• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Geopolitik Indonesia di Bawah Prabowo: Jebakan Multilateralisme dan Pragmatisme

fusilat by fusilat
January 26, 2026
in Feature, World
0
Geopolitik Indonesia di Bawah Prabowo: Jebakan Multilateralisme dan Pragmatisme
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Malika Dwi Ana – Pengamat Sosial Politik

Di tengah dinamika global yang semakin tegang pasca-gencatan senjata Gaza pada akhir 2025, strategi politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pergeseran dari netralitas tradisional “bebas aktif” menuju pendekatan yang lebih asertif namun penuh kontradiksi. Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 pada 23 September 2025, yang menjanjikan kontribusi hingga 20.000 pasukan perdamaian dan dukungan finansial untuk misi Gaza, awalnya dipuji sebagai langkah berani. Namun, komitmen ini justru menjadi jebakan ketika Indonesia bergabung dengan “Board of Peace” (BoP) inisiatif Donald Trump, sebuah badan pengawas pasca-perang Gaza yang dikritik karena eksklusif dan transaksional. Keputusan ini tidak hanya menimbulkan risiko geopolitik, tapi juga mempertanyakan konsistensi Indonesia dalam menentang penjajahan sambil mendukung solusi dua negara (two-state solution).

Pidato PBB: Komitmen yang Mengikat tapi Kontradiktif
Pidato Prabowo di PBB menekankan dukungan multilateralisme melalui “boots on the ground” bukan sekadar kata-kata, dengan tawaran spesifik: siap mengerahkan pasukan ke Gaza, Ukraina, Sudan, atau Libya jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB memutuskan. Ini selaras dengan posisi historis Indonesia sebagai kontributor besar peacekeeping PBB, tapi juga membuka pintu bagi interpretasi yang lebih luas. Prabowo secara eksplisit mendukung two-state solution sebagai “satu-satunya jalan menuju perdamaian,” yang berarti pengakuan de facto atas Israel sebagai bagian dari kesepakatan damai. Kritik muncul karena ini tampak bertentangan dengan prinsip konstitusional anti-penjajahan (Pembukaan UUD 1945), di mana Palestina sering diparalelkan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia sendiri.

Kontradiksi ini semakin kentara ketika pidato tersebut dipuji oleh Trump, yang kemudian mengintegrasikan elemennya ke dalam BoP. Indonesia, yang menentang kolonialisme, kini terlibat dalam mekanisme yang dikritik karena tidak melibatkan Otoritas Palestina secara penuh dan berpotensi memperpanjang okupasi Israel. Analis seperti yang dikutip dari Al Jazeera (22 Januari 2026) menyebut BoP sebagai “deal transaksional” Trump, di mana negara seperti Israel bergabung setelah negosiasi ketat untuk menjaga pengaruh, sementara Indonesia terjebak oleh janji publiknya sendiri. Mengakibatkan: posisi “maju kena, mundur kena,” di mana mundur berarti hilang kredibilitas global, sementara maju berisiko dianggap mendukung agenda pro-Israel.

Board of Peace: Aliansi Strategis atau Jebakan Bisnis?
Bergabungnya Indonesia dengan BoP pada Januari 2026, ditandatangani Prabowo di Davos, diklaim sebagai “kesempatan bersejarah” untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, kritik geopolitik menyoroti model “pay-to-play”: kontribusi US$1 miliar untuk keanggotaan permanen, yang bisa membebani anggaran nasional di tengah efisiensi keuangan. Lebih jauh, ada aroma konflik kepentingan dengan Trump, termasuk proyek bisnis Trump Organization di Bali dan Lido (Jawa Barat) yang mendapat insentif pajak sejak 2021, serta kesepakatan perdagangan bilateral yang menurunkan tarif hingga 19% dan berpotensi meningkatkan volume perdagangan empat kali lipat.

Dari perspektif geopolitik, BoP bisa melemahkan peran PBB dan menarik Indonesia ke orbit AS-Israel, terutama di Timur Tengah yang tidak langsung relevan dengan kepentingan nasional. Negara Eropa seperti Spanyol menolak karena eksklusi Palestina, sementara Indonesia—negara Muslim terbesar—memilih bergabung meski ada kritik domestik dari kelompok pro-Palestina. Ini kontradiktif dengan dukungan tradisional RI untuk Palestina, yang mengakar dalam identitas nasional, dan berpotensi merusak citra di dunia Islam (OKI). Selain itu, hubungan bisnis Prabowo-Trump, termasuk insiden “hot mic” Oktober 2025 di mana Prabowo meminta pertemuan dengan Eric Trump, menimbulkan spekulasi bahwa BoP hanyalah ekstensi dari deal ekonomi, bukan inisiatif murni humanitarian.

Implikasi Jangka Panjang: Risiko Otonomi dan Kredibilitas
Strategi Prabowo mencerminkan pragmatisme neorealisme: keseimbangan antara AS (melalui BoP dan perdagangan) dan China (penyesuaian di Laut China Selatan), tapi tanpa visi koheren. Ini bisa melemahkan posisi Indonesia sebagai pemimpin ASEAN, di mana negara tetangga ragu bergabung dengan BoP karena model transaksionalnya. Publik domestik, kritik soal “penodaan”, bahwa bergabung dengan aliansi yang ambigu berisiko mengabaikan isu domestik seperti efisiensi anggaran dan dukungan Palestina.

Secara keseluruhan, kebijakan luar negeri Prabowo menjanjikan ambisi global, tapi jebakan seperti BoP menunjukkan kurangnya kehati-hatian. Untuk keluar dari situasi “maju kena, mundur kena,” Indonesia perlu main kritis dari dalam: dorong inklusi Palestina, batasi komitmen finansial, dan perkuat diplomasi paralel melalui OKI atau BRICS. Tanpa itu, risiko erosi otonomi strategis dan backlash domestik akan semakin besar, membuktikan bahwa komitmen besar di panggung dunia bisa jadi pedang bermata dua. Waktu yang akan membuktikan apakah ini langkah heroik atau kesalahan geopolitik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa yang Terjadi Saat Kita Memakan Mentimun?

Next Post

HKTI Bangkit atau Tinggal Nama? Refleksi 2025, Ujian Nyata 2026

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
HKTI Bangkit atau Tinggal Nama? Refleksi 2025, Ujian Nyata 2026

HKTI Bangkit atau Tinggal Nama? Refleksi 2025, Ujian Nyata 2026

Pasca Solo, Damai Hari Lubis Laporkan Achmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya

Pasca Solo, Damai Hari Lubis Laporkan Achmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...