• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan persnya, Kamis (14/5/2026), menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap aksi nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.

Di sisi lain, Yusril minta penjelasan produser, sutradara dan penulis skenario supaya judul film tersebut, yang ia sebut provokatif, tidak multitafsir.

Kalau pemerintah diminta terbuka, mestinya seniman juga terbuka, kata Yusril.

Prof. Yusril, ketahuilah bahwa film itu karya fiksi, bukan karya ilmiah atau nonfiksi. Semakin multitafsir, semakin bagus. Semakin absurd, semakin indah. Semakin abstrak, semakin elok. Semua tergantung tafsir masing-masing. Tergantung sudut pandang.

Sebab itulah, sebuah karya fiksi menarik untuk dibedah dari berbagai sudut pandang, dengan “pisau operasi” masing-masing. Akan lebih kaya makna tentunya.

Pesta babi memang bisa ditafsirkan sebagai orang-orang yang sedang menggelar pesta dengan menu utama daging babi. Bisa pula ditafsirkan ada babi-babi sedang menggelar pesta. Semua tergantung sudut pandang. Dan semakin multitafsir akan semakin bagus karena kaya makna.

Secara kasat mata babi memang menjijikkan. Hidupnya di habitat kotor. Doyan makan apa saja. Sebab itulah, tak seorang pun mau dianalogikan dengan babi. Kecuali mereka yang tidak waras. Kosa kata babi pun mengundang sensitivitas.

Dalam penulisan fiksi, atau bahkan nonfiksi, judul memang akan lebih menarik jika bersifat provokatif. Sebab itu, film Pesta Babi dari sisi judul sudah dapat dikatakan berhasil.

Terlambat Bersuara

Mengapa pemerintah baru bersuara, atau bisa dikatakan terlambat, ketika larangan demi larangan nobar film Pesta Babi sudah terlanjur terjadi di mana-mana? Mengapa tidak sejak awal, ketika pembubaran nobar film itu baru terjadi pertama kali?

Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah terlanjur melakukan pembubaran nobar film Pesta Babi. Begitu pun institusi militer di Ternate, Maluku Utara, yang juga melakukan aksi yang sama.

Lantas, tidak adakah konsekuensi bagi mereka yang telah melakukan pelarangan dan pembubaran nobar?

Apalagi, universitas yang melarang nobar film patut diduga melanggar Undang-Undang (UU) No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Institusi militer yang membubarkan nobar film patut diduga melanggar UU No. 3 Tahun 2025 tentang TNI. Sebab pembubaran film tidak termasuk operasi militer selain perang.

Promosi Gratis

Lagi pula, mengapa harus ada pelarangan atau pembubaran nobar film yang bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia, atau bahkan melanggar hukum?

Apakah dalam sejarahnya ada aksi kriminalitas, makar, atau bahkan revolusi sosial yang dipicu oleh film?

Apakah mereka takut akan isi film? Mengapa harus takut? Sekali lagi, apakah dalam sejarahnya ada revolusi sosial yang bermula dari film?

Pelarangan film atau karya fiksi lainnya lazim terjadi di negara-negara komunis. Bukan di negara demokrasi. Bukankah Indonesia adalah negara demokrasi? Mengapa harus ada pelarangan film?

Lazimnya, sesuatu yang dilarang justru akan semakin dicari. Peredarannya akan terjadi di bawah tanah atau secara klandestin, bahkan lebih masif.

Sebab itu, semakin dilarang, film Pesta Babi akan semakin banyak dicari untuk ditonton. Pelarangan itu akan menjadi semacam promosi gratis bagi film tersebut.

Akhirnya, selamat buat produser, sutradara, dan penulis skenario film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Kalian tak harus terbuka atau memberikan penjelasan, karena bukan pejabat publik yang dibayar dari pajak rakyat.

Berbeda dengan pemerintah yang memang wajib terbuka, karena mereka menggunakan anggaran negara, dan gaji mereka pun dibayar dari pajak rakyat.

Rakyatlah pemilik sesungguhnya Republik ini. Dan seniman adalah rakyat.

Alhasil, ketika sebuah karya seni sudah dilemparkan ke publik, artinya karya itu sudah menjadi milik bersama, bukan semata-mata milik senimannya. Masyarakatlah yang akan menentukan film tersebut layak ditonton atau tidak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Birokrasi

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo
Feature

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara
Feature

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026
Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

IKN: Lemah dari Aspek Legalitas, Tersandung Fiskal, dan Kehilangan Kelayakan Politik

May 14, 2026
Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

Jokowi Cuek Atas Vonis Makarim 28 Tahun Penjara

May 14, 2026
Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

Nasaruddin Umar dan Retaknya Otoritas Moral Menteri Agama

May 14, 2026
Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...