sekadar tempat pariwisata.
  2. Selama ini didominasi oleh PDIP, sehingga menjadi target strategis bagi partai yang ingin tumbuh.
  3. Memberi ruang bagi PSI untuk membentuk identitas politik yang baru, sekaligus menantang status quo.
  4. Mencerminkan langkah agresif PSI dalam menata ulang peta politik lokal dan nasional — sesuatu yang politik PDIP tentu akan perhatikan.

Jadi, langkah PSI di Bali bukan sekadar “mendekati budaya lokal” secara teoritis, tetapi juga sebuah pertarungan politik nyata untuk memperluas basis kekuasaan dan menggeser dominasi partai lain yang sudah mapan.

Apakah ini benar-benar strategi untuk “mengobrak-ngabrik kandang Banteng”? Dari sisi politis, sangat mungkin demikian — terutama bila melihat konteks kekuatan suara di Bali dan cara PSI membangun narasinya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

GEMPAR! 2.277 WNI TERKUNGKUNG SINDIKAT SCAM DI KAMBOJA: Razia Besar-besaran Bikin Ribuan WNI Ingin Pulang

Next Post

Apa yang Terjadi Saat Kita Memakan Mentimun?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Apa yang Terjadi Saat Kita Memakan Mentimun?

Apa yang Terjadi Saat Kita Memakan Mentimun?

Geopolitik Indonesia di Bawah Prabowo: Jebakan Multilateralisme dan Pragmatisme

Geopolitik Indonesia di Bawah Prabowo: Jebakan Multilateralisme dan Pragmatisme

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist